psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

perjalanan ke barat

Ambisi saya sewaktu dapat beasiswa ke Australia adalah ingin menjejakkan kaki ke seluruh negara bagian disini. Sampai bulan Juni kemarin, tinggal tiga negara bagian yang belum kami kunjungi. Yang pertama Perth, South Australia dan kemudian Nothern Teritory. Kami sudah beli dari jauh-jauh hari tiket untuk pergi ke Perth, soalnya mahal. Awalnya saya berpikir apa gak usah aja, soalnya sepertinya lebih murah pergi dari bali ketimbang dari melbourne, tapi mengingat bahwa kami nantinya harus mengurus visa dll..kayaknya mending sekalian aja selagi kami disini. Lagian saya ingin mengunjungi teman saya mba Nurul dan keluarganya yang sekarang menetap disana. Memang modus saya ketika bepergian adalah sebisa mungkin mencari kenalan supaya bisa numpang beberapa hari untuk menghemat biaya 🙂 yah emang jiwa numpang saya ini…

Sesampainya disana, kami langsung pergi ke rumah  mba Nurul untuk menaruh barang-barang dan beristirahat barang sejenak..selama disana mbak Nurul yang baik hati pun membolehkan kami menggunakan mobilnya untuk jalan-jalan. Wuaah senangnya…Sama seperti di Melbourne, meskipun fasilitas kendaraan umum tersedia, hidup nampak lebih mudah jika punya mobil. 

Yang menyenangkan selain masalah akomodasi adalah melihat Pagi betah disana karena mbak Nurul punya anak perempuan bernama Hayun dan mereka langsung main bersama.

Perth. Beda sekali memang kota-kota di bagian barat Australia. Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan ekonomi di kota tersebut tumbuh pesat karena geliat industri pertambangan. Meskipun begitu kotanya tidaklah seramai Melbourne, Brisbane atau Sydney apalagi venue venue kebudayaannya. Museumnya tidak sebagus yang ada di kota-kota lain. Meskipun kami sempat menyambangi pertunjukan dinasaurus disebuah museum. Cukup seru sih, tapi instalasinya terbatas jumlahnya.

Selain pergi ke art center-nya, kami juga sempat pergi ke kota tuanya, Fremantle. Areanya cukup manis dengan bangunan-bangunan tua yang unik berjejer sepanjang jalan. Kami sempat menyesatkan diri ke pasar tradisionalnya juga sekadar merasakan hiruk pikuk suasana di sana. Yang sedikit membingungkan adalah akses orang sana, beda sekali dan cukup memusingkan buat kami, yang tidak terbiasa mendengar. 

Sebelum pergi, saya sendiri sempat meng-Google tempat-tempat yang menarik dikunjungi. Sebenarnya Western Australia punya begitu banyak tempat yang aduhai, tapi yah itu jaraknya jauh sekali dari Perth, ada pantai bagus sekali di daerah utara yang untuk kesana perlu waktu hampir seharian berkendara. Kami pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke daerah yang tidak begitu jauh dari Perth. Kami memutuskan pergi ke Pinnacles, daerah gurun berbatu-batu yang kata banyak orang seolah-olah kita berada di bulan. Waktu tempuh kesana menghabiskan waktu 3 jam. Dan perjalanan darat disini lumayan berat saudara-saudara, karena tidak setiap saat ada tempat peristirahatan atau toilet, beda sekali dengan road trip di daerah barat yang setiap beberapa km pasti ada rest area untuk istirahat atau ke belakang. Cukup merepotkan apalagi kalau pergi dengan balita.

Selain menyusuri kota dan daerah sekitarnya, kami juga sempat pergi ke Rottness Island, itu semacam Gili di Indonesia, tidak ada kendaraan diperbolehkan beroperasi disana kecuali sepeda. Sayangnya kami salah perhitungan, kami kira pulaunya kecil, tapi ternyata luasnya minta ampun, dan kami tidak kepikiran menyewa sepeda atau menginap,jadinya kami hanya mengitari bagian pulau yang dekat dengan dermaga. Tapi waktu yang terbatas disana, kami pergunakan sedemikian rupa untuk mengeksplor beberapa pantai yang cantik. Saya pun girang bukan kepalang ketika menemukan pantai cantik di balik bukit yang kondisinya sepi..seperti menemukan pantai pribadi.

Selama di perth, kami sempat juga melakukan to-do list kami: menyaksikan matahari tenggelam dengan siluet cantik kota Perth sebagai Perth, menjelajahi playground bagus disana, main ke pantai, main ke taman disana.

Meskipun begitu, saya pribadi belum merasa puas. Tapi sudahlah…jadikan itu alasan untuk kembali kesana, bagaimana kalau begitu?

This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “perjalanan ke barat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: