psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

berbagi cita-cita

Apa cita-citamu?

Sementara teman-teman saya banyak yang ingin jadi dokter, guru, tentara dan polisi waktu SD, saya kepingin sekali jadi astronot. Saya terkesima dengan ibu Pratiwi Sudarmono yang disebut-sebut sebagai astronot perempuan pertama Indonesia. Wah pasti keren sekali jadi beliau bisa mengelilingi antariksa. Yak, tapi seperti diketahui saya gagal mencapai cita-cita saya. Tentu saja banyak faktornya, tapi bukan itu yang mau saya bahas. Saya ingin membahas cita-cita anak-anak saya dan mimpi-mimpi mereka dan menurut saya hanya ada satu aturan untuk itu: Bercita-citalah setinggi-tingginya dan bermimpilah segila-gilanya.

Baru minggu kemarin saya menyadari bahwa kerja keras selama ini bercengkrama dengan anak-anak setiap akhir pekan meski ditengah deadline dan rengekan si kecil akhirnya berbuah sangat manis. Sabtu kemarin adalah salah satu kelas yang paling menyenangkan buat kami. Anak-anakku berbagi tentang cita-cita mereka. Dan betapa cerita mereka sangat luar biasa. Sebagai seorang guru, saya merasa bangga melihat bagaimana anak-anak saya mulai tumbuh terutama dalam hal pemikiran. Teringat saya diawal-awal, ketika saya menanyakan apa cita-cita mereka. Jawaban-jawaban standarlah yang terlontar dari mulut mereka. Entah itu ingin jadi guru, dokter, polisi atau tentara. Ahh kenapa sih. Saya sempat kecewa waktu itu karena gagal mengekplor keinginan mereka lebih dalam.

Kali ini saya mencoba mencari pendekata lain. Diinspirasi oleh Upin dan Ipin dengan salah satu episodenya yang bercerita ttg cita-cita, saya meminta anak-anak untuk menggambar apa pekerjaan yang mereka dambakan ketika mereka besar. Tapi sebelumnya kami berbicara mengenai macam-macam pekerjaan yang ada. Anak-anak kemudian menceritakan pekerjaan orang tua mereka. Dari sanalah, pembicaraan mulai berkembang, hingga akhirnya mereka menemukan mimpi-mimpi mereka dan menuangkannya dalam gambar. Saya pun meminta mereka untuk melakukan presentasi singkat untuk menjelaskan alasan mereka memilih cita-cita mereka

Ada Kayla yang tetap ingin menjadi dokter, karena ia ingin membantu menyembuhkan orangImage

Lalu si Raihan yang ingin jadi pemain bola

Image

Ada Uwi yang ingin menjadi penyanyi karena dia bilang dia suka bernyanyi (aaah betapa kita bisa banyak belajar dari anak kecil)

Image

Lalu ada Vina yang sangat-sangat realis, dia bilang dia ingin jadi pegawai. Awalnya saya bingung, tapi selidik-selidik ternyata yang dimaksud dengan pegawai adalah orang yang bekerja kantor.

“Kenapa Vina ingin jadi pegawai?”Awalnya dia diam seribu. Hingga akhirnya setelah saya tanya berulang-ulang, dia pun menjawab sambil melengos,” yah biar punya duit banyak bae miss.” Ah jawaban jujur yang sontak membuat saya langsung tertawa terbahak-bahak (Bae itu bahasa kampung bulak yang artinya saja)

Dan gambar dibawah ini adalah gambar Rindu, salah satu murid saya yang brillian. Kira-kira ada yang tahu apa cita-citanya?

Image

Rindu ternyata ingin sekali jadi guru dan gambar ini menurut dia jelas mewakili apa keinginannya lengkap dengan gunung dan sawah yang wajib muncul di setiap gambar anak Indonesia (penasaran ini siapa yang memulai sih?). “Gurunya udah masuk kedalam kelas, miss,” ungkapnya sambil nyengir. Hahahaha, boleh juga anak ini.

Ada lagi yang bikin saya terkekek. Yaitu Iqbal yang ingin jadi polisi karena ingin nangkep maling lalu kemudian si Nena yang ingin jadi produser TV. “Hah, apa?” tanya saya heran. Setelah saya korek-korek ternyata dia ingin jadi seperti yang di TV, yang memberitahukan orang-orang kalo ada berita kebakaran atau kebanjiran. “Oooo, kenapa ga jadi wartawan saja,” tanya saya antusias. Dia terdiam sebentar, lalu menggelengkan kepalanya. Hahahaha..nampaknya wartawan masih bukan profesi yang menarik buat anak-anak.

Ini dia gambar si cantik Nena.

Image

Tapi yang paling keren menurut saya adalah si kecil Putri. Dia memang paling kecil di kelas, belum masuk sekolah, tapi jangan sekali-sekali meremehkan cita-citanya.

Image

Hahaha…ya si mungil Putri ingin jadi kupu-kupu, katanya supaya bisa terbang.

Aaah anak-anakku kalian semua hebat.

Advertisements

3 Responses to “berbagi cita-cita”

  1. ckckck kamu keren sekali miss. coba kalo dulu guruku pantang menyerah seperti miss ika, mungkin aku juga bercita-cita jadi astronot

  2. aaaaa…..postingan ini bikin merinding…anak-anakmu luar biasa Ika dan kamu orang biasa yang membuat mereka menjadi luar biasa….

    Putri keren banget ya….aku juga mau jadi kupu-kupu….hihihihihi……

  3. miss alia dan miss priska…aku dan anak-anak kangen kalian…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: