psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

picture perfect west sumatra

Sewaktu saya memutuskan pergi kepadang, jujur saja tidak ada bayangan apapun tentang kota itu. Saya dan kelik sudah lama sekali ingin pergi ke ibukota Sumatera Barat itu hanya karena kami ingin pergi ke pulau Sikuai, yang banyak orang bilang memiliki pantai yang cantik.

Lama sekali keinginan itu hanya jadi sebuah keinginan, hingga suatu ketika ada temanku yang cantik Alia Azmi  yang suka membantuku mengajar di kelas pindah kepadang. Ahai apakah ini sebuah tanda? Tapi lama sekali keinginan itu baru terwujud, setidaknya saya harus menunggu pagi cukup umur dan dorongan yang impulsif luar biasa untuk memutuskan pergi.

Syukurlah kami menemukan tiket lumayan murah dan setelah kontak dengan Alia, ternyata jadwal dia cocok. Dan pergilah kami dengan sebuah catatan bahwa kami tidak membawa jadwal atau itinerary yang ketat seperti sebelum-sebelumnya. Belajar dari pengalaman, membawa anak itu harus siap-siap dengan banyak kejutan, jadi improvasi di lapangan adalah yang lebih penting ketimbang perencanaan yang matang.

Kami memang sengaja pergi cukup lama, yaitu seminggu. Urusan akomodasi menjadi bukan masalah karena kami menginap di rumah keluarga Azmi yang baik hati. Dengan waktu seminggu kami punya banyak cukup waktu untuk berjalan-jalan dan juga istirahat. Ah iya saudara-saudara bepergian dengan bayi itu adalah hal yang super melelahkan jadi disarankan luangkan waktu yang cukup untuk istirahat bagi anda dan juga si bayi.

Hari pertama kesana, kami diajak putar-putar kota padang dengan Alia. Dan ternyata banyak sekali tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tidak usah jauh-jauh, pantai di belakang rumah alia yang hanya sepelemparan batu menawarkan senja yang menawan di setiap sorenya.

Tapi kami harus memilih. Kami menetapkan untuk pergi ke bukit tinggi lalu ke pulau sikuai dan cubadak, yang menurut rekomendasi teman adalah pulau yang sebaiknya jangan dilewatkan ketika berkunjung kesana.

Dan semua tempat memiliki pesonanya sendirinya.

Fiuh..selama kami disana tak henti-hentinya mata ini dimanja pemandangan yang luar biasa indahnya. Setiap pojok alam menawarkan keindahannya dengan tidak tanggung-tanggung. Kami pergi ke bukit tinggi dengan mobil sewaan. Di awal-awal perjalanan, saya sempat hendak meminta sang sopir untuk berhenti dan memberikan waktu kami berfoto dengan latar belakang alam hijau nan asri. Namun oh namun ternyata pemandangan indah itu ada disetiap perjalanan kami disetiap pojok, disetiap kelok. Langit biru, bentaran sawah hijau, dengan siluet gunung kokoh dibelakangnya selayaknya gambar di lukisan-lukisan bertubi-tubi hadir di kaca jendela kami. Niat pun saya urungkan, saya memilih untuk merekam gambar-gambar cantik ini dimemori saya dan menyimpannya baik-baik disana.

Untuk kunjungan ke pulau-pulau, saya memiliki catatan tersendiri.

Pulau Cubadak adalah pulau yang letaknya sekitar lima belas menit dari pelabuhan terdekat. Dengan letaknya yang demikian dekat dengan daratan, bisa dipastikan lautnya tidak sebiru yang dibayangkan, cenderung hijau dan tak jarang banyak sampah diketemukan di perairan. Warna pasir pun tidak seputih biasanya, lebih cenderung kuning keemasan. Namun jangan ditanya pulaunya. Cantik sekali dengan rumah-rumah kayu pondok yang interiornya begitu terkonsep. Ah pokoknya cocok buat untuk yang bulan madu. dan pelayanannya pun oke punya. Si pemilik yang berasal dari Italia tahu benar bagaimana memperlakukan pengunjungnya. Meskipun kami hanya seharian disana, kami begitu dimanjakan. Hidangan lengkap makan siang dengan ikan bakar dan pernak-perniknya disajikan didepan kami begitu waktu makan tiba.

Begitu bedanya dengan perlakuan ketika kami di pulau Sikuai, dengan harga yang sama, yang kami dapatkan hanya nasi kotak. Fiuh, itu pun harus sempat sebal karena keberangkatan kami mengalami keterlambatan. Dan jangan tanya mengenai fasilitas di dalam pulau. Horor!. Gedungnya seperti gedung pemerintah tahun 1970an dengan warna cat merah yang membuat saya mengelus dada. Ketika kami di pulau Cubadak, meskipun kami hanya berkunjung sehari tanpa menginap, kami dipinjamkan satu pondok untuk leluasa berganti dan beristirahat. Beda sekali dengan yang di sikuai, kami hanya dipersilakan numpang di warung si empunya pengelola dan mandipun harus kekamar mandi yang jorok dan tanpa lampu. Tapi cantiknya Sikuai memang bukan hanya bualan semata. Benar-benar cantik. Pasirnya putih sama yang seperti saya bayangkan dan air lautnya yang biru terang benar-benar bisa menghipnotis dan membuat saya lupa tentang buruknya manajemen pulau.

Setidaknya keinginan untuk menginjak pasir putih waktu hamil akhirnya kesampaian juga 🙂

Dan jangan tanya tentang makanannya. Setiap makan di kota rendang ini, piring saya selalu bersih, tidak bersisa. Entah memang enak atau rakus. Tapi yang paling berkesan adalah rendang keluarga Azmi, yang saya berhasil minta resepnya untuk dicoba dikampung bulak.

Kunjungan kali ini buat saya pribadi mendorong saya untuk lebih menelusuri indahnya negri ini. Meskipun sedikit mahal dibanding bepergian ke luar negeri, rasa bangga yang berdesir di dada ketika sadar bahwa diri ini jadi bagian dari keindahan yang ada adalah sesuatu yang tak ternilai.

untuk foto-foto sila kunjungi sini dan sini

Advertisements

4 Responses to “picture perfect west sumatra”

  1. Ah baca ini jadi inget waktu liputan ke sikuai 4 tahun lalu. Cantik banget memang. Di situ aku pertama kali diving bermodalkan nekat, hehe.
    Soal pelayanan memang rada kurang, dan apa-apa mahal.
    Tapi ika sempet ke kolam renang di atas bukit ga?

  2. liburan ke tempat indah emang gitu ya ka. pemandangan terhampar selalu, dan jadi tampak aneh untuk mengabadikannya di foto, karena toh masih akan ada lagi. kegiatanku memfoto pantai senggigi dilihat aneh oleh sopir mobil sewaanku. begitu juga waktu memfoto air terjun lembah anai, sepupuku malah tercengang hehehe
    godaan ke luar negeri yg lebih murah emang besar ya ka. misalnya dari padang, lebih murah tiket ke KL daripada jakarta. dan lebih murah ke phuket daripada ke komodo huhuhu

  3. aaah, aku ga sempat grace. karena akses nampaknya terputus. tahu ga jembatan di ujung pulau roboh? dan belum diperbaiki. duh. dipikir-pikir horor juga yah

  4. jadi alia, pertanyaannya jadi bulan madu di pulau cubadak? sekalian praktek bahasa prancis sama suami lho hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: