psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

senyum pagi, kamu yang terutama

perdebatan antara ibu-ibu yang memilih menjadi working moms atau stay-at-home moms nampaknya sudah diselesaikan dengan sangat apik di tulisan ini. Ibu-ibu terbukakan matanya bahwa yang terpenting bukan menjadi ibu yang baik dimata orang lain, tapi ibu yang baik bagi anak sendiri, entah itu menjadi ibu dengan karir atau tidak. saya pernah juga menulis topik ini, tapi mungkin apa yang saya sampaikan jauh dari kata solutif. Jujur saja, saya menulis itu dengan rasa gemes sehabis membaca posting istrinya teman yang mengelu-elukan dirinya yang menjadi ibu yang memilih anak daripada karir dan kemudian mencibir para ibu-ibu yang bekerja. cih. saya cuma bilang bahwa tidak semua perempuan punya privilige seperti itu, dan daripada menjelek-jelekan ibu-ibu yang lain mendingan mencoba berempati dengan ibu-ibu yang sebenarnya tidak punya banyak pilihan seperti dirinya. yah, setiap ibu memiliki pertempurannya masing-masing seperti kata penulis blog diatas dan mari kita bersama-sama memenangkannya ketimbang sibuk mengkritik satu sama lain.

Sementara itu pertempuran saya jauh dari kata selesai. jujur saja tantangan kali ini lebih berat karena harus menjadi ibu dan juga mahasiswa dengan tumpukan-tumpukan tugas yang nampaknya tak kunjung usai. dan sayangnya tak ada solusi yang disediakan oleh google untuk memainkan peran ini dengan baik. cara saya adalah kemudian berusaha memenangkan pertempuran-pertempuran kecil setiap harinya, entah itu menyuapi pagi sampai habis tak bersisa tanpa ada drama atau menyelesaikan tugas sebelum deadline. Saya pun berusaha menentukan prioritas dan tulisan ibu keren Anna Marie Slaughter tentang pilihannya meninggalkan karir pentingnya dan menjadi ibu rumah tangga menjadi inspirasi saya. Meski ada kritik atas pikirannya, saya tetap salut dengan bagaimana cara ibu Anna ini mengurai peran ibu yang menjadi semakin kompleks dalam kontek sosial dan politik saat ini. dan pada ujungnya, dia pun menyarankan kita untuk memilih. Pada awalnya saya pun tidak setuju dengan usulannya. Merujuk tulisan saya sebelumnya, saya pun kembali berpikir dengan rakusnya, kalo bisa dua kenapa harus pilih satu. Tapi saya sadari sekarang bahwa hal itu tidak mudah, apalagi ketika tidak ada lagi pengasuh yang membantu kami. Untung saya punya suami yang super supportif. kudo for kelik, bapak dan suami teladan. semua menjadi lebih mudah dengannya. karena dia pun tak berkeberatan bertukar peran dengan saya untuk mengasuh pagi ketika saya dirundung tugas-tugas kuliah. saya pikir saya bisa melakukan dua hal ini dengan baik –menjadi ibu dan pelajar– tapi saya sadar bahwa kelik pun memiliki pertempurannya sendiri.

Dan saya pun mau tak mau harus menentukan prioritas. lalu saya memilih menjadi ibu, karena saya membayangkan bahwa saya masih dapat menerima kalau saya gagal mendapat nilai baik dari dosen tapi gagal dalam mengasuh anak. no. saya tidak akan bisa menerimanya dan saya tahu bahwa tidak pernah ada kesempatan kedua untuk menjadi ibu yang baik buat senyumpagi. jadi saya ambil kesempatan berharga ini dan berusaha memenangkan pertempuran-pertempuran kecil setiap harinya (meski sering sekali banyak kalahnya sih :)) sambil mencoba menikmati menjadi mahasiswa kembali.

image

Advertisements

2 Responses to “senyum pagi, kamu yang terutama”

  1. Ya ampun anak ini sudah besar dan makin cantik….mmmm….boleh gigit kah? hehehehehe….

    Senang membaca blog kamu, Keka. Pelipur rindu banget inih….selamat menikmati peran baru yang melengkapi peran sebelumnya ya….

    Pesan untuk pagi: Pagi sayang, tante boleh ndak minjem jaket pink gambar kupu-kupunya hehehehehehehe

  2. makasih tante Priska…i miss you too.
    kata Pagi, boleh pinjem jaketnya, nanti diambil disini yaah 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: