psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Petuah dari Rusia

“Just call me Seroja. Like the name of a flower,” Pria itu berkata waktu kami pertama kali bertemu.

Penampilannya ketika itu lusuh luar biasa. Rambutnya yang lepek, ditambah lagi kaos kuning dan celana merahnya yang kotor dan lecek. Huaah..sempat ajaib pertama kali melihatnya. Benar ini turis dari Rusia. Kalau saja rambutnya tidak berwarna kuning, Sergey (nama aslinya) tiada beda dengan abang-abang di sering mangka di stasiun Tanah Abang, tempat dimana kami menjemputnya.

Sebenarnya aku tidak menyangka dia akhirnya bisa sampai di Jakarta dan bisa bertemu kami. Kedatangannya sebenarnya sudah diberitahukan kepada kami jauh-jauh hari. Sergey adalah teman dari teman Kelik, Nadja,  yang pernah ketemu waktu di Paris tahun lalu.

Nadja juga bilang bahwa Sergey ini turis dengan budget pas-pasan sehingga butuh tempat tinggal untuk bisa menghemat pengeluaran.

Aku dan Kelik tidak masalah, karena kami selalu senang menerima tamu dirumah kami yang mungil ini. Apalagi tamunya datang jauh-jauh dari Rusia..waah bakal banyak hal-hal yang menarik terjadi pastinya.

Lama tidak ada kabar, Sergey pun mengirimkan pesan hanya lewat Facebook, kalau dia sudah sampai sumatra. Dia bilang 3 hari lagi akan sampai di Jakarta.

Sehari- dua hari -tiga hari tidak ada kabar. Kelik sempat bingung karena tidak tahu harus menghubungi siapa. Yang bisa dia lakukan adalah mengirim pesan lewat facebook. Dari facebook jugalah, kami jadi tahu banyak kalo dia sudah pergi ke beberapa negara seperti Mongolia, China, Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia sebelum akhirnya tiba di Indonesia.Keren!

Hingga suatu pagi, berderinglah handphone Kelik. Dan iyah itu adalah tamu yang ditunggu-tunggu. Dia mengabarkan kalo dia sudah di Bakauheni dan akan menyebrang ke Jakarta. Dia bilang mungkin akan sampai Jakarta di sore hari.

Okey..kelik pun berusaha mencatat no itu. Oooh tetapi ketika dihubungi kembali, ternyata itu no. orang..hahahaha..Dia nebeng telpon orang karena belum beli kartu perdana. ckckckck…susah juga yah, tapi yah sudahlah yang penting kami pesan bahwa dia harus mengabari kalau sudah tiba di Jakarta.

Sore pun tiba, dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba no.lain menelpon kelik. dan itu ternyata sergey lagi dengan no orang lain lagi. Dia sudah tiba di Stasiun Tanah Abang. Segeralah kami putar arah dan bergegas ke arah stasiun dan mendapatinya lengkap dengan tas ranselnya yang besar itu.

Sergey adalah orang yang menyenangkan. Dia cerita banyak hal, terlebih soal pengalamannya menjelajahi beberapa negara. Saya juga kagum dengan kemauannya untuk belajar bahasa lokal dan betapa cepat dia mengerti. Dia punya buku saku kecil tempat dimana dia mencatat kata-kata baru (tenang saya tidak mengajari kata-kata kotor kok hehhee). bahkan ketika pertama kali bertemu, dia sudah bisa ngomong: Tak ada duit, Tak ada duit hihihihi.

Kalimat itu penting sekali mungkin baginya, yang hanya bermodalkan nekat untuk melakukan perjalanan keliling dunia. Iyah. Dia berencana keliling dunia dalam waktu yang tak terbatas. Ajaibnya dia pergi tanpa persiapan khusus apapun terlebih uang. Dia tak punya tabungan atau apapun. Semula tak ada yang percaya dia bisa melakukan itu, bahkan keluarganya sendiri sampai terheran-heran. Tiada yang menyangka bahwa dia bisa sampai delapan bulan bertahan hanya dengan modal nekat, hitchiking dan nebeng nginep dimana-mana.

Miracles do happen, katanya dengan penuh percaya diri. Dia membagi ceritanya waktu dia pertama kali sampai di Shanghai, tidak ada duit dan tidak ada kenal orang. Dia sempat putus asa. Akhirnya dia memutuskan pergi ke Apple Store untuk numpang mengakses Facebook (ide briliaaaan) dan menghubungi semua orang Rusia di kota itu.. Ajaibnya, dia mendapat begitu banyak respon, dan akhirnya dia terselamatkan.

Namun dia juga percaya bahwa hal itu hanya bisa terjadi satu kali di satu tempat, ketika dia mencoba melakukan hal yang sama di Hongkong, dia sama sekali tidak mendapat balasan dari orang-orang.

Dia juga percaya bahwa semua orang bisa bepergian dengan atau tanpa duit. Kalau dari ceritanya sih, aku jadi percaya bahwa hal itu mungkin saja dilakukan. Tinggal nekatnya ajah niih…

Sergey di kehidupannya yang dulu adalah seorang copywriter perusahaan iklan global terkemuka di Rusia, BBDO, sekarang di kehidupan yang saat ini dia adalah seorang penjelajah, dia berulang kali mengatakan hal itu kepada kami.

Dia kemana-mana selalu membawa kamera pocket dan membuat film-film dokumenter singkat tentang tempat yang dia kunjungi. Dengan mac book hitamnya, dia mengedit semua gambar-gambar di kamernya. Kalian bisa liat semua di You Tube, coba ajah search nama Bykadorov Sergey.

Saya sempat melihat beberapa filmnya, dan saya menyukainya. Artistik, meskipun hanya dibuat dengan kamera pocket merek cina yang dia harus beli karena kameranya rusak di tengah jalan. Dia juga bikin sesuatu tentang Jakarta, yang menurutnya kota yang melelahkan dan mebuat energinya terkuras. Dia memotret dua hal yang kontras di Jakarta, gedung-gedung tinggi yang bagus dan juga pemukiman kumuh. Dia pergi ke pemukiman kumuh dimana rumah yang satu berdempetan dengan yang lain dan para penghuni bersenda gerau di depan teras dengan anak-anak bermain berkejar2an di lorong-lorong yang penuh dengan got yang jorok.

Sergey bukan turis biasa juga. Dia tidak suka ke tempat-tempat wisata, yang menurutnya tidak menarik. Dia juga tidak suka tinggal di hotel atau di hostel, karena menurutnya kurang hidup. Dia lebih suka tinggal di rumah-rumah penduduk dan merasakan atmosfer asli lokal. Dia tidak suka naik pesawat, lebih baik ngeteng naik kendaraan dari satu tempat ke tempat yang lain..Iyahlah kalo ga ada duit, mau ga mau kan…hehehe

Aiih..tapi kami senang sekali bisa bertemu dengannya dan selama empat hari tinggal dirumahsenyumpagi, kami menemukan banyak hal menarik darinya, tentang Rusia, tentang bahasanya..dan juga sebaliknya denganya kurasa.

Oiya..jangan ditanya baunya yaaah? hahahah…bau badannya pertama kali ketemu, hampir buat saya pingsan…entah dari mana asalnya hihihihi.

Tapi untungnya dia menyadari dan langsung mandi serta bersih-bersih.

Besok paginya, waktu melihatnya lagi…mmm..aaah ganteng juga mas nya hehehehe

Sekarang dia dalam perjalanan ke Bali, untuk bertemu temannya dan mencari pekerjaan disana demi menambah ongkos. Dia sudah beberapa kali bekerja untuk bisa mendapat penghasilan, dia bekerja sebagai tukang bangunan di Malaysia, dia juga menjadi guru bahasa inggris di Vietnam. Rencanaya dari Bali, dia akan nebeng perahu yang akan pergi ke Amerika Selatan dan setelah itu dia akan pergi ke Afrika.

jangan tanya rencana ini dan itu padanya, karena semua ini dia lakukan tanpa ada rencana dan segala sesuatu bisa berubah sewaktu-waktu.

Aaiih, kami memang harus banyak belajar darimu, Seroja! 🙂

 

Advertisements

4 Responses to “Petuah dari Rusia”

  1. duh, kapan ya bisa senekat dia? tak sabar memulai petualangan

  2. ayo mba dewi..kutunggu ceritamu yah 🙂

  3. wah kok dia tau nama seroja ya? he must have explored local culture during his traveling.

  4. yep, he really did Thea..dalam setiap perjalanan, dia selalu menanyakan kata-kata dalam bahasa indonesia, dan dia punya buku kecil untuk mencatatnya. keren deh pokoknya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: