psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

maukah kau membagi mimpimu denganku?

Berbicara lagi tentang mimpi. Aah memang tidak habis-habisnya aku berbicara tentang subyek yang satu itu.

Menyambung tulisan sebelumnya tentang berbagi mimpi, aku ingin sekali membagi cerita tentang mimpi yang terbagi-bagi.Hihihi, rada aneh memang menyebutnya.

Tapi menurutku itu adalah salah satu cara jitu membuat mimpimu menjadi kenyataan. Iyah dengan membaginya bersama orang-orang terdekat. entah itu sahabat, kekasih, pacar, ibu, bapak, orang tua atau partner hidupmu.

Ingat kan bagaimana Coelho pernah bilang jika kau menginginkan sesuatu, maka semesta yang akan membantumu mewujudkannya. Menurutku, orang-orang ini adalah semesta itu, yang menyemangatimu, memberi dukungan dan mengucapkan doa-doa permohonan agar segala keinginan ini terkabul. Tapi bagaimana mungkin mereka dapat melakukannya, jika kamu tidak membagi mimpimu dengan mereka?

Iyah, maka senang sekali diri ini bisa bersahabat dengan orang-orang yang cukup terbuka dengan mimpi-mimpi mereka. Sehingga aku tahu apa yang mereka mau, bahkan sebisa mungkin turut andil dalam pengerjaan mimpi-mimpi mereka, sekecil apapun.

Jujur, aku pernah curang, waktu melihat daftar mimpi-mimpi sahabat tercintaku Virtri tanpa sepengetahuannya. Iyah waktu itu, aku sedang mampir ke kosannya, dan melihat buku harian hadiah ulang tahun dari aku dan teman-teman. Buku itu sebenarnya diberikan untuk mencatat segala pernak-pernik persiapan pernikahannya. Aiih, penasaran sekali waktu itu, kira-kira progressnya udah sampai mana yah. Dan tak disangka, disanalah saya menemukan daftar semua yang diinginkan di usianya yang ke 29. Tidak tanggung-tanggung ada 29 juga. Dan senangnya, Virtri bisa mewujudkan satu-persatu mimpi-mimpinya hingga saat ini. Mungkin aku tidak bisa membantu banyak, aku hanya bisa mengamini setiap keinginan-keinginannya yang tertulis di buku putih itu.

Dan kebetulan kemarin adalah ulang tahun sahabat kami Winta. Sempat bingung juga mau memberi apa di hari istimewanya. Terus terang, kami memang mempunyai kebiasaan aneh untuk saling “mengejutkan” di hari perayaaan pertambahan usia. Dan untuk kali itu, jujur saja, kami sempat kehabisan ide.

Fiuh untung saja, posting winta di blog nya memberi kami ide. Setelah beberapa rembukan online, kami pun sukses menjalankan misi kami itu. Lucunya, winta sempat tak percaya waktu kami beri hadiahnya, dia pikir itu bohong-bohongan. Hahaha, iyah sih karena dia harus mengurus paspor dll-nya. Ledaklah tawa kami, ketika dia dengan polosnya menyadari bahwa ini bukan main-main. Selamat yah Winta.

Advertisements

No Responses to “maukah kau membagi mimpimu denganku?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: