psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Gereja, gunung es dan bukit-bukit coklat

Dari Hanmer Spring, kami menuju ke Selatan, menuju Queenstown. Lumayan jauh, tapi di tengah-tengah banyak sekali tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi, seperti berbagai macam danau berwarna hijau tosca dengan pemandangan gunung es di belakang, lalu pegunungan es itu sendiri.

Sebelum sampai ke tempat-tempat cantik tersebut. Karena jaraknya yang jauh, kami sempat melakukan beberapa pemberhentian. Untung kami juga membawa tikar piknik. Jadi tinggal digelar saja dan kami pun bisa piknik dimanapun.

IMG_20141124_132357

Hari menjelang sore, kami memutuskan untuk beristirahat dan menginap di tempat perkemahan yang asik dan murah. Tempatnya rada terpencil, tapi begitu sampai disana bentangan rumput luas dengan bukit-bukit hijau menyambut kami. Dan asiknya, sedikit orang yang menginap disana. Tempat itu bagai milik kami sendiri. Tak jauh dari sana ada sungai kecil, Pagi sempat bermain kesana. Sebelum sampai disana, kami melakukan beberapa pemberhentian. Untung kami juga membawa tikar piknik. Jadi tinggal digelar saja dan kami pun bisa piknik dimanapun.

IMG_20141125_08530320141124_164946_HDR20141125_093822_HDR

Esoknya kami berangkat ke Lake Tekapo yang terkenal dengan gereja kecil The Good Old Shepherd. Di tengah-tengah perjalanan, kami menemukan bunga cantik Russel Lupin. Bentuknya seberti buah cemara hanya berwarna-warni.

IMG_20141125_110113

IMG_20141125_174032

Sayangnya cuaca rada mendung. Dan benar saja, sampai sana gerimis kecil-kecil dan begitu banyak pengunjung. Menantang juga mengambil gambar bagus, apalagi tanpa langit biru. Saya sempat masuk gereja. ya ampun ternyata di altarnya diberi jendela besar yang bisa melihat pemandangan danau dan gunung-gunung es. Cantikkk niaan. Sayang tidak bisa mengambil foto di dalam gereja. Melihat cantiknya Lake Tekapo, kami berniat kembali lagi esok dengan harapan mendapat langit biru dan lebih sedikit pengunjung. Disana kami menemukan bunga Russel Lupin kembali yang banyak ditemui di belakang gereja.

IMG_20141125_114454

20141125_112946_HDR20141125_113245

Dari Lake Tekapo, kami ingin sekali megunjungi gunung Mt. Aoraki, yang kabarnya tertinggi di Australasia. Sebelumnya, kami mampir ke danau lain yang tidak jauh dari  Lake Tekapo yaitu Lake Pukaki. Tapi langit yang mendung membuat kami gagal mendapatkan foto yang benar-benar bagus. Sampai disana, kami mengunjungi visitor centre yang juga dilengkapi dengan museum kecil. Setelah berkeliling sebentar, kami pun menuju tempat perkemahan kami berikutnya yang juga di dekat danau.

IMG_20141125_16390420141125_15404420141125_161623_HDR20141125_161257

Namun dalam perjalanan kesana, kami melihat plang menunjukkan ada planetarium di dekat sana. Planetarium St. John ini letaknya di atas bukit. Sebenarnya kami ragu untuk masuk, karena enggak yakin jalannya dibuka untuk umum. Bertemu dengan rekan pengendara yang lain, akhirnya kami dan mereka bersepakat nekat masuk. Toh tidak ada larangan masuk. Dan benar, yah ampun, pemandangannya cantiiik bangeeet. Kami bisa melihat danau-danau dan gunung-gunung es dari ketinggian. Cantik, cantik-cantik. Namun tidak berapa lama, ada bapak tua yang bilang kami harus segera turun karena pintu masuk akan ditutup. Kami pun bergegas pulang dengan membawa memori pemandangan cantik di benak kami.

20141125_181825_HDR20141125_18223820141125_182319IMG_20141126_073037-PANO

Tempat menginap kami berikutnya dekat Lake Alexandria. Tempatnya juga terpencil dan juga cantik. Kami kembali menemukan bunga Russel Lupin disana. Sayangnya, toiletnya parah sekali. Untung yah kami punya toilet portable. Malam itu, kami tidur nyenyak sambil membayangkan kembali pemandangan-pemandangan cantik yang kami temui hari itu.

IMG_20141126_072609

20141125_185905_HDR

Esoknya kami kembali mengunjungi Lake Tekapo. Yippiiii, langit biru dan pengunjungnya lebih sedikit. Nampaknya kalau pergi ke tempat-tempat yang cantik namun padat pengunjung, sebaiknya datang pagi-pagi sekali. Kami juga mampir ke Lake Pukaki dan kembali dibuai dengan pemandangan indah lainnya.

IMG_20141126_080300IMG_20141126_07522320141126_093323IMG_20141126_092739

Melanjutkan perjalanan ke Queenstown, kami menemukan bukan bukit hijau, bukit kuning atau gunung-gunung es, tapi bukit coklat. Tapi sumpah, tidak kalah cantiknya. Apalagi dengan langit biru, benar-benar dramatik pemandangannya. Tak-bisan-bosan, kami mengambil gambar.

20141126_104638PANO_20141126_103800

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Gereja, gunung es dan bukit-bukit coklat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: