psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

komitmen oh komitmen

Saya sedang berusaha keras memegang beberapa komitmen kepada diri sendiri akhir-akhir ini. Hal ini saya akui tidak mudah. Apalagi kalau kondisi sedang sibuk-sibuknya. Tapi memenuhi komitmen diri-sendiri buat saya adalah sebuah pencapaian pribadi. Gampang-gampang susah memang. Beda dengan membuat komitmen dengan orang lain dimana negosiasi bisa secara terbuka dilakukan jika pihak tertentu tidak bisa memenuhi sebuah komitmen. Nah, ketika kita membuat komitmen pribadi, kita disuruh bernegoisasi dengan diri sendiri, dengan rasa malas, dan sejuta alasan untuk tidak memungkiri janji pada diri sendiri.

Saat ini saya memegang beberapa komitmen dan kebetulan salah duanya berkaitan dengan kesehatan raga.

Lebih dari setahun ini, semenjak saya tinggal di Melbourne, saya berjanji pada diri sendiri untuk lari di setiap akhir pekan. Sebuah lapangan dekat rumah menjadi fasilitas pendukung untuk melakukan rutinitas ini. Jadilah saya, setiap Sabtu dan Minggu, berlari 5 putaran atau kira-kira 5 km. Sejauh ini saya bisa memenuhi komitmen saya, kecuali memang ketika saya bepergian ke luar kota. Saya cukup puas ketika saya bisa tetap memegang teguh komitmen saya. Bahkan musim dingin yang lalu saya tetap berlari meskipun suhu hanya 1 derajat. Brrr…tapi rasa puas yang didapat memang luar biasa, rasa menaklukkan kemalasan itu lho yang bikin saya senang luar biasa.

hampir sebulan ini, saya memulai komitmen baru. Saya mencanangkan program Meatless Monday yang artinya hari tanpa daging disetiap hari Senin. Intinya, saya jadi vegetarian setiap Senin. Saya dengar pertama kali waktu saya masih liputan di The Jakarta Post. Berikut link-nya http://www.thejakartapost.com/news/2010/09/26/vegan-society-proposes-meatfree-monday-city.html
Kenapa baru sekarang? karena saya sudah merasa tua dan bagaimanapun butuh menjaga makanan. Alasan saya memang egois, cuma pengin sehat. Tapi memang dibanding alasan-alasan yang diberikan para aktivis vegetarian, yang memilih diet seperti itu karena alasan lingkungan atau etika, mungkin punya saya kurang heroik..hehehe..tapi ya masak gitu mau dibandingkan hehehehe Tapi melihat Pagi, saya rasa saya punya tanggung jawab besar untuk terus sehat.

Tapi kenapa Senin saja? Saya sebenarnya bersyukur untung komitmennya satu hari aja 🙂 Jadi vegetarian itu susah ya saudara-saudara. Gangguannya banyak sekali. Dan makan sayur aja itu gak enak…salut deh buat yang berkomitmen jadi vegetarian sepenuhnya. Sebenarnya tidak sulit mencari makanan vegetarian di Melbourne ini, tapi yah itu dilemanya besar jika harus memilih antara nasi dengan telur atau nasi dengan pork belly, meski dengan risiko jika memakan yang terakhir, leher rasanya cekut-cekut. Ah saya memang sudah tua.
Menu andalan saya buat Meatless Monday adalah tempe, telur dan pecel..sejauh ini berjalan lancar dan semoga bisa berkelanjutan.

Oiya saya punya satu komitmen lagi, yaitu menulis blog setiap bulannya, dan post ini memang didedikasikan untuk memenuhi komitmen itu meskipun tugas kuliah bertumpuk dan deadline pengumpulan thesis maju. Pusing sih memang tapi setidaknya saya senang satu komitmen sudah saya penuhi untuk bulan ini. Yipppi!

Advertisements

No Responses to “komitmen oh komitmen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: