psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

berbagi mimpi

Saya dulu selalu berpikir bahwa mimpi adalah sebuah ambisi pribadi. Sesuatu yang bersifat personal sebagai wujud keinginan diri yang paling mendalam.

Tapi tidak, tidak sekarang.

Saya percaya bahwa mimpi adalah usaha kolektif, bukan saja dari orang-orang yang empunya mimpi tapi juga orang-orang terdekat dan tersayang.

Doa atau sekadar ucapan sederhana: “aaah, kamu pasti bisa,” atau “semangat yaah” adalah cipratan energi yang luarbiasa dari orang-orang sekitar yang bisa membuat semangat lagi jiwa-jiwa letih dan putus asa untuk terus mencoba dan mencoba.

Itu yang saya rasakan kemarin ketika berulang kali lamaran beasiswa saya ditolak sana dan sini. Uuuh, pengin akhirnya berhenti. Tapi kemudian ada kelik dan teman-teman yang terus mendukung dan menyemangatiku untuk terus mencoba, mencoba dan mencoba. Kelik, terutama, adalah penyemangat terhebatku. Heran, dia selalu percaya bahwa aku pasti bisa menggapai semua mimpi-mimpiku.

Ingat sekali waktu di ulang tahunku yang ke-23, di masa-masa limbungku, aku masih belum punya pekerjaan tetap dan masih gelisah dengan apa yang kujalani, merasa semua yang kulakukan saat itu begitu jauh dari mimpiku melanglang buana.

Dan dia pun datang di pagi itu, dengan kue coklat kecil dan taburan lilin diatas dan tak lupa dengan bungkusan kecil. Ketika kubuka, betapa terkejutnya hati ini, aku mendapatkan buku kecil berjudul Wanderlust, sebuah buku kumpulan foto-foto seorang penjelajah dunia yang mendokumentasi perjalanannnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebuah sisipan kertas terbaca olehku, dan mata ini tak urun berkaca-kaca. Betapa dia sangat percaya, bahwa aku sanggup meraih mimpiku berkeliling dunia.

Dan kemarin, satu lagi mimpi berhasil kuraih, itu juga berkat dukungan dan doa darinya. Akhirnya, aplikasi beasiswa ku diterima. Aiih setelah penantian panjang.

Walaupun aku harus menunggu lebih hampir dua tahun, untuk akhirnya bisa berangkat sekolah, ada perasaan syukur yang tak terkira karena di mimpiku kali ini, aku punya kesempatan untuk membaginya dengan orang-orang tersayang, dengan kelik dan anakku kelak. Kami akan berangkat bersama-sama ke tanah asing dan meniti mimpi-mimpi kami berikutnya.

Advertisements

No Responses to “berbagi mimpi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: