psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

hari ini hari itu hari ini itu

Tahukah anda dua hari kemarin itu hari apa? ah bukan bukan itu. Iya kemarin itu memang hari Selasa, tapi bukan itu yang kumaksud. ternyata menurut beberapa orang lusa kemarin adalah hari badak internasional.

Ah masa?

Waktu pertama tahu hal itu saya hanya geleng-geleng, makin aneh-aneh aja sih penamaan hari-hari akhir-akhir ini.

Ada hari angkutan nasional tanggal 24 april, belum lagi mendengar pernyataan teman saya yang pernah liputan di rubrik kesehatan, yang setiap harinya mendapati spanduk bergonta-ganti memperingati berbagai macam hari, ada hari malaria lalu hari demam berdarah dan masih banyak lainnya.

Dan tahukah kalian kalo tanggal 1 juni itu hari susu nasional? Iseng terlintas di kepala apa hari itu juga memperingati payudara-payudara ibu yang menghasilkan susu..hahahaha membayangkan paradenya pasti seru, melihat ibu-ibu memperlihatkan aset mereka dijajakan jalan-jalan protokol. hihihi, kok jadi ngelantur saya

Tapi rasanya ingin meledak kepala ini mendapati hari-hari peringatan yang semakin macam-macam. Saya memperhatikan hampir setiap ada saja hari untuk memperingati sesuatu.Dulu perasaan saya hanya punya satu hari ibu (yang mungkin lebih tepat menurut saya dikatakan sebagai hari perempuan yah kalo berdasar latar belakang sejarahnya) tanggal 22 desember, tapi sekarang ada women’s day. bahkan ada women’s day australia, ada yang amerika. nah lho.. 

Dan benar saja, beberapa website bahkan mendokumentasikan hari-hari itu. Setiap hari pasti ada aja yang dirayakan. Indonesia saja sudah punya berbagai macam bentuk hari peringatan aneh-aneh yang pasti lengkap dengan kata nasional, tapi belum lagi ditambah peringatan yang bersifat internasional,ah kasihan anak-anak yang yang harus menghapal sebegitu banyak hari.

Saya telusuri lebih lanjut ternyata pembuatan hari-hari itu ternyata juga penuh kepentingan. Saya kurang tahu prosesnya gimana yah di dalam negeri sendiri. Tapi kalo diluar negeri, katanya pendeklarasian sebuah hari juga melibatkan kongres untuk turut serta meresmikannya. Ada juga kepentingan para komersial, para perusahaan dengan tujuan bisnis mereka merancang agenda promosi dengan menciptakan sebuah hari untuk mendorong penjualan mereka tentunya. Paling gampang contohnya tentu perusahaan pembuat kartu ucapan, aah pasti mereka senang sekali kalo setiap hari memperingati hal yang berbeda. Kalo bisa ada hari bapak internasional, terus hari bapak nasional, terus hari bapak cabang kampung bulak, pasti saya beli ituu. hahahahaha..

Sudah ah sinisnya, sebenarnya saya tidak anti-anti amat dengan agenda mereka. toh setiap hari adalah perayaan kan, mengutip kata teman saya hidup adalah sebuah perayaan.

Tapi jangan sampai hari-hari ini-itu datang mempersempit makna perayaan itu sendiri. Mentang-mentang tanggal 31 mei hari tanpa tobacco sedunia, lalu jadi tiba-tiba berhenti merokok di hari itu, tapi bagaimana dengan 364 hari lainnya?

Sedemikian juga misalnya dengan hari angkutan nasional misalnya, buat apa sih memperingatinya, kalo masih ada segudang pr yang masih dilakukan ketimbang mengumbar-umbar uang negara untuk perayaan satu hari saja. Lagi pula apa yang mau dirayakan? kegagalan pemerintah dalam menyediakan sistem transportasi umum. Mmm, kalo ada hari angkutan nasional, menurut saya seharusnya ada juga hari khusus untuk memperingati ketidakmampuan pemerintah menciptakan angkutan umum massal buat masyarakat.

Menurut saya prinsip paling penting dibalik setiap perayaan adalah bagaimana meminta tanggung jawab dan komitmen seorang individu untuk tetap setia melakukan peringatan-peringatan kecil di 364 hari lainnya.

sama seperti ketika dunia memperingati hari lingkungan hidup tanggal 5 juni, semua makhluk seharusnya bisa merayakannya tidak hanya dihari itu saja, tapi di sepanjang tahun dengan perbuatan-perbuatan yang menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

Hal itu persis kurasakan ketika aku dan kelik merayakan cinta kami di setiap tanggal tujuh, Setiap tanggal tujuh, sehabis bangun tidur, kami langsung saling mengucapkan “selamat tanggal tujuh” Ah tapi bukan tanggal tujuhnya yang penting, tapi bagaimana kami berkomitmen selalu membangun bangunan cinta kami di setiap jam, setiap hari, sepanjang tahun.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “hari ini hari itu hari ini itu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: