psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

kembali ke kampung bulak

Dua belas malam sudah saya bermalam di kampung bulak, rumah saya sejatinya. Hujan menyambut kami setiap hari. Dan baunya sedap sekali. Ini yang membuatku sedikit nyaman kembali ke rumah. Seorang teman menanyakan ngerasain reverse culture shock gak atau gagap budaya sekembalinya tinggal diluar negeri. Err..saya bingung menjawabnya…perasaan biasa-biasa saja, lagian saya kan cuma pergi dua tahun bukan? bukan yang sampai puluhan tahun gak pulang-pulang…sejauh ini semua yang saya alami masih bisa dipahami, termasuk lalu lintasnya…hari-hari pertama, sempat sebel, tapi yah gimana yah…kami juga yang bikin tambah macet, coba kalau kami tetap tinggal di melbern, kan berkurang satu pengguna jalan raya di ibukota…lumayan kan? 🙂

Sampai saat ini saya juga belum kangen Melbern. Gimana mau kangen, Jakarta itu bikin kita deg-degan setiap saat dengan segala ketertidakdugaannya…ibaratnya pacar, Jakarta itu pacar baru yang benar-benar tak tertebak dan bikin penasaran..Suatu saat dia bisa bikin sebel dengan kemacetannya, tapi disisi lain dia juga menantang kita untuk tidak menyerah dengan kondisi jalan raya yang payah. Skor sementara saat ini adalah Ika vs lalu lintas jakarta adalah 1:1. Jadi saat ini saya sedang kepincut dengan Jakarta, boro-boro mikirin pacar lama saya hehehe

Bisa dibilang saya masih dalam proses settling down. Masih beberes rumah yang kayaknya kok gak selesai-selesai, Rumah inti sih sudah lumayan..tapi gudang kami masya ampun deh..cita-cita pengin bikin garage sale..tapi entahlah…

Saya pun masih menunggu permohonan perpanjangan cuti disetujui, karena rencananya saya akan balik ke yogya sebentar untuk menengok keluarga di Yogya..kalaupun tidak disetujui artinya saya bakal segera ngantor..Ooh yeaah…

Selama menunggu, saya juga sedang sibuk membantu pagi beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Tapi di luar dugaan, Pagi adalah anak yang lumayan gampang menyesuaikan diri. Dia sudah punya banyak teman di kampung bulak, dan dia juga sudah akrab dengan akung dan utinya. PR terbesar saya adalah mengajarkannya bahasa Indonesia…tapi sejauh ini dia lumayan kok, menangkap satu-dua kata ketika bermain dengan teman-temannya.

Perjalanan baru dimulai. Tidak sabar untuk tantangan-tantangan baru. Semangaaat!

20150117_065024

Advertisements

No Responses to “kembali ke kampung bulak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: