psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Kampus memanggil kembali?

Berawal dari tweet yang saya terima dari mantan dosen saya Bill. Tiba-tiba dia mention dan bilang please contact Phil Chubb@monash. Waduh ada apa ini, saya bertanya-tanya dalam hati.

Sudah hampir lebih dari lima bulan saya meninggalkan bangku sekolah dan tiba-tiba dapat pesan dari mantan dosen untuk menghubungi mantan supervisor thesis saya. FYI, Phil ini adalah salah satu supervisor yang membimbing penulisan thesis saya dan dia juga kebetulan ketua jurusan jurnalisme di Monash University. Sedangkan Bill adalah dosen mata kuliah dasar penulisan berita di semester pertama. Saya sempat bertemu dia lagi di akhir semester karena dia adalah salah satu sumber untuk tesis saya. Bill adalah mantan wartawan The Age, saya selalu menyamakannya dengan kompas di Indonesia. Saat ini Bill adalah dosen di Monash dan sedang mengerjakan riset untuk PhDnya tentang perkembangan jurnalisme investigasi independen.

Setelah bengong cukup lama dan mereka-reka sendiri di kepala, ada apa gerangan. Aku pun segera mengimel Phil dan membalas tweet Bill (hey, it rhymes :)). Tak berapa lama, saya menerima balasan dari Phil. Dia bilang saya menang penghargaan tesis terbaik untuk jurnalisme dari almamater saya.

Imel itu saya baca berulang-ulang kali, karena saya gak percaya bahwa saya mendapatkannya. Memang saya dapat nilai bagus untuk tesis saya. Dua juri yang menilai tesis (jadi bukan dosen atau supervisor yang menilai) memberikan nilai bagus untuk saya. Satu orang memberi saya nilai 90, satunya lagi 85, jadi rata-rata saya dapat 87.5 atau HD (High Distinction) setara dengan A di pendidikan di Indonesia.

Tapi sumpah saya tidak pernah menargetkan nilai bagus untuk tesis saya. I just did my best. Target mahasiswa rata-rata seperti saya hanya C, syukur-syukur dapat B. Jadi tidak menyangka sekali saya bisa dapat nilai bagus dan bahkan dapat penghargaan dari pihak universitas.

Dalam imelnya, Phil mengharapkan saya bisa hadir dalam acara penyerahan penghargaan di Melbourne bulan depan, tapi karena lain dan suatu hal, saya terpaksa menolaknya.

Lalu sebagai gantinya, dia minta saya menulis semacam pidato singkat yang nanti bisa dia bacakan di acara tersebut. Dia pun memberi saya panduan apa saja yang harus saya ucapkan. Aah, lucu juga dapat PR dari supervisor 5 bulan setelah lulus kuliah.

Saya kemudian bertanya-tanya apakah ini pertanda saya harus kembali sekolah? hahaha…mungkin saja, Beberapa teman terdekat sudah mulai merencanakan melanjutkan PhD. Saya memang berencana, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat karena ingin rehat dulu dari tugas-tugas kuliah dan kembali ke dunia nyata. Saya ingat kutipan dari sebuah film yang cukup menggelitik dimana salah satu tokohnya bilang bahwa going to school is delaying reality…hahaha, saya pikir ada benarnya juga pernyataan tersebut.

Tapi saya ingin kembali bersekolah. Sungguh. Awalnya saya sangsi bisakah sekolah lagi selama 4 tahun? tapi berkaca dari pengalaman yang kemarin, sepertinya sih saya sanggup (amiiin). Mungkin tidak segera tapi semoga penghargaan yang saya dapat bisa mempermulus cita-cita saya (amiin lagi). Tulisan ini adalah doa untuk semua itu.

Advertisements

2 Responses to “Kampus memanggil kembali?”

  1. Ikaaaa!!! This is a very very big news! Selamaatt yah buat penghargaannya! Kamu keren sekali!! Ayo diambil PhD-nya! Nanti aku datangi lagi šŸ˜


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: