psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Apapun gayamu, berolahragalah…

Awalnya saya hendak mengomentari pendapat-pendapat nyinyir yang bilang bahwa olahraga lari itu mahal. Tapi melihat artikel lucu ini, saya jadi berpikir ulang, memang mungkin ada benarnya. Saya jadi teringat pengalaman 10k saya, ketika saya dikeliling orang-orang berkostum lari keren lengkap dengan segala asesorisnya. Ah saya yang waktu itu hanya berpakaian dan bersepatu apa adanya pun ikut-ikutan nyinyir. hihihi

tapi dipikir-pikir lagi, apa hak saya menghakimi mereka?

toh itu duit mereka sendiri dan mungkin kebetulan mereka suka membelanjakannya untuk hal-hal seperti itu. mungkin ada orang yang butuh semacam penyemangat dalam bentuk gadget paling muktahir atau sepatu paling keren supaya larinya lebih cepat.

Yang paling penting kan semangat untuk berolahraganya. entah lari, yoga, senam, pilates, semua orang pasti punya pilihannya masing-masing kan?

Karena menurut saya tujuannya yang paling utama adalah raga yang sehat, bukankah begitu?

tapi mungkin memang ada orang membuat badan sehat tanpa segan-segan mempertontonkannya kepada banyak orang lewat asesoris yang dia pakai, berapa kilometer yang berhasil dia capai di media sosial, ataupun foto-foto berbagai pose jungkir balik yoga dan lain-lain. Yang paling lucu, saya melihat beberapa postingan di facebook atau twitter dari orang-orang yang baru mengambil race pack untuk sebuat event lari. Itu baru ngambil lho, belum larinya hahahaha.

Aah, satu harapan saya semoga hal-hal tersebut menjadi inspirasi buat orang lain.

sedangkan saya, saya memilih gaya yang lain.

Memang dulu saya suka posting lewat aplikasi tertentu berapa kilometer yang berhasil saya tempuh, tapi saya sekarang tidak melakukannya. Saya saat ini bisa berlari tanpa memegang gadget sekalipun. Nikmat rasanya lari melihat sekiling lalu membiarkan pikiran melanglang buana bersama langkah-langkah saya. aah, berasa Murakami deh pokoknya, padahal dia berlari sambil mendengarkan lagu yah hehehehe.

Saat ini saya masih berusaha mempertahankan konsistensi lari setiap minggu. Saya berlari mengelilingi lapangan ukuran 800 meter dekat rumah lima kali selama kurang lebih 30 menit. Itu sudah cukup bagi saya. dan saya baru saja melakukannya pagi ini, setelah dua hari dilanda flu hebat.

Tidak ada baju khusus, kadang-kadang saya berlari masih memakai baju tidur :)) Gadget paling keren yang saya miliki adalah jam/ipod apple dari kelik, itu pun sudah saya tidak pakai. Sepatu saya masih sama, sepatu kuning yang saya beli setelah 10km saya yang pertama. Saya tidak berencana membeli yang baru meski sepatu ini entah kenapa sudah sobek dibagian ujung jempolnya, mungkin saya akan membeli yang baru setelah 10km saya selanjutnya (fingers crossed)

Jadi kalau ada yang bilang olahraga lari itu mahal, mungkin mereka belum ketemu saya :))

Tapi apapun gayamu, mau mahal, mau murah, mau jauh, mau pendek, mau cepat, mau lambat, ayo berlari! atau kalau tidak lari, bisa yoga, pilates, atau jalan…apapun yang terpenting gerakkan badanmu…:)Karena kesehatan kita bukan hanya penting buat kita tapi juga orang-roang tersayang disekeliling kita.

Advertisements

No Responses to “Apapun gayamu, berolahragalah…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: