psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

bukuku kukubu kubuku

saya suka sekali buku sedari dulu semenjak saya kecil.

entah dari mana asal muasalnya, saya kurang begitu ingat. Yang jelas ketertarikan saya pada bacaan bermula bahkan ketika saya belum bisa membaca.

Saya masih mengingat saat-saat dimana saya menangis meronta-ronta meminta ibu saya yang baru saja pulang kerja membacakan sisipan koran pos kota berulang-ulang.

Aneh memang kok masih kecil bacaannya kok Pos Kota yang isinya rada horor itu yah. Yah maklum, bapak ibuku mana kepikir untuk beli buku cerita, lha untuk keperluan sehari-hari pun masih terkadang keteteran.

Yang aneh lagi adalah tidak cukup buat saya untuk sekali saja dibacakan oleh ibu. Mesti berulang-ulang, jadinya saya hafal banget dengan tokoh-tokoh seperti pak doyok, noni dan juga ali oncom yang mesum itu (jadi berpikir jangan-jangan level kemesuman saya saat ini dipengaruhi sejak dini hihihi). Kata ibu saya, meski saya tidak bisa membaca, saya tahu kalau ibu saya salah membacakan atau sengaja melewati bagian-bagian tertentu yang akhirnya membuat ibu saya yang baru pulang dari kerja kerepotan.

duh duh duh.

Saya juga masih ingat ketika saya begitu senang diajak om saya jalan-jalan pergi ke toko buku. Rasanya seperti pergi diajak berpetualang, menyusuri rak-rak penuh dengan tumpukan buku, memilah-milih 3 buku terbaik yang nantinya akan dibeli..Wuaah..rasanya seperti disurga.

Meski sedih juga pada akhirnya, karena setelah om saya menikah, ritual itu tiba-tiba saja lenyap.

Saya memang kurang beruntung waktu kecil. Tidak begitu banyak buku bacaan yang bisa saya baca, karena bapak-ibu saya hanya mau membelikan buku-buku pelajaran atau kalau enggak hanya sebatas majalah Bobo atau Gadis. Lain itu tidak. Akhirnya aku pun berlari ke perpustakaan untuk memuaskan hasrat membaca ini. Tapi itu pun tidak berlangsung lama, karena koleksi buku ceritanya yang terbatas.

Aku pun pernah bela-bela-in nabung bersama adik-adikku menyisihkan uang untuk membeli serial komik Sailor Moon. Ah, gandrung sekali waktu itu kami, apalagi ada serial TV nya yang seru. Kami pun menabung diam-diam dan menyembunyikan buku koleksi kami di kolong tempat tidur, karena kalau ketahuan orang tua pasti langsung dimarahi karena harganya pun lumayan waktu itu sekitar 19,000 satu buku.

Makanya beruntung sekali waktu ketemu Keliek yang ternyata juga bernasib sama denganku. Sama-sama anak pegawai negeri yang kalo belanja buku harus mikir dua kali πŸ™‚ Jadinya sama-sama kalap kalau ke toko buku, mau beli ini itu, semuanya tanpa ada rasa bersalah. Kami berdua menyepakati sebuah prinsip bahwa kalau beli buku: diusahakan tidak perlu mikir budget hihihihi..niatnya memang balas dendam!

Rak buku kami dikamar sekarang sudah hampir penuh, padahal kami baru mengisinya tiga tahun ini. Mmmm…entah kemana lagi kita akan menaruhnya. Ingin sekali punya rak-rak buku yang menjulang tinggi memenuhi dinding-dinding. *ngiler*

Dan saat ini kami sedang merintis perpustakaan mini buat taman belajar rumahsenyumpagi. Ide ini sebenarnya sudah lama, mengingat banyak teman-teman dan sahabat-sahabat kami yang banyak menyumbangkan buku untuk kelas kami. Rencananya nanti perpustakaan ini akan dikelola oleh anak-anak sendiri. Saat ini kami sedang mempersiapkan segalanya dan membeli beberapa perlengkapan. Doakan bulan Februari ini akan jadi kenyataan yaaah…

Advertisements

7 Responses to “bukuku kukubu kubuku”

  1. Aduh ika.. Aku geli sendiri mbca crtamu tg si ali oncom. Hipotesamu sptnya benar, hahaha πŸ˜€
    gut lak buat prpustkaannya πŸ™‚

  2. hihihi…yah gitu deh vir. aib sejak dini..
    oiya, perpustakaannya hampir jadi lho…tengok di http://rumahsenyumpagi.multiply.com/photos/album/131
    ayo kapan berkunjung πŸ™‚

  3. Ikaaa, aku mau sumbang buku untuk perpusmu. Harus yang bahasa Indonesiakah? Trus harus children bookskah?

  4. asik asik..boleh banget Grace..yang bahasa indonesia ga pa2 kok.
    tapi sepertinya harus buku anak-anak. karena anggota perpusnya semua anak-anak πŸ™‚ Atau kamu mau jadi anggota juga? πŸ™‚

  5. sips, ntar aku titip lewat odit yah. aw aw, mau banget jadi anggota. hehe, gimana prosedurnya? πŸ™‚

  6. sipps, ntar aku titip lewat odit aja yah. aw aw, mau banget jadi anggota. gimana prosedurnya? πŸ˜‰

  7. main yuk ke kelasku grace. aku dan keliek pengin banget kamu ngajar anak-anakku dengan macam-macam kreatifitasmu. pasti seru! ditunggu yaaa…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: