psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

sengsara membawa nikmat dalam lautan kendara ibukota

Sudah lebih dari empat bulan ini, saya dan kelik kemana-mana dengan abdul yaris.

Dia yang menemani  dan mengantar kami dalam perjalanan pulang-pergi kampung bulak ke kota. Lalu dia juga yang melindungi kami dari panas Jakarta dan juga hujan deras.

Namun, terlepas dari  rasa nyaman yang kami dapat, kami juga merasakan penderitaan ketika harus berhadapan dengan lalu lintas jakarta yang acak aduk.

Tapi sudah tekad saya, untuk tidak mengeluh. Saya dan kelik berusaha menerima segala konsekuensi yang hadir ketika kami memutuskan untuk membelinya.

Jadi alih-alih mengumpat dan mengeluh, kami berusaha menciptakan keasikan-keasikan sendiri. Saya memutuskan untuk membaginya disini karena mungkin bisa membantu mereka yang merasa putus asa dengan macetnya ibu kota

Berikut ini beberapa hal yang saya ingat:

1. Pertama kami menciptakan permainan klasik pencegah kebosanan “siapa dulu yang melihat.” Inti dari permainan kami adalah berlomba menemukan mobil Yaris yang lain dan mengucapkan kencang-kencang “Yaris”. Rada norak sih, tapi lumayan lah buat obat jenuh. Cuma akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan permainan ini, karena lama-lama jadi ga sreg, membayangkan jika ada yang menumpang dan menyaksikan betapa aneh dan noraknya kami.  Belum lagi ketika banyak aturan-aturan baru yang muncul dan tidak masuk akal  yang biasanya muncul dari saya. hihihi. Seperti misalnya, permainan tidak berlaku ketika sedang menyetir, membaca, menyisir, dan lain-lain dan lain-lain.

2. Yang kedua, kami akhirnya berusaha menciptakan rangkaian skenario jahat buat para supir angkot yang reseh itu. Hahaha, ini mengasikan dan membuat kami lupa atas amarah kami terhadap mereka yang suka ngetem sembarangan ini.

Skenario jahat ini meliputi upaya pelemparan telur busuk ke arah supir, lalu petasan, binatang berbisa. dan yang paling seru apa yang diajukan kelik.

Kami menepi sebentar, lalu kelik keluar dari mobil, menghampiri si abang supir, menodongkan pisau dan bertanya, “Mau ngetemnya lebih lama lagi bang?” sambil mengarahkan pisau ke ban depan. hihihi

tapi tenang, kami belum pernah sama sekali melakukan serangkaian kejahatan diatas.

3. Kelik kemudian juga menemukan sistem baru dalam tata cara lalu lintas ibu kota. Belum ada yang menyadari, tapi menurut saya masuk akal juga sih. Hal ini menyangkut fenomena polisi cepek dijalan. Menurut kelik, ketika polisi cepek mendapat duit dari mobil yang boleh jalan, seharusnya dia memberikan duitnya kepada mobil yang dia berhentikan. Adil bukan? mmm.

4. Berikutnya, kami mencoba mencari peluang bisnis dari kemacetan ibu kota jakarta. Lalu tercetuslah ide, untuk membuka usaha angkot anti ngetem. hahaha..bayangkan dengan perlakuan istimewa ini, pasti banyak sekali penumpang yang bisa kami dapat meskipun kami naikkan ongkosnya beberapa ratus rupiah.

5. Yang terakhir adalah yang paliang seru, yaitu mengalahkan kemacetan ibu kota. Dan luar biasa, kami bisa melakukannya beberapa kali. Berbekal postingan infolalu lintas di twitter dan juga Mba Jipi (GPS), kami bisa dengan sukses menghindari ruwetnya titik-titik kemacetan di jakarta. Dan  sensasinya luar bisa, seperti habis menang dalam peperangan, puasnya seperti habis menaklukan dunia.. hahaha.

Ayo, ibukota, berani lawan kami?

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “sengsara membawa nikmat dalam lautan kendara ibukota”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: