psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Memelihara mimpi

Salah satu impian saya sewaktu masih muda (hahaha, iya sekarang saya sudah tidak muda lagi adalah ingin punya kolom sendiri. Tentu saja, mimpi ini diinspirasi oleh karakter Carrie Bradshaw dari serial Sex and The City. Keren saja membayangkan menjadi penulis kolom yang bisa menulis dan mengomentari apa saja termasuk kehidupan yang terkadang lucu ini, dan dibaca banyak orang. Saya tidak ingat persis apakah saya memimpikan menjadi penulis kolom waktu saya mulai bekerja sebagai wartawan atau belum, tapi sepertinya punya kolom tersendiri adalah sebuah privilige buat seorang wartawan, dimana dia bisa menuangkan opini dan pendapatnya sendiri. Tapi terlepas dari itu, saya emang nge-fans sama tokoh Carrie dengan pandangan-pandangan revolusioner terlebih tentang gender dan seksualitas 🙂

Saya tidak pernah benar-benar memelihara mimpi saya yang satu ini atau tepatnya tidak pernah sengaja memeliharanya, tidak seperti mimpi-mimpi saya lainnya, seperti misalnya sekolah lagi. Saya membiarkannya mengalir. Saya tidak pernah benar-benar menargetkan harus ini atau harus itu, yang saya lakukan adalah menulis dan menuils baik kaitannya dengan pekerjaan maupun menumpahkan isi hati di blog ini.

Satu dekade setelah mengabdi menjadi wartawan, saya pun mendapat kesempatan itu. Saya ditawari oleh editor suplemen the jakarta post untuk edisi minggu, namanya Jplus, untuk mengisi kolom mereka Mark My Words, yang isunya beragam, mulai dari travelling, kulinari dan parenting. Dan editornya menawarkan saya untuk mengisi kolom ini terkait dengan tema parenting. Wow, saya senang sekali dan saya pun mengiyakannya. Ya emang sih gak sekeren carrie bradshaw, tapi yah gimana lagi hahaha status saya kan ibu beranak hampir dua..

Dan 13 september, terbitlah tulisan saya yang pertama..saya cukup puas, karena saya bener-bener menulisnya pakai hati…hahaha. thanks also for Chris too for the superb editing.  Saya dapat kabar tentang terbitnya kolom saya itu dari odit yang mengirim via WA, karena sayangnya JPlus yang kontennya eksklusif belum punya versi online yang terintegrasi dengan divisi online the jakarta post :(. Dibawah adalah artikel perdana saya (tidak menyangka fotonya bakal sebesar itu)

11863440_10206734742074502_7214084686304303316_n

Jadi, untuk sementara ini, orang hanya bisa membaca curhat saya sebagai seorang ibu hanya ketika mereka membell koran JP hari minggu. Sedih juga sih, tapi saya sudah cukup senang melihat tulisan saya dan foto saya terpampang di koran nasional mendampingi keluh kesah pengalaman saya berusaha menjadi ibu yang baik :))

Tapi emang gak gampang jadi penulis kolom, terlebih masalah ide. Untuk tulisan kedua, saya sempat kelimpungan, karena kebetulan hampir berbarengan dengan edisi special report yang sedang saya lakukan. Akhirnya setelah diskusi sana sini termasuk sang editor, saya pun menulis tentang isu gender dalam pengasuhan anak…(hihihi sok sok pengin menyalurkan ambisi jadi carrie nampaknya). Berikut adalah foto artikel yang kedua, oiya cowok yang dipojok kanan itu bukan super dad-nya yah…hehehhehe

Jpeg

Saat ini pun saya masih berkutat untuk tulisan selanjutnya, kira-kira apa yah…inspirasi saya tentunya teman-teman terdekat plus suami dan Pagi.

Sementara itu, pencapaian tak terencana ini mengingatkan saya begitu pentingnya memelihara mimpi. Saya mencoba melihat postingan blog saya yang lalu yang berusaha menuliskan apa saja keinginan saya dalam daftar. Ketika saya evaluasi, ada beberapa yang sudah terwujud tapi ada juga yang belum. dan saya bersyukur untuk itu.

Saya pun masih merawat mimpi saya yang ini. Saya masih berusaha memeliharanya dengan baik-baik, dengan tetap produktif menulis, baik di koran maupun coret-coret pribadi. Saya kemarin mencoba menulis yang lebih serius untuk kolom by the way buat The Jakarta Post, semacam kolom hari minggu untuk tulisan-tulisan dengan tema tertentu. Saya memang punya misi khusus disana, makanya senang sekali ketika editor fetauresnya setuju menerbitkan tulisan saya.

Yuk bermimpi dan merawat mimpi-mimpi itu.

Advertisements

2 Responses to “Memelihara mimpi”

  1. Kaaaammmmuuuuu ssuuuppppeerrrr kkkeerreeennnnn…..ini juga jadi salah satu mimpiku punya kolom….aaaaaa aku iri sama kamu…..dan kammuuu sssuuuppppeeerrrr kkkeeerrreeennnnnn

  2. dan aku pun iri padamu yang sudah bisa menerbitkan novel…let’s turn this envy into something positive :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: