psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Segera, rumahsenyumpagi 2.0

Rumahsenyumpagi saat ini sedang direnovasi. Sebenarnya kami sudah merencanakannya sudah sejak kami di melbern. Tapi baru kesampaian karena beberapa alasan. Salah satunya menunggu musim hujan kelar dan yang kedua ternyata tukang andalan kami, mas engkos masih mengerjakan proyek di bandung. Kelik memang punya tukang terpercaya. Sebenarnya mas engkos masih saudara. Dia menantu bude saya di Indramayu. Kami mengenalnya lewat bapak saya. Dia mengerjakan renovasi rumah bapak di kreo dan membangun kontrakan milik ibu saya. Kerjaannya rapi dan cepat, dia juga sangat disiplin. Kelebihan mas Engkos ini adalah dia juga tukang kayu yang handal. Rak buku di kamar kerja kelik, tempat sepatu, kitchen set ibu dirumahnya adalah hasil karyanya. Disamping bisa menghasilkan karya yang custom made, kerjaan mas Engkos lumayan lah buat menghemat pengeluaran untuk perabotan.

Sayangnya mas Engkos belum kunjung kelar juga proyeknya. Karenanya, kelik yang sudah ngebet memulai proyek renovasi pun akhirnya memanggil tukang dari yogya. Mereka rekomendasi bapaknya kelik. Mas Parno dkk ini yang merenovasi rumah mbah di yogya. Kelik pun mengiyakan, pikirnya sembari menunggu mas Engkos, buatlah proyek dimulai dulu mengejar sebelum lebaran.

Kenapa sih repot-repot mencari tukang kan lebih gampang kasih ke kontraktor dan duduk manis nunggu semua selesai. Well, kalo bisa dibuat susah, kenapa harus gampang sih? Itulah kecenderungan manusia postmoderen..Hahaha. Well, alasan utama tentu biaya, dengan menyewa tukang dan mengawasinya sendiri kami bisa menghemat lumayan. Kalo proyek rumah biasanya, pemilik rumah pasrah bongkohan ke kontraktor yang mengganjar kita dengan harga jutaan per meternya. Saya kurang jelas apakah sebagai klien kita bisa memilih spesifikasi bahan bangunannya juga atau tidak. Tapi sepertinya tidak, harga yang ditawarkan termasuk tukang dan bahan bangunan. Kalau mau lebih bagus bahannya, yah nambah lagi sepertinya. Karenanya menyewa tukang jatuhnya lebih murah, pemilik rumah pun bisa mengontrol kualitas bahan bangunan. Sebagai contoh proyek pembangunan rumahsenyumpagi yang pertama membutuhkan sekitar 120 juta. Itu harga yang sangat murah dibanding harga rumah-rumah diperumahan. Kelebihan sendiri menyewa tukang adalah kami bisa berkreasi dengan desain yang kami mau. Terserah kami pokoknya. Itu sebuah previlege yang tidak didapat ketika kerja dengan kontraktor.

Tapi bekerja langsung dengan tukang pun ada kekurangannya. Semuanya jadi lebih repot dan capek. Yang repot harus beli bahan bangunan sendiri, repot mengawasinya, dll. Belum lagi kadang- kadang si tukang gak berhasil mengerjakan apa yang kami mau. Yah namanya manusia, maunya A jadinya B. Jadinya kami hanya bisa manyun deh. Well, tapi sejauh ini, kami menganggap semua ini pembelajaran buat kami terutama kelik, lulusan arsitek yang akhirnya kesampaian juga jadi arsitek. Proses renovasi yang kedua ini, mengingatkan saya betapa asiknya proses membangun rumah.

Setiap akhir pekan, tiada lagi jalan-jalan atau nongkrong di mall. Kegiatan favorit saya dan kelik akhir-akhir ini adalah mampir ke toko bangunan, ace hardware, ikea, informa, mitra 10 dan toko-toko keramik pinggir jalan. Saya dan kelik bukan tipe spontaneous buyers, jadi kalo beli mikirnya lamaaa..dan biasanya harus survey ke bbrp tempat sebelum akhirnya menentukan pilihan. Hasilnya worth it. Kami bisa dpt apa yang kami inginkan dengan harga yang jauh lebih murah. Setelah wira-wiri bbrp kali ke toko keramik, kami pun menemukan ubin cantik buat lantai atas. Ubin ini terbuat dari granit tapi dengan penampilan seperti kayu dan harganya pun gak mahal-mahal banget. image Begitu juga dengan lantai dapur kami nantinya. Selain itu, setelah kesana-sini mencari kitchen set, kami sepertinya baru menemukannya sore tadi dengan harga yang jauh lebih murah dan desain yang kami inginkan. Lalu belum lagi daun pintu, jendela dan lain-lain. Gak jauh beda sebenarnya dengan window shopping di mall-mall tapi untuk rumah sendiri. Seruu pokoknya.

Masalah desain, saya akui kami jadi lebih fungsional. Dulu memang kelik lebih berani bereksperimen, tetapi setelah mengetahui beberapa titik lemah di desain yang eksperimental, kami pun memilih cara yang aman. Oiya lupa, saya belum menjelaskan bahwa proyek renovasi rumahsenyumpagi yang kedua ini tujuannya utama membangun lantai 2. Kami ingin menambah kamar buat para pelancong yang hendak menginap di kampung bulak. Dari disain awalnya, kelik sudah menyiapkan pondasi untuk tingkat 2. Tapi rencana tinggal rencana karena proyek renovasi melebar kemana-mana. Kami juga berniat merenovasi dapur dan ruang cuci belakang lalu garasi dll. Dudududu..aah kalo ini pengin rasanya pegangan dompet erat-erat. Kembali ke masalah desain yang lebih fungsional, saya merasakan sendiri perbedaanya. Meski untuk satu hal, kelik keukeuh mau beresperimen yaitu untuk rangka pondasi lantai atas. Setelah browsing-browsing di internet, dia menemukan keraton ( keramik beton). Pengerjaannya lebih cepat dan looknya lumayan cantik karena seperti bata ekspos. Masalahnya belum banyak orang memakainya, para tukang pun tidak pernah memakainya. Nah,lho. Yah, berdoa saja semoga berhasil. image

Tapi untuk desain lainnya, sepertinya kelik cukup main aman, belajar dari desain sebelumnya mungkin :)). Desain atap pun dipilih kelik bukan hanya sekadar cantik dipandang, tapi bisa mengumpulkan air hujan supaya tidak kemana-mana. Kalau kitchen set, desain saya pun sangat praktis dan fungsional (mas mas di ikea pun mengakuinya). Ini bisa dilihat bagaimana saya memilih laci-laci dan posisi penempatan kompor juga tempat cuci piring. Pengalaman tinggal diluar negeri pun membuka mata kami akan bbrp hal. Misalnya, kami memutuskan membangun kamar lengkap dengan lemari baju, orang australia menyebutnya sebagai bath robe. Lebih praktis dan murah. Lalu untuk ruang cuci, kami ingin punya ruang cuci berdiri dan yang kering seperti yang kami punya di clayton. Untuk dapur, saya pun menyontoh desain unit kami di melbern. Saya tahu bahwa disain saya harus memperhatikan bbrp detil spt saya butuh tempat sampah di bawah tempat cuci piring, lalu laci untuk piring, sendok, panci besar,panci kecil dan juga panci besar,  dan juga lalu bahan makanan, dll. Hal-hal kecil yang saya pikirkan pun sampai desain jemuran pakaian yang enak untuk ruangan terbatas dan gantungan handuk di kamar mandi lalu wastafel pojok untuk menghemat space tapi tetap cantik. Lalu bagaimana membuat disain tangga yang terlihat cantik tp juga aman buat anak kecil. Lalu memilih meja makan yang asik untuk diluar. Super ribet memang tapi kami menikmati prosesnya.

Tentunya prosesnya masih panjang meski mungkin tidak sesempurna yg kami bayangkan. Saat ini saya bisa meratapi nasib rumah saya yang minta ampun berantakan. Namanya enak-emak, mikirnya ini gimana membersihkan semua ini. Saat ini pun kepikiran besok kalo mau bangun rumah lagi (aminn), gak usahlah pake ditingkat-tingkat, repotnya alamak. Saya yang awalnya direncanakan tidak harus mengungsi pun akhirnya harus ngungsi juga :((. Tapi dari semua proses ini, saya pun kembali diingatkan membangun rumah mungkin tak pernah usai, sama seperti membangun pribadi, mungkin nanti ada kesalahan disana-sini, cacat disain dll, tapi mari belajar darinya. Rumah pun harus bertumbuh, selayaknya pribadi kita yang bertumbuh.

image

image

Advertisements

2 Responses to “Segera, rumahsenyumpagi 2.0”

  1. buatku, membangun rumah dari awal sampai seperti yang kita inginkan itu ibarat mencermati pertumbuhan anak. kadang sampai kayak orang gila, ngomong sendiri sama bahan-bahan bangunan….ayo, jangan rusak ya. uang untuk ngganti mepet niiiihhhh….hihihihihi…
    Aku juga lebih senang rumah 1 lantai. secara tulang mulai menua.
    selamat renov yaaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: