psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Selamat datang di 1/4 Manatunga Street

Hampir tepat seminggu kami menempati rumah baru. Iya, akhirnya kami dapat rumah juga, well bukan rumah sih tepatnya. Orang disini menyebutnya unit yang kalo orang Indonesia mengenalnya dengan istilah kontrakan.

Unit yang kami tinggali ini tidak jauh dari kampusku. Terletak dibelakang jalan utama, rumah baru kami dihimpit rumah-rumah cantik dengan halaman luas dan cerobong asap. Dibandingkan dengan sekitarnya, unit kami bukanlah apa-apa, hanya bangunan bata coklat yang kaku. Tapi sekarang saya punya dua pohon besar yang berdiri kokoh dihalaman depan dan juga jendela-jendela besar disekeliling rumah, yang langsung membuat saya merasa betah.

Kami merasa beruntung bisa mendapatkannya. Prosesnya tidak mudah, karena kami harus menunggu cukup lama sebelum akhinya pihak agen properti mengiyakan aplikasi kami. Untuk jaga-jaga, Kelik sudah juga menengok tempat lain, tapi tiada yang sebagus unit di Manatunga dan untungnya kami pun mendapatkannya.

Unit ini luas sekali, kata kelik lebih luas dari rumahsenyumpagi di kampung bulak. Dua kamar tidur, sebuah ruang tamu yang besar dan dapur yang super luas. Pagi senang sekali berlari-lari dan berteriak-teriak hanya ingin mendengar efek gema yang dihasilkannya. Iyah, unit kami masih kosong melompong, hanya berisi barang-barang hibah. Saat ini kami sedang menunggu mesin cuci dan kulkas yang baru diantar pertengahan februari nanti.

Hidup terasa lambat saat ini. Saya praktis belum bisa jalan-jalan kemana-mana (karena duitnya mepet juga sih hehehe). Kalau dulu ketika jalan-jalan sendiri, saya selalu berupaya untuk eksplor tempat baru dengan semangat, entah itu di berlin, london atau beijing. Tapi sekarang, saya memilih untuk menikmati rumah baru dengan cara baru.

Rumah? Sedari awal tinggal saya sudah menganggap tempat baru ini rumah. Meski sedikit jauh dari peradaban, sekitar 17 km dari kota, tapi saya cukup bahagia. Dengan jalan-jalan lengang, pohon-pohon besar, tidak jauh beda dengan rumah dikampung bulak :).

Dan semua ini membuat saya merenungkan apa arti rumah sebenarnya. Ada yang bilang tempat dimana hati berada, tempat merasa diri ini nyaman, tempat ketika kita membuka koper. Saya pun mengamini semua itu, tapi ada satu hal yang mungkin saya bisa tambahkan, rumah adalah tempat dimana saya bisa dengan nyamannya ngicir bolak-balik kamar yang satu dengan yang lain sambil telanjang. Hahaha. That’s home to me :).

20130204-225620.jpg

20130204-225713.jpg

Advertisements

No Responses to “Selamat datang di 1/4 Manatunga Street”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: