psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

mendamba hidup sederhana

Apa yang kau cari dalam hidup ini?
Harta dan Kekayaan? Pangkat atau jabatan? Popularitas? Ataukah kebahagiaan? Sebuah rasa tak terdefinisikan yang merangkum semua kepuasan atas pencapaian-pencapaian.

Siapa sih yang tidak ingin hidup bahagia? Pertanyaan bodoh ika. Semua pasti ingin bahagia, ingin semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan didambakan. Apakah itu dari hal-hal sederhana seperti hidup nyaman tentram dan sentosa atau keinginan menjadi kaya, terkenal, dihormati orang banyak yang pada dasarnya membawa mimpi2 mewujud nyata.

Tapi seringkali proses pencarian kebahagian itu kadang-kadang menjelma menjadi beban. Beban yang mewujud sebagai ambisi. Harus bisa ini, bisa itu, penuhi target ini, target itu supaya sukses, berhasil, terkenal, diakui banyak orang, dapat duit banyak bisa beli ini, beli itu.

Fiuh capek ngebayanginnya. Proses pencarian kebahagian kemudian menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. No pain, no gain kata orang. Tapi seberapa jauh kita membiarkan diri tersiksa dalam proses pencarian itu dan kemudian melupakan esensi kebahagiaan yang sedang kita cari. Ironis bukan?

Ya ampun ika, kamu ngomong apa sih?

Aah, saya sedang ngelantur mungkin. Tapi teringat sebuah pembicaraan dengan seorang teman waktu dia berkunjung ke rumah.

Aku mengenalnya dari suamiku. Dia juga pekerja animasi yang cukup sukses di jakarta. Proyek iklan tak pernah berhenti datang padanya. Semua sudah dia punya, mobil, rumah, sampai kadang2 aku dan kelik suka heran dgn caranya menghabiskan uang. Aneh-aneh saja. Itulah jadinya kalo jadi bujang kebanyakan uang hehehe. Iya yang belum dia punya mungkin calon istri. Hehehhe

Cukup dengan perkenalannya, suatu ketika aku dan dia berbincang sewaktu pemuda asal aceh itu datang kerumah untuk mengerjakan sebuah proyek iklan.

Ngobrol biasa saja, sampai pada pembicaraan rencana-rencana dia ke depan. Aku tidak memintanya bercerita. Semua mengalir begitu saja. Tapi ceritanya cukup mengejutkan.

Pemuda itu ingin sekali balik ke aceh, meninggalkan kemapanan yang ada di jakarta dan pulang ke kampung halaman memulai hidup baru.

“Aku ingin jualan martabak. Dulu keluarga ada yang bisnis itu. Tapi berhenti ketika ada tsunami. Pengin rasanya nerusin,” ujarnya.

Ya ampun, cukup heran juga aku mendengarnya. Aku pun terkesima ketika dia bercerita tentang kakaknya seorang pegawai pajak yang dikucilkan tenan2nya karena anti suap, namun masih bisa hidup berkecukupan dan bahagia dengan anak2 dan istrinya.

Aah iya bahagia. Kemudian saya jadi teringat satu kata yang menjadi obsesi semua orang. Dari temanku itu, aku belajar untuk kemudian berpikir ulang mengenai apa yang sedang kucari dengan mendefinisikan kembali kebahagiaan itu.

Kebahagiaan itu bukan semata-mata mendapatkan semua mimpi dan ambisi jadi kenyataan, bahagia juga bisa diartikan sebagai menikmati apa yang ada dan bersyukur.

Saya sedang belajar untuk tidak mendefinisikan kebahagian dengan pencapaian-pencapaian besar, misalnya waktu bisa pergi jalan-jalan ke luar negeri, dapat kenaikan gaji, pindah ke desk yang disuka, dapat beasiswa dan sekolah lagi, atau mendapatkan hal-hal bersifat material.

Saya berusaha menyakinkan diri bahwa saya bisa juga bahagia waktu saya bisa makan siang dengan hanya menghabiskan 7 ribu rupiah, atau ketika menikmati cendol manis dipinggir jalan atau ketika bisa berbincang dengan nyaman dengan orang asing di perjalanan.

Aah, dan pagi ini kebahagiaan saya mewujud dalam semangkuk sayur lodeh, ikan asin dan tahu goreng yang saya dan suami saya masak dan nikmati untuk sarapan.

20110714-231809.jpg

Advertisements

No Responses to “mendamba hidup sederhana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: