psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Wellington, kota paling asik di Selandia Baru

Hap, setelah tiga jam berlayar sampailah saya dan rombongan di Pulau Utara Selandia Baru. Errr, sebenarnya alasan kami singgah di Pulau Utara dikarenakan ingin memuaskan ambisi bapak Kelik Wicaksono untuk melihat studio special effects Weta Cave di Wellington dan tentunya Hobbiton, kampung para Hobbit di film trilogi the Lord of the Rings (LOTR). Oiya, mungkin belum banyak yang tahu tentang Weta Cave, perusahaan ini yang menangani special effects beberapa film seperti LOTR dan Kingkong. Karena sebagian besar perjalanan ini dibiayai oleh bapak Kelik, ya sudahlah manut saja kita :))

20141118_110957IMG_20141118_102332

Dengan alasan diatas, hal yang pertama kali kami lakukan adalah mengunjungi studio weta cave. Saya dan Pagi menunggu di mobil sambil melihat lingkungan sekitar, sementara Kelik asik sendiri ikut tur yang diadakan oleh pihak studio.

Setelah itu kami beranjak ke pusat kota yang letaknya sekitar 10 menit dari pelabuhan. Kami menuju Te Papa, museum nasional yang memang terkenal. Lumayan lama kami disana sayangnya pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto.

20141118_142225

Sehabis mengunjungi museum, kami pun menuju daerah pinggiran dermaga yang ternyata banyak sekali tempat-tempat menarik. Disana kami bisa melihat seluruh kota Wellington yang berkontur, mirip-mirip San Francisco. Di pinggiran dermaga da beberapa tempat pilihan nongkrong, di kafe, restoran atau leyeh-leyeh saja di sekitar sana. Yang menarik lainnya, banyak sekali instalasi seni yang dipasang disana. Jadi okay banget buat latar belakang foto. Kami pun menemukan play ground seru disana dengan perosotan raksasa. Hampir sesorean kami habiskan disana sebelum memutuskan geser sedikit ke taman di dekat sana untuk bobo siang. Mungkin ini kenapa, saya melihat Wellington kota paling asik di Selandia Baru dibanding Christchurch dan Auckland. Kotanya benar-benar hidup.

20141118_172009

Kami memutuskan untuk kembali ke taman tersebut sewaktu perjalanan balik. Kunjungan kedua tersebut kami habiskan untuk mengunjungi planetarium yang ada di puncak bukit. Sebenarnya kami juga ingin naik tram yang terkenal itu, tapi karena waktu yang terbatas kami pun lebih memilih mengunjungi planetariumnya. Lagian cuaca sedikit mendung.

PANO_20141122_16143620141122_16285020141122_162516IMG_20141122_164543IMG_20141122_164947

Setelah itu kami beranjak ke utara lagi untuk mencari tempat menginap ke daerah Palmerston North yang menurut aplikasi kami memiliki beberapa lokasi gratis untuk penginapan campervan. Ternyata susah mencarinya, beberapa tempat tidak beroperasi dan ditutup. Akhirnya kami nekat masuk ke salah satu lokasi di belakang sebuah tugu. Serem juga iih, mengingat kami sendiri yang menginap disana. Tapi mungkin karena capek, kami tetap tidur dengan tenang. Paginya kami pun memasak dan sarapan sebelum akhirnya pergi. Baru kami ketahui belakangan ternyata lokasi itu adalah tempat menginap untuk campervan yang memiliki toilet. Pantesan  kenapa tidak ada fasilitas toilet disana. Untung kami punya toilet portable. Untungnya lagi kami tidak ketahuan oleh petugas, karena kalau ketahuan kami bisa didenda $200.

20141118_201447IMG_20141119_072616IMG_20141119_075753IMG_20141119_080209

 

Advertisements

No Responses to “Wellington, kota paling asik di Selandia Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: