psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Kembali ke lapangan

Saya mulai kembali bekerja 16 Februari lalu. Jadi sudah satu setengah bulan saya kembali “ngantor”. Meskipun saya tidak diharuskan kembali ke kantor lama, saya memutuskan kembali karena beberapa alasan. Mungkin yang terutama adalah karena saya suka menulis dan liputan dan The Jakarta Post sejauh ini memberikan ruang yang asik untuk melakukannya. Jadilah saya kembali.

Sebenarnya saya sudah ngobrol dengan beberapa orang mengenai apa yang ingin saya lakukan di kantor. Tapi karena suatu dan lain hal yang tidak bisa saya ungkapkan disini, rencana saya tidak bisa dilakukan. Jadilah saya dikembalikan ke desk lama saya, desk feature.

Dua tahun tidak ngantor ternyata terjadi perbedaan signifikan dengan cara bekerja wartawan sekarang ini. Dulu setiap liputan, kami diharuskan kembali ke kantor untuk laporan ke editor dan menulis. Sekarang tidak lagi. Setiap kali ke kantor, saya melihat banyak meja kosong. Semakin parahnya kemacetan Jakarta membuat kebijakan lama dirubah. Wartawan tidak harus kembali ke kantor sehabis liputan, mereka bisa mengirim tulisan darimanapun mereka berada.

Senangnya jadi wartawan feature, kami tidak punya deadline harian. Jadi setiap liputan, kami bisa langsung pulang dan menulis di rumah. Tapi tak jarang, tulisan kami ditunggu. Misalnya untuk acara-acara tertentu.

Sedari dulu, saya senang dengan jam kerja wartawan. Kami berangkat lebih siang meski harus pulang lebih malam, tapi setidaknya kami tidak harus berhadapan dengan kemacetan jakarta.

Tapi tentu saja, macetnya jakarta dulu tidak semacet jakarta sekarang. Jadilah saya hijrah ke rumah ibu di kreo ketika hari kerja dan harus liputan karena jaraknya yang lumayan lebih dekat dengan kota.

Karena kami masih nomaden, saya belum berpikir mencari pengasuh buat pagi, karena repot juga masih bolak-balik. Terkadang ketika liputan, saya titip pagi bersama utinya. Tak jarang juga, saya bawa mereka pas liputan…Jadi saya liputan sambil membawa rombongan :). Sesampai di tempat, saya liputan, sementara Pagi dan Uti pergi main.

Ketika tidak ada jadwal liputan dan deadline menanti, saya suka mengerjakan di rumah. Saya dan kelik bergantian menjaga Pagi..meski susah juga karena Pagi minta selalu diperhatikan. Kami pun bergantian, jika deadline kelik lebih mepet, maka saya yang harus ngalah, dan demikian sebaliknya.

Fiuuuh…

Tapi melihat kerepotan semua ini, saya tidak bisa mengeluh. Ini adalah pilihan yang kami jalani dan kami harus siap dengan segala konsekuensinya. Dan saya sendiri membayangkan bahwa saya akan melakukan hal ini sampai entah kapan nanti. Mungkin tidak ada lagi Pagi kecil yang ngerusuhi. Saya suka menulis dan semoga saya tidak akan pernah berhenti.

Advertisements

No Responses to “Kembali ke lapangan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: