psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Kunjungan yang dinanti-nantikan

Akhirnya, Grace datang juga ke taman belajar rumahsenyumpagi.

Grace ini adalah teman dekat dari teman dekatku Odit. Aah saya selalu mengharapkan dia datang ke kelas sabtu kami. Perempuan berkacamata ini super keren menurutku, dia kreatif sekali, bisa bikin ini itu dari apa saja. Berjalan-jalan ke blog nya adalah sesuatu yang menyenangkan. saya selalu dapat inspirasi baru untuk melakukan banyak hal sehabis membaca tulisan-tulisannya atau proyek proyek kesenian yang dilakukan bersama keponakannya.

Jadi entah sejak kapan saya memintanya untuk datang ke kelas, untuk bertemu anak-anak langsung dan mengajar mereka membuat sesuatu. Dan akhirnya, keinginan itu baru terwujud bulan November kemarin. Grace mengajak temannya Midya, yang juga adalah teman SMAku, untuk nimbrung di kelas kami.

Dan Grace ternyata menanggapi serius tawaran saya, segala hal sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dia menanyakan banyak hal di watzup sebelum datang hari Minggunya, mulai dari bahan-bahan, jumlah anak-anak yang akan datang, waktu yang diberikan dan lain-lain. Kesepakatannya adalah  kami ingin membuat pembatas buku lucu. Yippi…

Hari yang dinantikan pun datang. Saya dan kelik menjemput Grace dan Midya di Poinsquare lebak bulus. Setelah beristirahat. waktu yang dinantikan pun tiba. Sebenarnya kelas hari Minggu ini adalah kelas tambahan, aku sudah mengajar di hari sabtu, tapi karena Grace berhalangan di hari sabtu, saya pun menawarkan ada kelas lagi di hari minggu, yang juga disambut baik anak-anaknya. Ini terbukti dengan penuhnya rumah di waktu sore yang gerimis itu. Sebenarnya banyak yang bilang mereka tidak bisa datang karena acara keluarga, tapi akhirnya mereka hadir juga meski terlambat.

Kelasnya super seru. Grace memuji anak-anakku sebagai perfeksionis yang selalu ingin membuat segala sesuatu sempurna. Mmm, belajar dari siapa kira-kira? 🙂 Karena itu waktunya jadi molor, untung ada Midya yang turut membantu. Midya ini ternyata juga seorang guru untuk sebuah komunitas orang tak mampu di daerah jakarta selatan, dan dia tidak kalah kreatifnya dengan Grace. Dari menjahit, memasak dan berketrampilan. Ckckckck.

Aku selalu percaya orang keren pasti berteman dengan orang keren, dan odit temanku adalah salah satu orang keren yang kukenal, dan sepertinya teoriku terbukti melihat bagaimana Grace dan Midya sore itu.

Dari sosok mereka saya belajar bagaimana membagi kreatifitas. Semua orang bisa saja kreatif, tapi mungkin sedikit yang mau membagi dengan sesama. Just like happiness is real when shared and i believe so is creativity.

Image

 

Image

 

Advertisements

No Responses to “Kunjungan yang dinanti-nantikan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: