psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Dibalik kesederhanaan Once

Once_mel_r_supplied_444x283

mbaknya dan masnya

Pertama kali nonton filmnya tahun 2007, saya langsung dibuat jatuh cinta dengan Once. Ceritanya simple tentang hubungan platonik cowok dan cewek yang terpisah dengan pasangannya masing-masing. Cerita cintanya apik dan tak lazim, beda sekali dengan buatan studio Hollywood.  Tapi yang membuat saya jatuh cinta adalah lagu-lagu karangan musisi Glen Hansard yang juga menjadi pemeran utama prianya. IIIh..itu bikin lagunya pasti pake hati, dan nyanyinya pun juga.

Kemudian di tahun 2012, saya dengar mereka mengadopsi skenario filmnya untuk pertunjukan musikal di broadwal. IIih itu pasti keren sekali, kayak nonton konser yang ada dramanya pasti, bayangan saya. dan bener saja..tahun itu musikal Once memboyong 8 piala Tony Awards (semacam Oscar untuk musikal) di tahun yang sama.

Dua tahun kemudian, saya dengar Once bakal main di Melbern. Saya dan kelik pun sudah beli tiketnya jauh-jauh hari. Kami beli tiket murah yang ditawarkan karena posisinya yang terhalang tiang, tapi kami baca-baca review katanya tidak terlalu mengganggu (dan memang benar, bahkan sama sekali tidak mengganggu menurut saya) jadilah kami beli.

Sebelum saya pergi, saya sudah browsing-browsing pertunjukan Once di Broadway dan London…ah saya jatuh cinta sama Steve Kazee, aktor Broadway yang keren banget mainin tokoh pria yang tidak bernama ini, mereka hanya menyebutnya The Guy and The Girl. Jadi begitu tahu siapa yang akan memerankan tokoh the guy dan the girl di melbourne, hati saya langsung ciut, apalagi lihat pemeran prianya…beda banget sama Steve Kazee..Tapi begitu melihat klip promo mereka, hati saya membesar sedikit, aah siapa tahu…

Di hari h, saya datang agak mepet karena nungguin kelik yang masih kerja. Begitu sampai disana, gedung sudah penuh. Gedung pertunjukannya beda dengan yang kami kunjungi sebelumnya waktu nonton the wicked. Kali ini, tempatnya lebih kecil dan sedikit repot karena kursinya ditata di satu baris memanjang, jadi yang duduk ditengah jika datang terlambat, memaksa orang yang duduk duluan dipinggir untuk berdiri agar mereka bisa masuk. Uniknya, saya perhatikan pengunjungnya kenapa kebanyakan nenek-nenek dan kakek-kakek semua yah. Di samping kiri dan kanan kami, semuanya penonton paruh baya. Kata kelik sih karena pertunjukannya siang, tapi saya bilang waktu nonton wicked kok gak, kebanyakan yang nonton anak muda dan anak-anak.  Misteri belum terjawab sampai sekarang hehehe..

Waktu pertama kali masuk ke gedung pertunjukannya, saya heran ketika sudah ada beberapa orang di panggung sedang bernyanyi..saya heran, karena jelas waktu belum menunjukkan jam satu. Ternyata mereka adalah para pemain yang sedang pemanasan, mereka nyanyikan beberapa lagu layaknya sebuah pentas sebelum akhirnya mulai.

Panggungnya kecil dan sangat intim, sama seperti bayangan saya. Tidak mewah dan megah seperti yang saya lihat di Wicked. Dan dari awal dan akhirnya panggung tidak berganti, hanya itu saja. Jempol untuk transisi ke setiap adegan yang sangat mulus dan natural dan terkadang jadinya lucu karena yang memindahkan barang-barang atau properti yah artisnya sendiri…iih bener-bener produksi yang efisien.

Dan saya ternyata meng-underestimate mas Tom Parsons. He is beyond my expectation. Dari lagu awal, Leave, saya sudah suka. Dia menyanyi all out..keren pokoknya. Imajinasi nonton konser musik yang ada ceritanya pun terwujud sejak awal mas Tom nyanyi. Sedangkan karakter The Girl saya perhatikan sangat berbeda dengan yang saya lihat di film. Di panggung kali ini, karakter yang dimainkan Madeleine Jones ini lebih ceria dan gokil ketimbang Marketa Inglova di film Once yang asli. Kata kelik, itu mungkin tuntutan di panggung, karena susah juga menghadirkan tokoh The girl yang malu-malu dan submisif tapi encouraging disisi yang lain. Okay, cukup masuk akal. Saya nilai akting mba Madeleine okay lah..gak sekeren mas Tom. Tapi chemistry keduanya kereen..saya kuatir karena teman saya yang menonton sebelumnya bilang belum ada chemistry. wah gawat dong..untunglah saya tidak mendapatinya waktu nonton. Saya lihat chemistry itu ada di panggung.

Lagu demi lagu dimainkan, memutar balik memori saya waktu nonton pertama kali film Once. Tapi memang skenarionya mirip sekali dan deretan lagu-lagu yang ditampilkan juga sama dengan yang di film. Koreografinya juga sama dengan yang di London dan Broadway bahkan propertinya pun juga sama, sampai gitar butut yang dimainkan oleh the guy pun persis plek ketiplek sama dengan pertunjukan sebelumnya, mungkin bedanya kali ini saya menonton langsung dan utuh. Saya suka sekali dengan koreografi mereka yang simpel. Sepertinya pertunjukan Once ini memang menonjolkan kesederhaan, yah panggungnya, yah propertinya sehingga totalitas mereka di skenario, dialog dan cerita itu sendiri lebih nyata terlihat.

Adegan favorit saya tentu Gold, klimaks di pertunjukan ini, dimana semua pemain menari mengiringi the guy menyanyikan sebuah lagu untuk the girl. Iiiih aransemen lagunya keren. Dan jempol lagi buat pemainnya adalah mereka juga yang memainkan musiknya. Biasanya pertunjukan musikal selalu diiringi orchestra band dibawah panggung. Kali ini semua pemain juga bertanggung jawab juga buat musiknya. Edaaan. Satu lagi yang membuat saya terkesima adalah kesan di akhir pertunjukan yang saya tidak dapati waktu nonton film. Rasa tercekat dan hopeless melihat kedua tokoh memutuskan untuk tidak bersama. Uggh, jleb rasanya..saya dibuatnya menangis ketika mereka menyanyikan lagu falling slowly di akhir adegan..itu kena bangeeet.

Akhir kata, saya mau nonton lagi

berikut ini adegan favorit saya:

Advertisements

No Responses to “Dibalik kesederhanaan Once”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: