<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>psychopatika</title>
	<atom:link href="http://psychopatika.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psychopatika.wordpress.com</link>
	<description>about being alive not in normal way</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 15:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='psychopatika.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fa885601faf335caa37b3800114c2d0c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>psychopatika</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://psychopatika.wordpress.com/osd.xml" title="psychopatika" />
	<atom:link rel='hub' href='http://psychopatika.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>menjadi ibu</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2012/01/07/menjadi-ibu/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2012/01/07/menjadi-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 13:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psychopatika.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Ika? aah mau ga mau sekarang aku harus mengamini panggilan itu. Aku sudah tidak berhak lagi keberatan jika ada seseorang memanggilku dengan panggilan ibu, karena nyatanya ya emang aku sekarang ini adalah ibu dari senyum pagi. Tapi selain bukti fisik berupa anak dan jahitan caesar di perut, ternyata ada hal-hal kecil yang membuka mataku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=759&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Ika?</p>
<p>aah mau ga mau sekarang aku harus mengamini panggilan itu. Aku sudah tidak berhak lagi keberatan jika ada seseorang memanggilku dengan panggilan ibu, karena nyatanya ya emang aku sekarang ini adalah ibu dari senyum pagi.</p>
<p>Tapi selain bukti fisik berupa anak dan jahitan caesar di perut, ternyata ada hal-hal kecil yang membuka mataku bahwa aku sekarang memang udah jadi emak-emak. Hal-hal remeh-temeh yang konyol yang menyadarkanku akan status baruku itu.</p>
<p>Aku sadar sekarang aku jadi ibu-ibu, ketika suatu ketika aku menjadi lebih peka dengan sale yang ada mothercare ketimbang di zara atau mango. Aah tanya kenapa?</p>
<p>tapi yang paling parah mungkin adalah ketika aku menjadi terpaku diam di rak tisu di sebuah pusat perbelanjaan di jakarta hanya untuk memilih tisu yang paling murah. Duh. Aku pun berdiri di tumpukan tisu-tisu tak bergeming memandang harga dan berapa jumlah tisu yang ditawarkan untuk membandingkan mana tisu yang harus kubeli. merek A dengan harga 18,000 dapat sekian lembar, lalu merek B lebih mahal dengan jumlah lembaran yang sama, merek C lebih murah tapi kurang bagus mutunya. merek D menawarkan harga yang tidak terlalu mahal, dengan kualitas yang lumayan dan juga bonus.</p>
<p>lalu, lalu&#8230;</p>
<p>belum sampai pada kesimpulan, datanglah suami saya menghampiri saya, ternyata dia mencari-cari kemana saya pergi. Ketika aku menjelaskan apa yang kulakukan, dengan gelengan kepala dia pun berkata, &#8220;Ibu-ibu banget sih,&#8221;</p>
<p>Aku pun terdiam, ingin protes dan memberikan argumentasi, tapi dalam hati aku merasakan bahwa perkataannya benar. Dulu, aku bisa cuek aja mengambil barang yang sudah biasa dibeli, lalu langsung ngacir ke kasir. tapi sekarang?</p>
<p>duh makanya saya memohon kepada seorang teman programmer untuk membuat aplikasi yang bisa secara langsung memberikan info harga di supermarket-supermarket besar dan juga memberikan perbandingan mana yang paling murah. Wah, program semacam itu pasti langsung diserbuu. Diserbu emak-emak macam saya ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=759&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2012/01/07/menjadi-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun-tahun yang memberi</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/12/19/tahun-tahun-yang-memberi/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/12/19/tahun-tahun-yang-memberi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 15:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh sembilan tahun lamanya saya telah menerima begitu banyak berkat, sukacita dan anugrah yang tak bosan-bosan datang memberi kejutan. Dua puluh sembilan tahun bukan waktu yang singkat dan saya berterimakasih buat segala yang bisa nikmati dan cecap selama ini. Tak tanggung-tanggung, kejutan beruntun pun saya dapat di penghujung dua dasawarsa hidup saya. Saya mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=756&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua puluh sembilan tahun lamanya saya telah menerima begitu banyak berkat, sukacita dan anugrah yang tak bosan-bosan datang memberi kejutan. </p>
<p>Dua puluh sembilan tahun bukan waktu yang singkat dan saya berterimakasih buat segala yang bisa nikmati dan cecap selama ini. </p>
<p>Tak tanggung-tanggung, kejutan beruntun pun saya dapat di penghujung dua dasawarsa hidup saya. Saya mendapatkan tiket untuk sekolah lagi dan juga satu makhluk kecil yang membawa warna dalam hidup saya. </p>
<p>Syukur yang tak berkesudahan untuk semua itu. </p>
<p>Jadi sebenarnya kekuatiran saya menjelang umur kepala tiga tidak beralasan. Semesta sudah menjamin hidup saya selama dua dekade lebih, jadi buat apa ambil pusing. </p>
<p>Beberapa orang mungkin sudah menyusun agenda atau target atau rencana untuk hidup baru sebagai makhluk berumur tiga puluh tahun. Saya pun sempat gelisah memikirkannya menjelang detik-detik ulang tahun ke 30 saya. </p>
<p>Tapi melihat begitu banyak hal yang saya terima selama 29 tahun ini, kenapa saya tidak menjadikan tahun ke-30 ini sebagai tahun yang memberi. </p>
<p>Entah apa yang akan saya lakukan. Jujur saja, saya belum punya rincian detil tentang misi saya itu. </p>
<p>Tapi ketika semesta tahu bagaimana dia membagi kebaikannya selama ini kepada saya, saya yakin dirinya akan memberi petunjuk tentang apa yang harus lakukan. </p>
<p>Saya tidak membayangkan sesuatu yang wah dan heroik, karena memberi bisa dengan cara yang sangat sederhana. </p>
<p>Saya ingin sekali mendedikasikan perhatian utuh dan waktu saya untuk membesarkan senyum pagi. Saya juga kepikiran ingin punya seorang anak asuh. Lalu, apalagi ya? Entah, saya belum memikirkannya secara rinci. </p>
<p>Namun, saya berharap semoga saya punya waktu lebih dari 29 tahun untuk bisa untuk memberi dan terus memberi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=756&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/12/19/tahun-tahun-yang-memberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengakuan pengendara pemula</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/15/pengakuan-pengendara-pemula/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/15/pengakuan-pengendara-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 19:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/11/15/pengakuan-pengendara-pemula/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saya bisa menyetir. Keinginan saya untuk bisa berkendara sendiri sudah terwujud dan saya sah bisa ngomongin tentang gender. Tapi tunggu dulu, jangan dikira saya bangga dengan prestasi ini. Setelah dipikir- pikir saya jadi malu. Kok bisa? Pertama tentu saja berkaitan dengan sim yang saya peroleh dengan tidak hormat. Saya secara tidak langsung telah menyogok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=751&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya saya bisa menyetir.<br />
Keinginan saya untuk bisa berkendara sendiri sudah terwujud dan saya sah bisa ngomongin tentang gender.<br />
Tapi tunggu dulu, jangan dikira saya bangga dengan prestasi ini. Setelah dipikir- pikir saya jadi malu.<br />
Kok bisa? Pertama tentu saja berkaitan dengan sim yang saya peroleh dengan tidak hormat. Saya secara tidak langsung telah menyogok aparat demi mewujudkan resolusi tahun lalu: punya sim. Dengan liciknya, saya datang ke kursus pelatihan mobil dekat rumah. Sekalian belajar menyetir, sekalian dapat sim. Untuk mendapatkan sim a, waktu itu saya merogoh kocek saya sekitar 800 ribu kalo tidak salah plus kursus nyetirnya. Hanya perlu sekali datang, dan saya pun pulang membawa sim yang saya damba- dambakan. Bangga? Tentu tidak. Rasa itu muncul ketika saya menyetir sendiri untuk pertama kali (biasanya ada co-driver kelik yang menemani). Saya dengan keahlian menyetir pas-pasan dan juga sense of space yang rada kacau ( ga tahu ujungnya mobil seberapa sehingga sering kali menyenggol sekitar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) nekat meluncur di atas jalan raya. Duh, bagaimana kalo saya nabrak mobil lain atau bahkan melukai orang lain. Dipikir-pikir sungguh amat tidak bertanggung jawabnya saya. Demi ambisi pribadi, saya mempertaruhkan keselamatan orang lain. Akhirnya saya tahu kenapa ujian sim di luar negeri susah sekali. Selain karena bebas korupsi, mereka juga ingin meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Memikirkan hal itu, saya jadi membayangkan bahwa saya mungkin tidak sendiri. Dengan sistem yang korup seperti ini, tidak mustahil banyak orang seperti saya. Belum bisa nyetir, tapi udah berani turun ke jalan. Saya jadi membayangkan yang tidak-tidak. Kalau banyak orang seperti saya di jalan raya, apa jadinya lalu lintas indonesia?<br />
Syukurnya saya belum, ah semoga tidak pernah, mengalami insiden apapun selama menyetir. Paling hanya senggol spion atau nabrak bemper yang tidak sampai menimbulkan huru hara di jalan. Itu pun saya yang biasanya ditabrak. Hal ini lagi-lagi bukan karena saya bisa nyetir, tapi lebih karena beruntung mungkin, lagian saya sangat extra hati-hati membawa mobil pokoknya jarang di atas 60 km per jam jalur biasa.</p>
<p>Pertama kali menyetir, saya tidak dapat pungkiri kalau saya senang sekali. Kesampaian juga angan-angan ini. Nyetir sendiri, menembus kemacetan ibukota sambil mendengarkan alanis mendendangkan lagu-lagunya di tape radio. Namun, setelah beberapa kali saya jadi kurang menikmatinya. Pertama oleh karena rasa deg2an yang tidak henti2mya muncul ketika berada di belakang setir. Stressnya bukan main. Menyetir bukan hanya melelahkan badan tapi juga jiwa. Hal lain yang kurang menyenangkan dari menyetir adalah saya kehilangan beberapa hal yang suka ketika menjadi penumpang pasif. Pertama, saya tidak bisa baca buku lagi. Novel catch-22 yang baru saya mulai baca tak tersentuh sama sekali. Biasanya saya membaca ketika ngebis. Yang kedua adalah, saya kehilangan kesempatan untuk tidur. Wuaah, saya sudah tidak bisa melakukan hal itu lagi, yang saya sering sebut surga dunia, bisa terlelap tidur undur diri dari kenyataan dan bisingnya sekitar. Rasa puas muncul ketika terbangun dan mendapati tujuan sudah dekat. Dan tentu saja, saya rindu berinteraksi dengan orang sekitar di angkutan umum yang terkadang lucu-lucu tingkahnya. Dan satu hal lagi, saya kangen sama supir ganteng saya kelik yang dulu selalu siap sedia mengantarkan kemanapun. Saya kangen menghabiskan waktu dengannya didalam mobil kecil kami, ngobrol apa saja, membicarakan hidup dan sesekali menertawakannya. Tapi mau tak mau saya sekarang harus berangkat kemana-mana sendiri karena pekerjaan Kelik saat ini mengharuskannya tetap dirumah. Jadilah saya yang amatir ini berkelana di jalanan.</p>
<p>Dan inilah pengakuan saya sekaligus permohonan langsung kepada pengguna jalan yang lain untuk memaklumi keberadaan saya ditengah-tengah mereka. Mohon maklum teman jika ada salah dalam berkendara!</p>
<p>-ika yang baru pulang dari menyetir kurang lebih 2 jam dengan kaki pegal dan kepala pening.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/751/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/751/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=751&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/15/pengakuan-pengendara-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angan-angan yang berantakan</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/11/angan-angan-yang-berantakan/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/11/angan-angan-yang-berantakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 16:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/11/11/angan-angan-yang-berantakan/</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu. Saya menyimpan bayangan diri sendiri dimasa depan. Saya membayangkan diri yang mandiri dan sendiri. Hidup mapan dengan posisi bergengsi di sebuah perusahaan. Tidak punya siapa- siapa, hanya saya dan pekerjaan. Masih terpapar jelas di benak naif saya waktu itu, sosok ika di masa mendatang dengan pakaian rapinya dan sepatu berhak mengendarai mobil hampir dini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=747&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu.<br />
Saya menyimpan bayangan diri sendiri dimasa depan. Saya membayangkan diri yang mandiri dan sendiri. Hidup mapan dengan posisi bergengsi di sebuah perusahaan. Tidak punya siapa- siapa, hanya saya dan pekerjaan. Masih terpapar jelas di benak naif saya waktu itu, sosok ika di masa mendatang dengan pakaian rapinya dan sepatu berhak mengendarai mobil hampir dini hari untuk pulang ke rumah yang tidak berpenghuni. Imaginasi saya pun bermain lebih detil lagi, saya mengendarai mobil jeep keluaran eropa, semacam terrano atau blazer biar terlihat gagah dan mentereng dijalanan. Suami belum punya, hanya beberapa pacar yang silih berganti :p Hampir semuanya aku punya tapi tetap aku merasa sendiri</p>
<p>Sekarang<br />
Aku tetap ika yang mandiri, atau setidaknya berusaha mandiri. Namun bayangan perempuan sukses itu luluh lantak. Saat ini, saya hanyalah kuli tinta di sebuah media di jakarta. Tidak ada baju rapi atau sepatu keren. Kaos, celana jeans dan sendal cukuplah buat menemani hari-hariku. Paling berdandan cantik sesekali kalau bertemu presiden atau orang penting. Dan bukannya terrano atau mobil gagah lainya, saat ini saya membawa si abdul yaris mobil mungil cantik warna putih yang tidak memerlukan keahlian menyupir tingkat tinggi. Itu pun saya bawa dengan susah payah. Kalo melihat orang menyetir tapi tampangnya seperti orang berlari 20 lap itu saya. Keringetan dimana- mana Tegangnya mit-amit. Rekor saya menyupir paling jauh ya cuma ke pluit, lewat tol untuk pertama kalinya. Dan untungnya sukses (yay!). Setidaknya SIM yang kubikin tahun lalu dengan cara yang sama sekali tidak membanggakan tidak percuma. Ah imajinasi seringkali tidak menyertakan hal-hal yang bersifat teknis. Lalu yang berbeda lainnya adalah saat ini aku punya orang yang menungguku dirumah. Senyum Pagi dan sang suami tercinta yang berkantor dirumah ( yup. Ika yang sekarang bersuami saudara2 hihihi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kedua orang inilah yang selalu memacu diri ini untuk menyetir lebih cepat dari 30 km per jam hihihi.</p>
<p>Sekarang memang jauh berbeda dengan apa yang kubayangkan dulu. Mimpi-mimpi itu tidak semuanya terwujud. Tapi kuberterimakasih buat anugerah yang bisa kupunya saat ini.</p>
<p>Ah, terimakasih semesta buat angan-angan yang berantakan ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/11/20111111-233831.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/11/20111111-233831.jpg?w=450" alt="20111111-233831.jpg" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/747/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=747&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/11/11/angan-angan-yang-berantakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/11/20111111-233831.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20111111-233831.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taklukan dunia, nak</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/taklukan-dunia-nak/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/taklukan-dunia-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 14:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/taklukan-dunia-nak/</guid>
		<description><![CDATA[Sayangku Pagi, Tahukah kamu kalau keka harus menunggu seperempat abad untuk bisa mendapatkan pasport dan menginjakkan kaki di tanah asing. Beruntung sekali dirimu anakku. Kamu bisa mendapatkan buku hijau itu ketika dirimu masih kecil. Umur sebulan dan kamu sudah mendapatkan tiket untuk bisa melanglang dunia. Dan di umurmu dua bulan lebih 4 hari, kamu pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=743&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangku Pagi,</p>
<p>Tahukah kamu kalau keka harus menunggu seperempat abad untuk bisa  mendapatkan pasport dan menginjakkan kaki di tanah asing. </p>
<p>Beruntung sekali dirimu anakku. Kamu bisa mendapatkan buku hijau itu ketika dirimu masih kecil. Umur sebulan dan kamu sudah mendapatkan tiket untuk bisa melanglang dunia. </p>
<p>Dan di umurmu dua bulan lebih 4 hari, kamu pun sudah melesat terbang pergi ke negara tetangga. </p>
<p>Aiih. </p>
<p>Maafkan jika sebelumnya kamu butuh waktu lama dan tenaga ekstra untuk mendapatkan buku setebal 48 halaman itu. Kamu harus menunggu lama dan berdesak-desakan di tengah-tengah kerumunan orang yang antri menunggu giliran difoto. Ah, tapi kau boleh berbangga hati karena pasport ini kau dapat bukan dari hasil korupsi ataupun suap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Maafkan juga jika pengalaman pertamamu mencecap dunia kurang asik. Jujur saja, Keka masih kaku. Rasa ingin mengajakmu berpetualang campur aduk dengan perasaan kuatir dan was was. Semua jadi serba tidak tenang karena harus buru-buru. Keka takut kamu tidak nyaman, kecapean dan lain sebagainya. Meski kota yang kita kunjungi sangat ramah pada bayi -dengan segala fasilitas ruang menyusui dimana-mana &#8211; tetap saja perasaan tidak tenang tetap menghantui. </p>
<p>Semoga perjalanan berikutnya bisa lebih baik ya putriku sayang. </p>
<p>Betapa keka ingin mengajakmu pergi ketempat-tempat baru, bertemu orang-orang asing, untuk mengenal budaya mereka yang berbeda dan tentu saja menghormatinya. </p>
<p>Mungkin kita bisa pergi mengunjungi om fajar yang sedang belajar di jepang, atau tante odit di sydney. atau teman-teman ayah, om andrea dan tante sam di milan dan tentu saja om yuri dan roxan di belanda. </p>
<p>Hahahaha, sepertinya kita butuh menabung banyak ya sayang. </p>
<p>Atau kita bisa mulai ditanah air sendiri. Keka rasa akan tidak kalah menyenangkan. Mengunjungi kampung teteh di sukabumi, atau pergi ke padang, tempat tante alia. Atau ke sulawesi mungkin, singgah kerumah akung Jono. </p>
<p>Jadi teringat percakapan Keka dengan Trinity, tukang jalan-jalan tersohor itu. Dalam sebuah wawancara, dia memberikan saran untuk menaklukan nusantara dulu sebelum berpetualang ke penjuru dunia. Katanya, begitu indonesia -negara dengan sistem infrastruktur yang masih buruk ditambah lagi dengan faktor X yang tidak tertebak, baik itu macet, banjir, copet dan petugas yang korup &#8211; sudah ditangan, maka negara-negara lain jadi urusan kecil. </p>
<p>Dari dirinya, keka pun mendapatkan ide untuk menyuruhmu membuat proposal mini yang bisa kau ajukan menjelang liburan sekolah, sama seperti yang dilakukan orang tua trinity ketika dia kecil. Di proposal liburan itu, kamu harus menyertakan tujuan liburanmu, dimana kamu akan tinggal, apa yang akan kau lakukan. </p>
<p>Aah rasanya tak sabar. Pastinya seru sekali</p>
<p>Ayo cepat besar, nak!</p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-210303.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-210303.jpg?w=450" alt="20111011-210303.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=743&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/taklukan-dunia-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-210303.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20111011-210303.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ber.kar.ya</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/ber-kar-ya/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/ber-kar-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 07:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/ber-kar-ya/</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa tinggal seminggu cuti melahirkanku usai. Senangnya diriku akhirnya masih bisa menyempatkan diri untuk mewujudkan beberapa keinginan disela-sela kesibukan mengasuh anak. Sebuah boneka rajut mutan (karena salah ukuran ) dan lukisan warna-warni berhasil kubuat seminggu sebelum aku kembali ke rutinitas semula. Itu artinya Selasa depan aku harus kembali berkutat dengan tulisan-tulisan, jadwal wawancara, undangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=734&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa tinggal seminggu cuti melahirkanku usai. </p>
<p>Senangnya diriku akhirnya masih bisa menyempatkan diri untuk mewujudkan beberapa keinginan disela-sela kesibukan mengasuh anak. </p>
<p>Sebuah boneka rajut mutan (karena salah ukuran <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) dan lukisan warna-warni berhasil kubuat seminggu sebelum aku kembali ke rutinitas semula. </p>
<p>Itu artinya Selasa depan aku harus kembali berkutat dengan tulisan-tulisan, jadwal wawancara, undangan konferensi pers dan tentu saja garis mati (deadlines). </p>
<p>Senang sekaligus deg-degan. </p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-143806.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-143806.jpg?w=450" alt="20111011-143806.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>Monsieur Le Toy yang benar-benar letoy karena dibuat tidak mengikuti design yang diberikan. Tapi dia ternyata cocok buat jadi guling si Pagi. </p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-144257.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-144257.jpg?w=450" alt="20111011-144257.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>Dan ini adalah lukisan terbaruku. Baru saja selesai pagi ini. Setelah sekian lama tidak melukis, senang sekali bisa kembali bermain-main dengan kanvas dan cat. Meski butuh tiga hari untuk menyelesaikannya karena aku tidak bisa berlama-lama di depan kanvas, tapi sensasi yang kurasakan masih sama. </p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-145205.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-145205.jpg?w=450" alt="20111011-145205.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>Kuberi judul &#8220;we gonna be so cool together&#8221;. Iya ini aku dan pagi. Aku melukis di 2 kanvas berbeda dan aku kemudian menggabungkannya. Rencananya, aku akan memasangnya di ruang kerja kelik yang dindingnya masih miskin pajangan. Tentu saja untuk menemaninya berkarya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=734&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/10/11/ber-kar-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-143806.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20111011-143806.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-144257.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20111011-144257.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/10/20111011-145205.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20111011-145205.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkarya senantiasa</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/berkarya-senantiasa/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/berkarya-senantiasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 16:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/berkarya-senantiasa/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Terus berkarya yaa&#8221; itu adalah pesan yang saya sampaikan kepada teman- teman yang baru punya anak. Saya berusaha menyemangati mereka untuk tetap produktif dan bereksistensi meski sudah ada si kecil. Dengan semangat yang sama, saya pun menyusun rencana-rencana besar sewaktu si kecil hadir. Saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan cuti tiga bulan. Saya berencana melukis, merajut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=732&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Terus berkarya yaa&#8221; itu adalah pesan yang saya sampaikan kepada teman- teman yang baru punya anak. </p>
<p>Saya berusaha menyemangati mereka untuk tetap produktif dan bereksistensi meski sudah ada si kecil. </p>
<p>Dengan semangat yang sama, saya pun menyusun rencana-rencana besar sewaktu si kecil hadir. </p>
<p>Saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan cuti tiga bulan. Saya berencana melukis, merajut, menulis buku anak, bahkan saya pun berniat pulang ke jogja melakukan ini-itu. </p>
<p>Aah saya memang kelewat ambisius. </p>
<p>Nyatanya tidak ada rencana saya yang terwujud sampai sekarang. </p>
<p>Mengasuh anak adalah komitmen 24 jam, apalagi buat saya yang belum dapat asisten hingga kini dan punya orang tua yang masih bekerja dan tingga. </p>
<p>Mengutip kata teman saya, ngupil pun tak sempat. </p>
<p>Saya benar-benar keteteran. Bahkan mengurus taman belajar pun kerepotan. Untung ada beberapa teman membantu, meski juga tidak bisa selalu mengharapkan. Mau tak mau saya harus berakrobat mengajar sembari menimang dan menyusui si kecil. </p>
<p>Saya sempat sedih menyadari betapa tidak produktifnya saya dan kelas saya yang sepertinya tidak terurus. </p>
<p>Namun, nampaknya saya harus merubah konsep  berkarya yang ada di otak saya saat ini.</p>
<p>Berkarya buat saya saat ini bukan hanya menghasilkan buku, lukisan atau sesuatu. </p>
<p>Karya saya saat ini adalah lagu senandung kompilasi acak adut dengan nada-nada fals yang saya lantunkan untuk meninabobokannya. </p>
<p>Saya berkarya ketika saya bisa memandikan si kecil sendiri waktu dia berusaha satu minggu atau bisa menggendongnya dengan kain jarik. </p>
<p>Prestasi saya adalah setiap rewelan yang berubah jadi senyum, malam-malam tanpa tangis, dan juga belaian yang berujung tidur pulas. </p>
<p>Dan kalau dipikir-pikir, saya juga lumayan produktif kok. Seratus lima puluh ml asi sehari apa namanya kalo tidak produktif? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Aah mungkin saya sedang menghibur diri tapi tak sabar diri ini untuk berkarya lagi. </p>
<p>Mungkin kelak denganmu, kecilku?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=732&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/berkarya-senantiasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mentor Mungil</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/mentor-mungil/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/mentor-mungil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 16:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/mentor-mungil/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum melahirkan, saya sempat gundah gulana memikirkan apa yang akan saya lakukan ketika si kecil datang ke dunia. Beribu pertanyaan bertubi-tubi datang. Bagaimana saya akan membesarkan? Apa yang akan saya ajarkan padanya sehingga dirinya bisa jadi orang yang berbudi pekerti? Siapkah saya menjawab pertanyaan-pertanyaan anehnya nanti? Kira-kira metode pendidikan anak yang seperti apa yang baik? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=731&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melahirkan, saya sempat gundah gulana memikirkan apa yang akan saya lakukan ketika si kecil datang ke dunia. </p>
<p>Beribu pertanyaan bertubi-tubi datang.<br />
Bagaimana saya akan membesarkan?<br />
Apa yang akan saya ajarkan padanya sehingga dirinya bisa jadi orang yang berbudi pekerti?<br />
Siapkah saya menjawab pertanyaan-pertanyaan anehnya nanti?<br />
Kira-kira metode pendidikan anak yang seperti apa yang baik? Apakah pola reward punishment, good cop bad cop, atau apa?</p>
<p>Dan belum sempat saya tuntas menjawab pertanyaan tersebut. Senyum Pagi pun muncul, datang memorakporandakan segala asumsi awal mengenai relasi orang tua dan anak. </p>
<p>Sebagai orang tua, yaitu orang yang dituakan saya pikir sudah sepantasnya saya tahu lebih banyak, mengerti lebih dalam agar bisa memberi wejangan dan nasihat lalu menjadi panutan buat si kecil. </p>
<p>Tapi asumsi saya langsung hancur seketika ketika saya berhadapan dengan si kecil. </p>
<p>Sudah 1 bulan 17 hari saya genap jadi ibu, dan saya merasakan bahwa saya yang diajari dan dibimbing oleh si kecil dan bukan sebaliknya. </p>
<p>Saya memanggilnya guru kecil. </p>
<p>Dia mengajari saya, makhluk egois nan keras kepala ini, banyak hal. </p>
<p>Semua dilakukannya dengan cara-cara sederhana. </p>
<p>Lewat tangisan tanpa henti, rengekan manjanya, senyumnya yang manis, dan tawa yang malu-malu. </p>
<p>Dia mengajari saya bagaimana berubah untuk lebih sabar, peka terhadap orang lain, tidak mudah mengeluh, menyanyi ( jangan tanya gimana hasilnya tapi lumayan ampuh untuk meninabobokannya:)), multitasking (mengasuh sendiri tanpa asisten benar-benar menempa diri untuk bergerak lebih efektif dan efisien), berimprovisasi mencoba segala cara untuk mendapatkan sesuatu dalam hal ini konteksnya tentu saja menidurkan Pagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Sampai saat ini saya masih jauh dari sempurna. Contohnya saja saya masih saja tidak sabaran ketika Pagi menangis terus menerus tanpa henti meski semua cara sudah saya lakukan. Biasanya saya jadi uring-uringan atau bahkan pada awalnya saya jadi ikutan nangis karena merasa putus asa. Namun akhir-akhir ini, saya memutuskan untuk diam, ketika Pagi super rewel. Saya memilih tak bersuara menghadapinya meskipun dia dalam dekapan dan gendongan saya. </p>
<p>Saya masih belajar. Meskipun lambat, si guru kecil tak pernah bosan mengajari saya. </p>
<p>Tantangan baru selalu muncul tiap hari. Seperti kemarin, ketika orang yang  bertugas mencuci dan membersihkan rumah tidak datang. Jadilah saya dan kelik berakrobat mengasuh,  membersihkan rumah dan kemudian mencuci. </p>
<p>Fiuh, untung saja kami lulus ujian. Kelik mencuci. Saya yang menyapu dan mengepel rumah. Dan kami bergantian mengasuh si mungil. </p>
<p>Entah pelajaran apa lagi yang akan guru kecil berikan besok. </p>
<p>Saya siap, guru mungilku. </p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/09/20110911-231605.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/09/20110911-231605.jpg?w=450" alt="20110911-231605.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=731&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/09/11/mentor-mungil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/09/20110911-231605.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20110911-231605.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat datang, Senyum Pagi</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/selamat-datang-senyum-pagi/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/selamat-datang-senyum-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 19:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/selamat-datang-senyum-pagi/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya kamu datang anakku tersayang. Setelah sembilan bulan menimang-nimangmu dalam perut dan setelah perjuangan selama 20 jam di rumah sakit yang berakhir di meja operasi, kamu hadir lewat tangis suara yang nyaris tak terdengar karena dirimu sudah terlalu berjuang diperut untuk bisa keluar. Dan rasa haru membuncah merasakan tubuh mungilmu didadaku pertama kali. Ah sayang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=728&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya kamu datang anakku tersayang.<br />
Setelah sembilan bulan menimang-nimangmu dalam perut dan setelah perjuangan selama 20 jam di rumah sakit yang berakhir di meja operasi, kamu hadir lewat tangis suara yang nyaris tak terdengar karena dirimu sudah terlalu berjuang diperut untuk bisa keluar. Dan rasa haru membuncah merasakan tubuh mungilmu didadaku pertama kali. </p>
<p>Ah sayang, tak sabar melihatmu tumbuh besar. Kamu dan aku akan jadi tim yang hebat untuk menghadapi dunia yang semakin aneh ini. </p>
<p>Ingat kan waktu aku memperdengarkan play list-ku ke dirimu anakku dalam perjalanan pulang ditaksi waktu kamu masih nyaman dikandungan, aku berbisik: we gonna be so cool together. </p>
<p>Can&#8217;t wait for the moment. </p>
<p>Let&#8217;s rock the world together, my baby!</p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-020154.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-020154.jpg?w=450" alt="20110821-020154.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=728&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/selamat-datang-senyum-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-020154.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20110821-020154.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Keka?</title>
		<link>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/kenapa-keka/</link>
		<comments>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/kenapa-keka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 18:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>psychopatika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/kenapa-keka/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan mama, mami, bunda, ibu, mimi, mima atau segala jenis ma ma yang lainnya. Aku ingin anakku memanggilku dengan sebutan Keka. Memang rada ga matching dengan panggilan Ayah yang dipilih suamiku. Tapi peduli amat, aku punya alasan kenapa aku memilih panggilan itu. Mama, mami, mima, mimi atau apapun itu kupikir terlalu biasa. Sama seperti kebanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=725&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan mama, mami, bunda, ibu, mimi, mima atau segala jenis ma ma yang lainnya.<br />
Aku ingin anakku memanggilku dengan sebutan Keka.<br />
Memang rada ga matching dengan panggilan Ayah yang dipilih suamiku.<br />
Tapi peduli amat, aku punya alasan kenapa aku memilih panggilan itu.<br />
Mama, mami, mima, mimi atau apapun itu kupikir terlalu biasa. Sama seperti kebanyakan anak-anak lain memanggil perempuan yang melahirkannya.<br />
Demikian juga ibu. Sebenarnya aku sempat ingin dipanggil itu oleh anakku karena kupikir ibu adalah panggilan yang bersahaja dari seorang anak kepada ibundannya dibanding mama.  Tapi aku pun berubah begitu mendapati begitu banyak orang memanggil aku dengan sebutan itu ketika aku kemana-mana waktu hamil. Ya petugas imigrasi, ya kasir di indomart, ya tukang gorengan, supir taksi. Duh, jadi ilfil.<br />
Mmm, lalu kenapa tidak bunda? Panggilan yang sedang lumayan ngetrend dikalangan ibu-ibu masa kini. Alasannya rada norak sih, tapi sudah cukup bagiku untuk tidak menggunakannya. Aku kurang selera memilihnya karena panggilan itu mengingatkanku pada dorce hihihi. Seorang komedian yang disebut-sebut bunda oleh orang.<br />
Sebenarnya aku pada awalnya ingin anakku memanggil anakku dengan sebutan nama saja. Ika. Tapi setelah berbicara dengan beberapa orang dan memikirkan implikasi sosial kedepannya, aku urung menggunakannya. Aku malas sekali menghadapi lirikan dan sindiran tajam bapak ibuku dan orang-orang tua ketika aku menyuruh anakku memanggil namaku.<br />
Lalu apa dong?<br />
Akhirnya aku pun berkreasi  sendiri. Kuciptakan saja panggilan Keka, yang sebenarnya tidak punya arti apa-apa tapi mengandung lafal bunyi yang sama dengan namaku &#8220;Ka&#8221;. Jadi sekilas tetap kedengaran anakku memanggilku namaku saja kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dan strategiku cukup berhasil. Meskipun banyak orang jadi bertanya-tanya apa artinya (yang biasanya akan kubalas dengan senyuman, apalagi kalo orang tua yang nanya), panggilan Keka menurutku pilihan yang tetap. Aku tetap mendapatkan mauku tanpa perlu dihakimi oleh bapak ibuku yang menerima panggilan itu karena menduga kalo Keka itu singkatan Kelik dan Ika.<br />
Hihihi.<br />
Intinya sebenarnya, sama seperti nama anakku: Senyum Pagi (iya Senyum Pagi tanpa embel apa-apa), aku ingin buah hatiku memiliki panggilan special dan tiada duanya buat aku.<br />
Tapi apapun panggilannya, sebenarnya tidak penting, karena kutahu dari tatapan mata beningnya, aku tahu anakku memanggilku dengan bahasa lain yang tak tergambarkan lewat kata-kata tapi bisa kurasa dalam hati. </p>
<p>Ya kan, Pagi?</p>
<p><a href="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-013632.jpg"><img src="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-013632.jpg?w=450" alt="20110821-013632.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/psychopatika.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/psychopatika.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=psychopatika.wordpress.com&amp;blog=13286918&amp;post=725&amp;subd=psychopatika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psychopatika.wordpress.com/2011/08/21/kenapa-keka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9dd2e4c4427853ce76e0d779c74f1b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">psychopatika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://psychopatika.files.wordpress.com/2011/08/20110821-013632.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20110821-013632.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
