psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

picture is a hoax?

Ada ungkapan yang terkenal di jejaring sosial yang berbunyi : no picture is a hoax yang intinya mengacu pada sindiran buat orang-orang yang membual lewat postingan di twitter atau facebook tanpa memberi bukti lewat foto.

Entah siapa yang memulai istilah itu. Saya curiga sih para produsen kamera atau mungkin pabrik hape berkamera atau mungkin si orang yang bikin program yang bisa mengaitkan foto ke jejaring sosial. Aah..saya tak tahu pasti, saya lagi malas berteori konspirasi.

Tulisan ini sebenarnya iseng semata, melihat foto-foto milik teman-teman yang berseliweran di dinding facebook dan linimasa saya

Aargh, semuanya gambar-gambarnya indah, keren dengan pose dan latar belakang di negara antah berantah, yang tak kadang bikin rasa iri mengintip dari lubuk hati. Atau foto-foto yang bercerita tentang kebahagian, keluarga ideal suami teladan, dan istri solehah dan anak-anak yang sedang lucu-lucunya tersenyum manis sedang makan di restoran terkenal.

Aah indahnya dunia dalam foto..

tapi apakah semuanya seperti itu?

Saya dari pengalaman saya sendiri bisa dengan tegas menjawab tidak. Karena menurut saya foto hanya menghadirkan sekelumit fakta yang ada. Saya ingat benar ada sebuah film yang menyinggung hal ini judulnya One Hour Photo yang dimainkan dengan sangat brilliant oleh Robin Williams. Film bercerita tentang seorang tukang cuci cetak foto yang terobsesi dengan sebuah keluarga yang jadi salah satu pelanggan setianya. Dari foto-foto yang dicetak, si tukang foto, dimainkan oleh Robin, membayangkan betapa sempurnanya sang keluarga. Hingga dia mendapati bahwa kenyataan tidak selalu seindah yang ada dalam bingkai.

Saya punya pengalaman seru yang membuktikan bahwa teori tersebut benar adanya. Salah satu yang paling terkini adalah pengalaman saya berlibur bersama suami dan anak ke Padang. Aah kalo kalian lihat foto-foto kami di sini dan sini  akan berpikir betapa bahagia dan senangnya kami bisa liburan di padang.

Aah, tahukah kalian bahwa kalian salah. Iya kami memang senang, tapi semua itu butuh perjuangan luar biasa. Jujur, saya masih terheran-heran dengan orang tua dengan bayi yang bisa menikmati liburannya. Saya pikir mereka super duper hebat. Sedangkan saya dan kelik kepayahan minta ampun. Saya ingat betul di hari-hari pertama liburan kelik dengan santai bilang ke orang-orang pagi gak rewel kok, tapi menjelang liburan berakhir ketika dini hari pagi masih terbangun, sedangkan saya tertidur kecapekan dan begitu bangun mendapati raut muka kelik yang masamnya bukan main karena terpaksa menjaga pagi. Dasar emang istri kurang ajar, saya pun berujar, “makan tuh ga rewel,” Sadis memang tapi saya puas sekali waktu mengatakan itu.

Jadi sekali lagi jangan tertipu dengan foto-foto cantik, indah dan bahagia yang anda lihat, apalagi berkecil hati. Dari pengalaman saya, saya yakin benar mereka hanya merekam sebagian kehidupan seseorang, tidak semuanya.Aah tapi siapa bisa menyalahkan kebohongan publik yang macam ini. Setiap manusia punya hak prerogratif untuk memilih, termasuk memilih merekam bagian kehidupan mereka yang mana. Di film tadi bercerita tentang kecenderungan orang yang hanya memotret moment-moment dalam hidup mereka, coba pernahkah ada foto keluarga yang memperlihatkan para anggota keluarga menangis. Semua bercerita tentang keriaan, kesuksesan, pencapaian, hal-hal yang baik, hampir tidak ada tempat untuk hal-hal negatif.

Tapi dipikir-pikir setelah rasa sedih, kelelahan yang luar biasa, putus asa, kehilangan, dan segala macam kegagalan, tidakkah kita berhak atas sebuah gambar yang merekam sejumput senyum yang mewakili kemenangan kita dalam mengatasi semua hal-hal yang negatif itu?

Semua orang berhak akan sebuah foto yang  menyiratkan sebuah pengharapan akan hidup yang lebih baik.

 

 

 

Advertisements

2 Responses to “picture is a hoax?”

  1. Hahaha, jangankan sama anak, sama temen2 sendiri aja “drama” nya suka banyak 😀 Tapi kalau liat foto2, berasa ilang si “drama” ga penting 🙂

  2. Shantiiii…liburan kemana lagi loe?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: