psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

yang ngac*ng, ngacung…*

kemarin sebetulnya ga kaget kaget amat diriku, waktu mendengar akhirnya anggota dpr bodoh-nan-korup-dan-kurang-kerjaan itu akhirnya mengesahkan undang-undang (UU) anti pornografi.

Miris juga sih. Sedih bahwa UU ini jadi ancaman buat dunia kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia karena kebebasan berekspresi bakal dibatasi, dibatasi entah sampai mana, tidak jelas juga patokannya. Lalu lalu, Dewi Persik, Inul, dan model-model yang berpose menggoda di halaman depan majalah bakal sering dipanggil ke polisi.

Nah, lalu bagaimana dengan aku dan jutaan perempuan di Indonesia. Apakah UU ini juga akan berpengaruh pada kami?

Mmm..seorang teman dari Australia yang tak mau kalah mengomentari UU aneh ini, berujar bahwa dirinya terlalu seksi untuk UU itu. Bentuk kakinya yang jenjang, bibirnya yang penuh, rambutnya yang berantakan sehabis bangun tidur..waaah, dia seksi bangeet dan bisa membuat cowok-cowok di jalan klepek-klepek. Apakah dia bisa ditangkap gara-gara itu?

Masalah ditangkap-menangkap. Aku jadi berpikir apakah nanti akan ada polisi-polisi moral di pinggir jalan, yang menangkapi cewek-cewek yang dianggap seksi dan mengundang syahwat. Bah, polisi kurang kerjaan, kayaknya banyak sekali pekerjaan yang bisa mereka lakukan, ketimbang melototin cewek-cewek di pinggir jalan.

Lalu bagaimana? Apakah nanti sistem penangkapan ini didasari atas prinsip penggugat dan digugat? ada yang melapor ke pihak berwajib, kemudian yang dilaporkan di proses?

Mmm…tapi kalau begitu apa yang membuat digugat lebih bersalah ketimbang yang menggugat? Karena mereka dengan otak ngeres juga bersalah doong, jadi bukan cuma mba-mba yang berpakaian seksi itu doang dong…

Misalnya, sebutlah si Kuntul, menggugat seorang cewek yang dianggapnya terlalu seksi dan menggoda. Lalu parameternya apa? Yah gampangnya, si cewek itu membuat si Kuntul kontolnya ngaceng. Nah, mana bisa ceweknya saja yang disalahkan. Karena hubungan antara cewek yang seksi dengan kontolnya kuntul yang ngaceng adalah pikiran kuntul yang macem-macem (ngeres). Ga mungkin kan tiba-tiba ngaceng karena ada cewek seksi, pasti harus ada yang membuat berdiri. Titit, kontol ataupun penis (terserah anda mau sebut apa) adalah sama seperti anggota tubuh yang lain, yang dikontrol sama pikiran.

Atau misalnya masalahnya begini, si penggugat bukan satu orang, tapi banyak orang, si Kuntul dan teman-teman. tapi aku yakin standar ngaceng antara satu orang dengan yang lain kan beda-beda. Belum tentu Kuntul ngaceng yang lain ikut ngaceng. Yah kan?

Konsep seksi lalu bukan pemahaman individu, tapi jadi konsesus sosial. Dan konsesus itu kemudian bisa dinegosiasikan. Menurutku yang lebih taktis, adalah bermain-main dengan konsep seksi ini, misalnya aku yang bermata besar dan berambut ikal, berusaha sekuat tenaga membuat bahwa konsep seksi itu juga ada pada mereka yang bermata sipit dan berambut lurus. Mmm…

Jadi kalo misalnya dipengadilan nanti, ketika si Hakim bisa  bertanya pada pihak penggugat,” Siapa yang ngaceng melihat mbaknya? yang ngaceng, ngacung hayo…,” Penggugat pun bingung karena begitu banyak konsep seksi yang ada kepala mereka masing-masing. Mau ngaceng, jadi ragu-ragu!

huahahaha…

Mmm, jadi inget cerita waktu Yesus membela seorang perempuan pelacur yang akan dilempari batu oleh sekelompok orang, Dia berkata waktu itu,” siapa yang merasa tidak berdosa, berhak melempari batu duluan,”

Dan aku hanya bisa berujar,” Yak, yang ngaceng, ngacung!!”

*diinspirasi dari obrolan tengahmalam dengan Kelik

Advertisements

7 Responses to “yang ngac*ng, ngacung…*”

  1. huahahahahahaha
    bener sayang….
    tingkat ke ‘porno’ an suatu produk pornografi emang relatip….
    seru juga kalo diukur dari tingkat ke’ngaceng’an nya yah… hehehe
    kalo mau aman, cari penggugat yang 60th an keatas ajah.
    dijamin gak bakal porno!

    aduh sayang,
    bisa aja aku dituntut menyimpan materi pornografi dirumah nih…
    bisa kena pasal 33 aku…. denda ampe 2milyar!
    (karena kamu mahluk tuhan yang paling seksi lebih seksi dari mulan jamilah….)

    huahahahahahahahaha

  2. gilingan ya bo… profesi sambilan gue sebagai bellydancer bisa terancam niy, kl begini…

  3. IKA…AKU SUKA JUDUL POSTMU YANG INI!!!! (Huruf besar dan tanda seru yang banyak menggambarkan excitement)

  4. waduuh adit, loe bisa belly dancer…huaaah, gw mauuuu doooong diajarin, abis itu kita nari bersama-sama di bundaran hi…penasaran, ada yang nangkep ga yah?

  5. huahahahha..priska, kangen obrolan kita nan seru dan jorok di malam-malam sendu di Hamburg..huahahahahahahahahaha

  6. Iya ‘Ka…yang jorok-jorok emang seru…

  7. kalo cewenya yg horny gimana. misal ada co cakep di jalan. apa krn cewek gak bisa berdiri? jd gak ketauan dia horny apa gak. misalnya nabi yusuf yg digoda sama siapa tuh lupa namanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: