psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

doa di tengah kemacetan jakarta

Ternyata saya orang yang demikian rapuh. Saya baru menyadarinya akhir-akhir ini. Setelah dua minggu berturut-turut menghadapi lalu lintas jakarta yang aaah saya sudah kehilangan kata-kata untuk menggambarkannya.

Seminggu ini, setiap pagi saya mesti berlomba dengan orang-orang yang hendak berangkat kerja. Tapi saya tidak setangguh mereka yang bisa tahan dengan lalu-lintas yang tidak bergerak berjam-jam. Mau nangis rasanya terjebak ditengah kepulan asap kendaraan dan pengemudi yang tidak mau saling mengalah. Saya sudah capek mau marah-marah, tapi akhirnya malah capek sendiri sementara lalu lintasnya tetap begitu-begitu saja. Dan saya mengingat satu kalimat yang diucapkan teman saya “don’t complain about the traffic, you are the traffic”…aah kalimat itu saya ingat benar ketika saya menyupir sendiri ke daerah kelapa gading. Macet disana-disana, yang paling menyebalkan bahkan di jalan tol bisa macet berkilometer kilometer. Aaarrrgh susahnya tidak marah-marah waktu itu, tapi  kalo aku tidak membeli abdul yaris ini, mungkin jakarta tidak akan separah ini macetnya. Itu adalah hal lain yang meski kita pikirkan, berapa besar sih kontribusi kita terhadap kemacetan? kendaraan jakarta sudah terlalu banyak, dan sayangnya pemerintah tidak mengimbangi indikator pertumbuhan ekonomi yang baik ini dengan membangun infrastruktur yang memadai. Menurut data terakhir jumlah penjualan kendaraan pribadi meningkat rata-raat 9.5 persen pertahun, sementara pembangunan jalan baru hanya sekitar 0.01 persen. Jadi, tanpa lagi lagi menunjuk kesalahan pada pemerintah yang memang ga becus kerjaannya, mari berkaca pada diri sendiri, jangan-jangan kita salah satu kontributor kemacetan yang terjadi saat ini.

Saat ini, saya memakai ojek untuk pergi ke tempat saya belajar dua bulan ini. Memang jauh lebih mahal, tapi setidaknya saya bisa meluangkan waktu yang lebih banyak dengan Pagi. Tapi andai saja, saya bisa lari ke sana, saya tentu akan lari kok ke daerah kuningan hahahaha. Yang terakhir saya lakukan adalah berjalan dari jalur tol pondok pinang, sampai daerah pasar jumat, karena lalu lintas yang terhenti akibat demo buruh Carrefour beberapa waktu lalu. Dan nampaknya, pengalaman itu tidak akan jadi yang terakhir, melihat kondisi lalu lintas Jakarta yang mit amit yah saudara-saudara. Dengan kondisi lalu lintas saat ini yang mungkin susah dibayangkan untuk berubah, saya hanya berharap semoga kampretnya macet jakarta bisa menempa saya menjadi individu yang lebih kuat baik baik secara mental maupun fisik, tidak gampang cengeng, lebih sabar dan mungkin jadi atlit…hahahaha

 

 

 

 

Advertisements

3 Responses to “doa di tengah kemacetan jakarta”

  1. Kak Ika… Konon, pembangunan jalan tidak lagi relevan untuk mengatasi macet lantaran volume kendaraan. Semakin dibangun jalan, akab semakin besar pula volume kendaraan. Pengguna kendaraan pribadi secara psikologis akan merasa difasilitasi.
    Yang paling tepat adalah memperbaiki transportasi umum. biar Kak Ika, juga aku kembali naik angkutan umum. Kalau jalan, jalur, moda, kenyamanan dan keamanan kendaraan umum sudah okey, aku rasa kita bakal memarkir saja kendaraan kita di garasi.
    (macam pakar transportasi)
    aaah.. teori itu udah sangat melekat di pemikiran Fauzi Bowo dan Jokowi.. cuma soal political will ajah. Kebijakan mengembangkan transportasi umum emang ga menguntungkan kocek.

  2. itulah mengapa aku memutuskan untuk tetap tinggal di Jogja, meski juga sudah mulai mengenal macet, setidaknya punya banyak jalan alternatif menghindari kemacetan. cuma ya itu, para pengendara motornya yang bikin jantungan setiap saat.

  3. Aah Deytri benar sekali dirimu…mmm, tertarik nyalon jadi gubernur ga sih kamu? kalo iya, kamu dapat dukunganku 🙂
    mba dewi…tunggu yah, kelak aku akan jadi tetanggamu lho…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: