Taklukan dunia, nak
Sayangku Pagi,
Tahukah kamu kalau keka harus menunggu seperempat abad untuk bisa mendapatkan pasport dan menginjakkan kaki di tanah asing.
Beruntung sekali dirimu anakku. Kamu bisa mendapatkan buku hijau itu ketika dirimu masih kecil. Umur sebulan dan kamu sudah mendapatkan tiket untuk bisa melanglang dunia.
Dan di umurmu dua bulan lebih 4 hari, kamu pun sudah melesat terbang pergi ke negara tetangga.
Aiih.
Maafkan jika sebelumnya kamu butuh waktu lama dan tenaga ekstra untuk mendapatkan buku setebal 48 halaman itu. Kamu harus menunggu lama dan berdesak-desakan di tengah-tengah kerumunan orang yang antri menunggu giliran difoto. Ah, tapi kau boleh berbangga hati karena pasport ini kau dapat bukan dari hasil korupsi ataupun suap
.
Maafkan juga jika pengalaman pertamamu mencecap dunia kurang asik. Jujur saja, Keka masih kaku. Rasa ingin mengajakmu berpetualang campur aduk dengan perasaan kuatir dan was was. Semua jadi serba tidak tenang karena harus buru-buru. Keka takut kamu tidak nyaman, kecapean dan lain sebagainya. Meski kota yang kita kunjungi sangat ramah pada bayi -dengan segala fasilitas ruang menyusui dimana-mana – tetap saja perasaan tidak tenang tetap menghantui.
Semoga perjalanan berikutnya bisa lebih baik ya putriku sayang.
Betapa keka ingin mengajakmu pergi ketempat-tempat baru, bertemu orang-orang asing, untuk mengenal budaya mereka yang berbeda dan tentu saja menghormatinya.
Mungkin kita bisa pergi mengunjungi om fajar yang sedang belajar di jepang, atau tante odit di sydney. atau teman-teman ayah, om andrea dan tante sam di milan dan tentu saja om yuri dan roxan di belanda.
Hahahaha, sepertinya kita butuh menabung banyak ya sayang.
Atau kita bisa mulai ditanah air sendiri. Keka rasa akan tidak kalah menyenangkan. Mengunjungi kampung teteh di sukabumi, atau pergi ke padang, tempat tante alia. Atau ke sulawesi mungkin, singgah kerumah akung Jono.
Jadi teringat percakapan Keka dengan Trinity, tukang jalan-jalan tersohor itu. Dalam sebuah wawancara, dia memberikan saran untuk menaklukan nusantara dulu sebelum berpetualang ke penjuru dunia. Katanya, begitu indonesia -negara dengan sistem infrastruktur yang masih buruk ditambah lagi dengan faktor X yang tidak tertebak, baik itu macet, banjir, copet dan petugas yang korup – sudah ditangan, maka negara-negara lain jadi urusan kecil.
Dari dirinya, keka pun mendapatkan ide untuk menyuruhmu membuat proposal mini yang bisa kau ajukan menjelang liburan sekolah, sama seperti yang dilakukan orang tua trinity ketika dia kecil. Di proposal liburan itu, kamu harus menyertakan tujuan liburanmu, dimana kamu akan tinggal, apa yang akan kau lakukan.
Aah rasanya tak sabar. Pastinya seru sekali
Ayo cepat besar, nak!

Mengunjungi Tante Tyas di Birmingham juga boleh loh Pagi….
tyasdibyantari - October 14, 2011 at 4:38 am |
suratnya menyentuh sekali ikaaa *terharu
alia - October 21, 2011 at 4:59 am |
jangan lupa ajak bulik virtri yaa kalo jalan-jalan! hihihi
virtri - October 22, 2011 at 12:07 am |
Ah Keka….kamu luar biasa…Ayo Pagi, taklukkan dunia
Butterfly Menikmati Dunia - October 25, 2011 at 11:03 am |
sip tante Tyas..ditunggu tiketnya yaaa hihihi.
masa sih alia? aah kamu aja yang lagi mellow
waduh, tapi jangan ke raja ampat ya bulik, belum bisa renang niiii
aah tante priska bisa aja…ayo kapan ketemu pagi lagi?
psychopatika - October 27, 2011 at 5:21 pm |