psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Catatan buat Coelho

Saya menulis post ini di kamar kecil ukuran 2.5x3m dini hari waktu lokal diapit oleh dua orang yang saya kasihi dan juga 2 koper besar yang mulai berantakan isinya.

Sudah hampir seminggu saya di melbourne, kota yang akan jadi tempat tinggal saya dua tahun kedepan dan sampai saat ini saya juga belum menemukan rumah sendiri. Aah semoga segera.

Saat ini kami ditampung oleh keluarga mba Lita yang hangat dan helpful. Anaknya Habibi yang baru 6 tahun menjadi teman sehari-hari Pagi.

Nampaknya hanya Pagi yang bisa menikmati perubahan. Saya dan kelik terus terang masih tertatih-tatih beradaptasi.

Terlebih saya, yang harus melewati perjuangan panjang dan berliku ( ahay lebay) sebelum tiba disini, dan sampai saat ini masalah belum juga reda. Masih banyak hal yang harus diurus.

Sebelum kesini saya jumpalitan harus menangani asuransi kesehatan, visa, tiket, urusan akomodasi (yang akhirnya gak dapat juga) hingga detik detik terakhir saya berangkat saya pun masih dibuat deg2an setengah mampus dengan lalu lintas dki jakarta yang membuat saya hampir terlambat check-in.

Dalam perjalanan menegangkan ke arah bandara, saya sampai merasa sepertinya semesta berupaya sedemikian rupa untuk menghalangi kepergian saya (lebay detected again). Lalu lalu saya pun merutuki wejangan Coelho yang bilang bila jika kita benar-benar menginginkan sesuatu maka semesta akan membantu kita mewujudkannya.

Tapi mungkin penulis itu ada benarnya juga, buktinya saya sampai juga di Melbourne. Mungkin dia melewatkan beberapa detil penting, seperti bahwa cara semesta membantu tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan atau harapkan. Dan saya belajar berdamai dengan hal itu.

Ketika mendapati visa yang keluar terlambat meski saya sudah persiapkan dokumennya jauh jauh hari, atau polis asuransi yang meski saya sudah bayar belum bisa keluar karena liburan natal dan tahun baru atau tiket yang susah sekali didapat meski saya sudah mengantungi visa belum lagi kehilangan unit rumah karena calon bapak kost memilih untuk menyewakan ke pihak lain padahal saya sudah mengurusnya beberapa bulan sebelum keberangkatan.

Well, who said it is gonna be easy? (menunjuk pada Coelho :))

Dan masih banyak yang belum selesai, masalah rumah, penitipan anak, kerjaan kelik.

Tapi saya berusaha menikmati proses ini dan jika hal-hal belum berjalan sesuai yang diinginkan, saya selalu menghibur diri dengan keyakinan bahwa semesta sedang menyiapkan yang terbaik buat saya.

Advertisements

2 Responses to “Catatan buat Coelho”

  1. no, it’s not easy. sebagai bagian dari semesta, saya berharap semua akan indah pada akhirnya 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: