psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Wicked by wicked

Begitu tahu musical Wicked bakal manggung di Melbourne, saya meminta Kelik untuk membelikan tiketnya. Saya penasaran sekali nonton musical..belum pernah seumur hidup. Saya melewatkan musical Lion King beberapa tahun lalu di Singapura, dan kemarin waktu main ke Sydney, kami pun melewatkannya juga karena gak ngeh kalo Lion King sedang main disana..

Wicked ini saya sendiri sudah baca trilogi novelnya. Saya suka sekali novelnya. Novelnya menjelaskan siapa the wicked witch sebenarnya dan si penulis berhasil menyusun cerita yang membantu memberikan alibi buat segala tindakan yang dilakukan oleh wicked witch, dan dia tidak sejahat yang selama ini digambarkan di buku klasik di the Wonderful Wizard of Oz. Idenya briliant, membuat semuanya tidak selalu hitam atau putih bahwa ada abu-abu diantaranya.

Ah dari novel yang keren, saya pun semakin semangat nonton musicalnya. Kelik pun membeli tiketnya buat kami bertiga. Sebenarnya rada wanti-wanti juga karena sudah diperingatkan bahwa tontonan ini buat anak diatas 8 tahun. Tapi kami nekat membelikan juga buat Pagi meskipun tiketnya mahal. Kami cukup yakin Pagi akan suka dan betah, karena pengalaman kami nonton bioskop, dia tidak pernah rewel. 

Begitu hari H, kami pun berangkat agak awal dari rumah, sampai disana saya lumayan kagum dengan gedung pertunjukannya. Cantik. Dan banyak penonton datang dengan berdandan khusus, ada beberapa yang memakai dress panjang nan cantik sedangkan pasangannya memakai jas berdasi. Saya dan Kelik –dengan pakaian seadanya– menikmati pemandangan yang ada. Kami duduk di posisi yang lumayan strategis. Mungkin hal itu yang membuat harganya lumayan mahal. Tapi kami memilih posisi duduk paling pinggir, karena takut menggangu yang lain kalo Pagi tiba-tiba rewel.

Sepertinya kami mengambil keputusan yang tepat, dari awal Pagi sudah tidak betah. Begitu kami ajak masuk ruangan teater. Dia langsung mengeluh. ” Scary. Scary. I wanna go home. I want to go to Pagi’s house.” Nah loh paniklah kami. Tapi kami berusaha menenangkannya. Di atas panggung memang ada naga besar dengan mata merah. Begitu dimulai, dia mulai mencoba menikmatinya apalagi muncul Glinda, the good witch dengan kostum ala perinya. Pagi pun ikut bertepuk tangan bersama penonton lainnya setiap sebuah adegan selesai. Lucu sekali. 

Tapi kebanyakan, dia memeluk saya dan merajuk ingin pulang. Jadinya kami cukup berisik, karena kami berusaha menenangkan pagi setiap saat. Untungnya, penonton lain belum ada yang komplain.

Rewelnya Pagi tidak menghalangi saya untuk menikmati pertunjukan. Sesi pertama yang luar biasa. Yah, namanya belum pernah nonton yah. Saya sendiri ternganga dengan kostum, koreografi, lighting (kok bisa pas banget), musiknya dan juga nyanyian mereka. Ckckck…

Sesi pertama usai, dan keluarlah kami untuk istirahat. Begitu bel memanggil kami masuk kembali, Pagi menolak diajak masuk ke dalam ruangan. HUaaah..saya stress berat, karena tiket yang dibeli mahal sekali…masak beli cuma nonton setengah…dududu..segala upaya kami lakukan untuk mengajak pagi masuk kedalam, tapi tiada hasil..akhirnya mengalahlah kami…kami pun memutuskan pulang…ketika mengambil barang kami di ruang penitipan barang, saya pun iseng bertanya apakah ada cara lain supaya kami bisa menonton? dan senangnya, mereka memberikan kami kontak manajer pertunjukan yang bisa memberikan kami kesempatan lain untuk menonton lagi. 

Yipppi….baik sekali yah mereka. Besoknya kelik menelepon mereka dan kami dapat tiket lagi, tapi tidak di posisi yang sama. Dua minggu kemudian kami berangkat ketika Pagi di Child Care…aah senangnya, kami juga dapat tempat duduk yang lumayan strategis..sayangnya pemeran Elphie (the wicked witch) diganti dan kelik berpendapat pemeran sebelumnya lebih bagus. Aah saya bilang sama saja..:) Saya pun sempat menangis di sebuah adegan..dan tahu kan salah satu kriteria saya untuk menentukan bagus atau tidaknya sesuatu dari menangis atau tidaknya saya. Nampaknya hal itu berlaku juga untuk hal ini…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Wicked by wicked”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: