psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

mungkin masih ada harapan di negeri Indonesia

Aah lagi-lagi malam-malam insomnia membuatku ngelangut mikirin banyak hal. Kamis dini hari ini, aku pun memikirkan negara tercinta Indonesia. Emang gegayaan nih pake mikirin negara, emang negara mikirin gw apa hehehe well, udah cukup ah intronya.

Saya mau mengomentari kejadian heboh yang baru terjadi di ranah ibu pertama. Apa lagi kalau bukan tertangkapnya ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Waktu mendengar berita itu pertama, jujur saja semua perasaan campur aduk jadi satu: kaget, sedih, marah dan jengkel. Saya sebagai warga negara merasa ditipu oleh lembaga hukum tertinggi di negara ini. Saya tidak sendiri, banyak teman wartawan yang saya kenal pun juga mengungkapkan kekesalan mereka. Pak Akil ini nampaknya doyan memainkan citra sebagai orang yang bersih di depan teman-teman rekan wartawan. Tapi nyatanya…

Saya pun jelas menangkap rasa kecewa banyak orang yang ujung-ujungnya jadi sangsi “apakah ada orang yang benar-benar bebas dari korupsi di negara Indonesia?” Sebelum si (C)Akil ada ketua SKK Migas Rubi Rubiandini yang citranya dimata sejawat sebagai mantan akademia yang gak macem-macem. Iya memang kedua orang yang ditangkap masih tersangka dan semestinya kita harus menjunjung asas praduga tak bersalah, tapi susah juga tidak percaya begitu mendengar kalau mereka tertangkap basah dirumah mereka dengan duit yang jumlahnya masya allah.

Kita boleh kecewa atau mungkin patah hati dengan apa yang terjadi dengan negara ini dan oknum-oknum pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan mereka. Tapi tunggu dulu, dibalik penangkapan-penangkapan tersebut, ada satu hal yang bisa kita syukuri, bahwa kejahatan korupsi dan penyalahgunaan wewenang adalah bukan lagi sesuatu yang mutlak di Indonesia. Mereka bisa diakhiri. Yang baik menang dan yang jahat ditangkap. 

Pertimbangan ini mengesampingkan konspirasi teori tentunya, bahwa ada kekuatan politik dibalik penangkapan Rudi dan Akil. Bahwa mungkin otak dari segala kejahatan (bosnya Akil dan Rudi) belum ditangkap dan KPK melakukan tebang pilih. Tapi daripada berpikir yang buruk-buruk, mari kita memupuk rasa optimisme terhadap bangsa sendiri. Toh kalau pun memang ada kekuatan politik dibelakang semua ini, biarlah mereka melakukannya dan semoga saja rakyat diuntungkan pada akhirnya. Misalnya partai A tidak suka dengan partai B, dan kemudian melakukan manuver supaya oknum yang disponsori partai B tertangkap, dan kemudian sebaliknya. Sehingga pada akhirnya rakyat mendapati sistem yang bebas dari penjahat-penjahat dari partai A dan B. Aah, ini mungkin bagusnya sistem multi partai. Hidup demokrasi! 🙂 

Mungkin saya terlalu optimis, tapi saya adalah penyuka happy ending di setiap film yang saya tonton dan saya berharap betul drama yang ada di negara saya sendiri akan berakhir bahagia. 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “mungkin masih ada harapan di negeri Indonesia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: