psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

taiiii..

Taiiii…

Sebentar-sebentar jangan pikir bahwa postingan kali ini saya akan berbicara tentang tai..tenang saja, saya akan berbicara hal lain, namun kurang lebih sama dengan kata tiga huruf itu: iyah tentang agama.

Pasti heran kenapa saya yang masih menganut agama ini bisa beranggapan seperti ini.

Keputusan ini saya ambil bulat-bulat melalui pengamatan berminggu-minggu, setelah melumat pemberitaan media yang selalu membuat dada sesak dan juga perbincangan dengan beberapa orang yang selalu diakhiri dengan desahan panjang.

Monyet benar.

Merasakan pedihnya membaca di media beberapa tindakan sekelompok orang menyerang tempat ibadah di Bogor. Tidak berhenti disitu saja. Seakan belum puas, si mayoritas kemudian menyerang si minoritas, mengecam, melempar, menusuk dan menembak.

Uuuh…rasanya ingin marah. Iyah memang saya tidak memungkiri betapa tidak terimanya waktu itu menyadari teman-teman seiman diperlakukan semena-mena oleh mereka.

Tapi saya urung niat itu ketika di belahan dunia lain, yang sebaliknyalah yang terjadi. Seorang pendeta sinting mengancam membakar Alquran hanya semata-mata karena dia tidak setuju dengan rencana pembangunan mesjid di New York. Lalu belum lagi larangan di Paris untuk perempuan-perempuan yang memakai hijab hingga menutupi muka.

Tai emang.

Lalu bedanya apa? kita dan mereka? Islam dan Kristen? yang sama-sama punya sifat destruktif semata-mata demi sebuah nilai ketuhanan yang dianggap luhung adi mulia. Cuiiih!

Rasa marah, sedih, bingung jadi satu bertumpah ruah menimbulkan sejuta tanya.

Kita beragama buat apa sih?

Kupikir guru-guru disekolah dan para pemuka agama, pendeta dan ulama selalu mengajarkan kita bahwa agama adalah hal yang baik dan positif, yang bisa membuat hidup jadi lebih baik. Cuiiih!

Tetapi kenapa agama jadi sumber konflik, kemudian orang rela menyakiti sesama, dan agama pula yang bisa menegasikan cinta dua insan dan bisa membuat hidup seseorang begitu nestapa.

Jadi agama buat apa?

Mungkin saya terlalu emosi menyalahkan semata-mata pada agama, mungkin saja itu hanya perilaku perseorangan yang mengambil keuntungan dengan mengatasnamakan agama.

Tapi jika saya disuruh memilih mana di antara manusia atau agama yang seharusnya tidak ada dibumi, tentu saya akan memilih agama.

Advertisements

No Responses to “taiiii..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: