psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Berakhir pekan di Canberra

terkadang yang terpenting bukan lagi kemana tujuannya tapi siapa yang dituju.

canberra1

Canberra bukan merupakan destinasi favorit para pelancong jika bepergian ke Australia. Kota yang dihuni kebanyakan oleh pegawai pemerintah ini diakui banyak orang membosankan. Tapi saya tidak peduli, saya pergi ke Canberra karena saya berutang janji kepada teman saya Maria untuk gantian mengunjunginya. Dia sudah mengunjungi tahun lalu, dan kali ini saatnya membalas budi. Yang saya tahu Lonely Planet menyebut Canberra sebagai tempat asik untuk kunjungan museum karena banyak museum bagus disana. Aaah, tapi itu bonus buat saya.

Kepergian kami sebenarnya juga dadakan. Waktu itu kami merencanakan pergi waktu liburan paskah, tapi karena kami akan pergi dengan mobil awalnya kami pikir waktunya tidak cukup karena butuh sehari untuk bisa sampai kesana (ini dengan memperhitungkan bawa pagi). Maunya sih pergi naik pesawat, tapi mahal juga, sedangkan tiket bis sama mahalnya, alternatif lain naik kereta, ternyata tiketnya sudah ludes. Untungnya di Australia itu ada namanya Easter Monday, jadi libur paskah sampai hari Senin. Yipppi, berangkatlah kami timik-timik dengan mobil. Aah sekalian merasakan road trip antar kota…

Sesampainya disana kami disambut dengan makan malam istimewa bersama Maria dan teman-temannya. Selama berkunjung disana, saya meminta Maria untuk mengajak kami makan yang asli Australia, sudah bosan dengan makan di Melbern yang ujung2nya ke warung Indonesia. Malam pertama kami, kami makan di sebuah warung steak. Lucunya, teman-teman Maria mengaku sangat terharu dengan kedatangan kami, katanya jarang orang datang ke Canberra yang bukan untuk acara konferensi atau urusan resmi lainnya. Bisa dibilang misi kami –atau tepatnya saya– hanya ingin mengunjungi Maria…dan mereka sangat mengapresiasi hal itu. Bertemu dengan teman-teman baru sangatlah menyenangkan, dan pagi pun sangat menikmati bertemu dengan tante dan om barunya πŸ™‚

 

canberra4

 

Besok paginya, kami pun pergi ke National Gallery of Australia. Tak disangka pengunjung sudah mengantri di depan pintu museum ketika kami tiba. Maria heran, karena baru pertama kali ini dia melihat begitu banyak orang di Canberra. Hahahaha, okay sebegitu membosankankah Canberra?, pikir saya dalam hati.

Gedungnya apik dan koleksinya luar biasa. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah lukisan Jackson Pollock “Blue Poles” No 11 yang katanya pembeliannya mengukuhkannya menjadi salah satu lukisan termahal didunia. Aaah..lukisan sebesar 5 meter ini membuat saya terhenyak…guratan Pollock begitu membekas dikepala, rasanya mau menangis melihatnya. Kereeen sekaliiii. Baru kali ini saya menemui lukisan yang begitu hidup…saya bisa bengong dibuatnya melihatnya tanpa bosan. Semua pengunjung dalam galeri ini tidak diperbolehkan memotret, tapi saya masih ingat bagaimana lukisan itu meninggalkan jejak di memori saya

Kami pun beranjak ke museum lainnya, yaitu National Museum of Australia…widiih bangunannya lebih gila lagi, didepannya kami disambut lingkaran besar. Lulusan arsitek UGM Kelik Wicaksono pun kebingungan, dalamnya sih tidak begitu istimewa tapi kami cukup mengekplorasi gedung bangunannya.

canberra 5

 

 

Dan semenjak membawa pagi, setiap bepergian ke kota lainnya, kami selalu mencari tempat bermain anak-anak yang lucu. Kami menemukannya di Melbourne dan juga di Sydney, ternyata di Canberra ada juga. Terletak di dataran tinggi, playground ini penuh sekali menjelang sore. Orang tua membawa anak-anaknya pergi main kesana. Disainnya lucu sekali, rangkaian buah ek yang disusun menjadi sebuah istana. Lahannya tidak seluas yang kami temui di Sydney, tapi saya pikir luasannya cukup praktis, kebayang dong gak harus mengejar anak kesana-kemari :)Tak jauh dari sana kami menemukan spot lucu..kata maria semacam tulisan Hollywood yang ada di Amerika sana, tapi di Canberra bunyinya wide brown land, karena konon katanya kalau dilihat dari atas canberra itu layaknya bongkahan besar tahan yang berwarna coklat πŸ™‚

 

canberra2

 

photo (1)

 

canberra3

 

Dua hari kami menghabiskan waktu di Canberra, kota yang menyenangkan karena orang-orangnya. Kami juga dihibur oleh pemandangan cantik dengan daun-daun warna-warni di musim gugur. Makanan yang kami coba juga beda dan unik, pokoknya kami coba semua asal bukan masakan Indonesia πŸ™‚ saya pun belajar membuat beberapa masakan dari Maria, seperti cara bikin poached eggs dan juga muffins..dia emang jagonya masak. Kami pulang senin pagi sambil membawa kenangan manis tentang Canberra dan orang-orang yang tinggal disana πŸ™‚

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Berakhir pekan di Canberra”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: