psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Menuju ke Picton, Menyeberang ke Wellington

Setelah puas memutari Christchurch, kami pun segera berangkat menuju Picton, kota pelabuhan di ujung Pulau Selatan. Setiap orang yang ingin menyebrang ke Pulau Utara kebanyakan lewat sini. Ada beberapa jasa kapal feri yang ditawarkan. Kami memilih interlander, karena lebih murah dan banyak pilihan. Tiket bisa dibeli online dan kita bisa mengubah jadwal keberangkatan dengan menelpon pihak kapal.

Perjalanan kesana cukup seru meski mendung nan rintik-rintik. Akhirnya saya bisa melihat puncak gunung es. Ini kali kedua saya melihatnya. Pertama waktu perjalanan ke Mount Buller, gunung es di dekat Melbourne. Tapi perasaannya sama-sama surreal dengan pemandangan lembah kuning, hijau di kanan kiri. Seperti di alam mimpi.

20141117_135430

Perjalanan ke Picton cukup lama, kami pun rehat beberapa kali. Namun cahaya mendung memang kurang mendukung untuk foto-foto. Kami berhenti di Kaikoura, sebuah kota kecil dekat pinggiran pantai yang cukup terkenal oleh paket-paket wisata melihat ikan paus (whale watching). Kami tidak mengambilnya, selain mahal, seperti cuaca juga tidak mendukung. Entah kenapa kota itu juga sepi sekali. Kami berhenti di salah satu taman bermain untuk makan siang sambil liat-liat sekitar.

Apa yang kami alami di Kaikoura mengingatkan saya pada jebakan batman pariwisata. Saya sering mengalaminya di Australia, dimana saya tertipu brosur dan promosi gencar tempat wisata tertentu, tetapi ketika disambangi ya gitu deh langsung kecewa bahwa yang didepan mata tidak seindah yang di gambar.

20141117_141349

Sehabis Kaikoura, kami suguhi pemandangan seru lainnya. Layar kaca mobil depan seakan terbagi dua. Sebelah kanan adalah bibir pantai yang bersentuhan dengan laut luas, sedangkan di kiri jalan ada lembah, lembah hijau. Kepala ini dibuat bingung hendak melihat ke arah mana karena semuanya indah. Kami sempat berhenti sekali untuk melihat anjing laut yang banyak berjemur di pantai-pantai sepanjang jalan.

20141117_152827

Pengalaman berkendara ini hampir sama dengan yang kami alami di Tasmania. Namun, bukannya lembah hijau, kami juga melihat banyak lembah berwarna kuning yang dihiasi oleh bunga-bunga kuning asli Selandia Baru.

Sesampainya di Picton hari sudah malam. Kami pun sepakat menginap di holiday park yang paling dekat dengan pelabuhan. Kami sengaja menginap disana karena kapal kami berangkat pagi sekali, jadi biar tidak terlambat.

Interlander ferry sangat nyaman. Perjalanan 3 jam kami tidak terasa. Fasilitasnya sangat lengkap ada tempat bermain anak-anak, restoran dan fasilitas hiburan. Kalau bosan, bisa juga keliling-keliling kapal. Tapi anginnya kencang sekali di dek luar, jadi harus bawa jaket juga. Pemandangan selama perjalanan cukup memukau. Di tengah-tengah perjalanan, lagi-lagi saya disuguhi lembah-lembah cantik di kiri kanan. Pemandangannya mengingatkan saya ketika berlayar di pulau Komodo. Dua kali perjalanan menggunakan feri Interlander mengajarkan saya bahwa waktu paling okay untuk melihat-melihat pemandangan adalah menggunakan kapal pagi hari. Indahnya pemandangan membuat perjalanan 3 jam tersebut tidak berasa. tahu-tahu kami sudah sampai di Wellington.

20141118_06343820141118_06365420141118_061919

20141122_193326

20141118_08235420141118_08242120141118_07372120141118_08344820141122_19360420141118_090501

 

 

Advertisements

No Responses to “Menuju ke Picton, Menyeberang ke Wellington”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: