psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Cerita jalan-jalan yang tertunda setahun lamanya

Seharusnya saya menulis pengalaman ini di blog ini setahun yang lalu. Bukan karena malas, karena rencananya ingin sekali menerbitkannya dalam bentuk buku. Tapi karena tidak ada penerbit yang tertarik, ya sudahlah diterbitkan saja di blog sendiri. Sebenarnya bisa saja diterbitkan di koran tercinta, tapi waktu travelling 2 minggu itu bukan waktu yang singkat dan begitu banyak cerita yang harus dibagikan, saya merasa sayang jika harus memadatkan semua pengalaman kami dalam 1,000 kata. Ya sudahlah saya cicil satu-satu ceritanya di blog ini, mumpung cuti masih panjang dan si kecil lagi bobo.

 

Jadi setelah hampir khatam mengunjungi semua daerah bagian di Australia, kami berpikir kini saatnya mengunjungi Selandia Baru. Sejak awal memang kami sudah merencanakan berwisata ke Selandia Baru. Mumpung deket. Saking semangatnya kami sudah mengurus visa dari bulan Juni, padahal jadwal pesawat kami di bulan November.

 

Itinerari sudah dibuat sedemikian rapi. Kami sudah memutuskan menyewa camper van selama kunjungan 2 minggu kami disana. Lebih praktis dan murah, apalagi untuk rombongan keluarga. Celakanya, beberapa jam sebelum keberangkatan, saya menyadari bahwa saya melakukan tindakan bodoh yang mengacaukan itinerary yang sudah dibuat. Saran saya cek dua kali pemesanan dan pengambilan camper van. Akibat ketololan saya, satu tiket pesawat hangus dan kami harus membeli tiket penyebrangan ferry lagi untuk mengganti tiket pesawat. Hedeeh.

 

Tujuan awal kami adalah Chrischurch, kota cantik di pulau Selatan Selandia Baru. Perlu diketahui bahwa Selandia Baru, terdiri dari dua pulau, Pulau Utara dan Pulau Selatan. Kami memilih Pulau Selatan, karena pemandangan disana lebih cihuy ketimbang di Pulau Utara. Jujur saja, kami ke Pulau Utara hanya demi mengunjungi Hobbiton, tempat syuting the Lord of The Rings.

 

Untuk kali pertama, kami pun mencari penginapan lewat Airbnb. Karena itinerary yang berantakan, kami harus segera mencari penginapan di Christchurch sebelum mendapatkan campervan kami. Dan bertemulah kami dengan Hannah, tuan rumah yang baik dengan anjingnya yang ramah, Marley. Disana kami tinggal 2 hari sebelum akhirnya muter-muter Selandia Baru. Untuk memudahkan mengingat pengalaman kami selama disana, saya berinisiatif membuat diari, berisi foto-foto perjalanan, pengalaman seru, dan juga tempelan bon-bon dan tiket-tiket selama berkunjung di Selandia Baru. Tunggu cerita selanjutnya yaa…

IMG_20141119_09423020141119_094329

IMG_20141125_135532IMG_20141128_100753

IMG_20141120_140004

 

Advertisements

No Responses to “Cerita jalan-jalan yang tertunda setahun lamanya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: