psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Angan-angan yang berantakan

Dahulu.
Saya menyimpan bayangan diri sendiri dimasa depan. Saya membayangkan diri yang mandiri dan sendiri. Hidup mapan dengan posisi bergengsi di sebuah perusahaan. Tidak punya siapa- siapa, hanya saya dan pekerjaan. Masih terpapar jelas di benak naif saya waktu itu, sosok ika di masa mendatang dengan pakaian rapinya dan sepatu berhak mengendarai mobil hampir dini hari untuk pulang ke rumah yang tidak berpenghuni. Imaginasi saya pun bermain lebih detil lagi, saya mengendarai mobil jeep keluaran eropa, semacam terrano atau blazer biar terlihat gagah dan mentereng dijalanan. Suami belum punya, hanya beberapa pacar yang silih berganti :p Hampir semuanya aku punya tapi tetap aku merasa sendiri

Sekarang
Aku tetap ika yang mandiri, atau setidaknya berusaha mandiri. Namun bayangan perempuan sukses itu luluh lantak. Saat ini, saya hanyalah kuli tinta di sebuah media di jakarta. Tidak ada baju rapi atau sepatu keren. Kaos, celana jeans dan sendal cukuplah buat menemani hari-hariku. Paling berdandan cantik sesekali kalau bertemu presiden atau orang penting. Dan bukannya terrano atau mobil gagah lainya, saat ini saya membawa si abdul yaris mobil mungil cantik warna putih yang tidak memerlukan keahlian menyupir tingkat tinggi. Itu pun saya bawa dengan susah payah. Kalo melihat orang menyetir tapi tampangnya seperti orang berlari 20 lap itu saya. Keringetan dimana- mana Tegangnya mit-amit. Rekor saya menyupir paling jauh ya cuma ke pluit, lewat tol untuk pertama kalinya. Dan untungnya sukses (yay!). Setidaknya SIM yang kubikin tahun lalu dengan cara yang sama sekali tidak membanggakan tidak percuma. Ah imajinasi seringkali tidak menyertakan hal-hal yang bersifat teknis. Lalu yang berbeda lainnya adalah saat ini aku punya orang yang menungguku dirumah. Senyum Pagi dan sang suami tercinta yang berkantor dirumah ( yup. Ika yang sekarang bersuami saudara2 hihihi :). Kedua orang inilah yang selalu memacu diri ini untuk menyetir lebih cepat dari 30 km per jam hihihi.

Sekarang memang jauh berbeda dengan apa yang kubayangkan dulu. Mimpi-mimpi itu tidak semuanya terwujud. Tapi kuberterimakasih buat anugerah yang bisa kupunya saat ini.

Ah, terimakasih semesta buat angan-angan yang berantakan ini. 🙂

20111111-233831.jpg

Advertisements

No Responses to “Angan-angan yang berantakan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: