psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Candu baru

Beberapa bulan ini saya keranjingan sesuatu yang baru. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan menyukainya bahkan mencandunya.

Semuanya bermula setelah saya melahirkan. Kira-kira pagi baru berumur 3 atau 4 bulan, saya merasa ada masalah dengan tubuh saya yang jadi gampang capek dan mudah sakit. Yang terakhir, saya pun divonis sakit typus. Uuh sedih sekali.

Setelah lama sekali tidak sakit, paling batuk dan pilek semata, saya pun harus rela kalah dengan kuman penyakit. Saya pun menelusur kebelakang, kira-kira apa yang menyebabkan kerentanan tubuh ini. Kalo makanan, saya rada sangsikan, karena saya menyusui, asupan gizi saya sehari-hari lumayan terjamin sebab saya sekarang banyak makan masakan rumah ketimbang makan di luar.

Apa karena saya kecapekan? Sepertinya tidak juga. Kehadiran teteh sangat membantu saya dalam mengasuh pagi yang memang menguras sebagian besar energi saya. Kalau masalah kerjaan, untungnya editor saya sangat mengerti status saya sebagai ibu menyusui sehingga saya diperkenankan untuk tidak datang ke kantor, cukup mengirim berita saja. Saya berkunjung ke kantor setidaknya 2 atau 3 hari dalam seminggu, selebihnya mengetik di rumah atau liputan. Saya masih merasa cape, tapi tidak separah dulu yang harus liputan dan ke kantor setiap hari. Sekarang ini capeknya biasanya karena harus lembur mengerjakan tulisan.

Jadi sebenarnya alasan apa yang membuat saya rentan sakit. Lalu dipikir-pikir pasti karena saya kurang olahraga. Sebelum hamil, saya rada maniak olahraga. Saya berambisi hidup sehat makanya saya bertekad rajin olahraga. Sewaktu hamil pun saya giat berenang, senam yoga dan jalan-jalan pagi.

Tapi setelah ada pagi, duh sedikit susah melakukan semua itu.

Untuk berenang sepertinya repot sekali, karena jikapun pergi pasti harus bersama pagi. Dan membawa bayi bepergian itu repot sekali bukan? Persiapannya ngalah-ngalahin resepsi.

Yoga? Duh saya masih was-wasan dengan luka operasi diperut. Meskipun sudah ada yang membolehkan, tapi saya masih kuatir jika melakukan gerakan-gerakan ekstrem.

Bercinta? Aha ini olahraga juga bukan? 🙂 tapi sayangnya saat ini belum bisa sesering dulu. Si kecil yang menangis di tengah malam dengan segera menghilangkan selera untuk bermesraan. Menurut saya tiada kb yang lebih ampuh selain bayi yang tidur bersama suami istri.

Setelah berpikir beberapa saat, pilihan saya pun jatuh pada jalan kaki. Tapi bedanya dengan saat hamil, saat ini saya jalan-cepat-hampir-berlari karena ya saya punya bayi yang menunggu dirumah. Saya sebenarnya tidak punya pilihan. Olahraga ini cukup praktis, saya pergi ketika pagi tidur dan kembali setengah atau satu jam kemudian setelah keliling kampung.

Dulu, mana mau saya berlari-lari. Olahraga paling melelahkan, membayangkannya saja sudah cape.

Tapi sekali dua kali saya mencobanya ternyata asik juga.

Awalnya saya coba dengan berlari normal, tapi kok cepat ngos ngosan dan akhirnya berhenti kecapekan ditengah jalan. Lalu saya memutuskan berlari-lari kecil, meski lebih lambat tapi saya bisa konsisten sampai di tujuan. Semula saya bisa menempuh 1.8 km berlari non stop, saat ini saya sudah lebih 3 km, alias mengelilingi kampung.

Sensasinya memang beda dengan renang, yang hampir tidak seperti berolahraga. Tapu Saya menikmati olahraga baru saya ini karena saya suka intensitas yang dibangunnya Dari awal mula saya tidak merasa apa-apa, hingga akhirnya penuh peluh digaris finish. Ah saya suka punggung saya yang basah sehabis berlari dan degub jantung yang berdetak lebih cepat Lalu saya juga udara pagi di kampung bulak, sembari menemukan keramahan warga sekitar, dua hal yang menurut saya sebuah kemewahan kota jakarta.

Beberapa alasan tambahan itulah yang saya rasa membuat saya jadi gandrung dengan olahraga pagi saya. Tentu saja yang terutama alasan kesehatan dan supaya jauh dari sakit. Bonus lainnya adalah berat badan saya yang mulai kembali seperti sebelum hamil meskipun selera makan saya yang amit-amit. Sebelum hamil saya memiliki berat badan 50 kg, selama hamil berat saya bertambah 18kg menjadi 68 kg dan sekarang berat saya dikisaran 51-52 kg. Mmm, apakah ini efek berolahraga atau menyusui dan begadang malam hari yah? Wah saya masih belum tahu.

Dan olahraga ini pun tidak saya lakukan jor-joran. Setidaknya ada beberapa syarat-syarat yang diantaranya sedang tidak ada deadline, pagi lagi gak rewel, sedang tidak hujan dan tentu yang paling berat sedang tidak malas:)

Advertisements

No Responses to “Candu baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: