psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Dari Lake Manapouri ke Dunedin

Selepas dari Milford Sound, kami langsung menuju Lake Manapouri. Hanya satu tujuan kami, penginapan kecil dengan kabin-kabin lucu Manapouri Motels.

Perjalanan kesana cukup membosankan. Ini adalah efek samping dari melihat terlalu banyak pemandangan berkesan sebelumnya, jadi setelah itu semuanya terasa biasa-biasa saja, malahan jadi eneg. Kami pun memotret hal lain seperti kotak pos lucu-lucu sepanjang jalan.

IMG_20141128_152332IMG_20141128_15241020141129_134614

 

Setibanya di Manapouri Motels, kami langsung suka dengan sebuah kabin yang berbentuk rumah dua tingkat. Cantik disainnya. Namun sayang, sudah dipesan orang. Jadinya kami terpaksa menginap di kabin sebelahnya. Biasa sih bentuknya, tapi pemandangan keluar jendela cukup cantik.

Yang kurang mengesankan adalah kurang ramahnya salah satu pengurus motel, seorang ibu-ibu tua. Tempat yang cantik tidaklah cukup, keramahan tuan rumah juga penting untuk membuat tamu betah atau bahkan bisa membuat mereka kembali lagi. Dengan pelayanan seperti itu, jika saya ada kesempatan kembali lagi, saya tidak akan mau menginap disana.

Esoknya, kami mampir ke Lake Manapouri yang letaknya hanya di seberang jalan. Cantik pemandangannya.

IMG_20141129_084908IMG_20141129_08473420141129_084836

 

Setelah puas kami pun beranjak ke Te Anau. Te Anau adalah sebuah kota besar sebelum menuju ke Milford Sound. Banyak restoran dan toko oleh-oleh disana. Kami hanya mampir untuk istirahat dan lihat-lihat toko souvenir.

IMG_20141129_090610IMG_20141129_093201

Sebelum mencapai Dunedin, kami mampir di Gore untuk makan. Tapi karena ingin cepat-cepat sampai Dunedin, kami membungkus saja makanannya. Dan ternyata saudara-saudara, makanan itu adalah makanan terenak yang pernah kami coba selama di Selandia Baru. Cuma mie goreng sih, tapi rasanya luar biasa. Atau kami hanya lapar saja yah…

Akhirnya sampai juga kami di Dunedin. Kota tua yang penuh dengan bangunan tua. Seperti biasa kami singgah di kebun raya di kota tersebut. Tamannya unik, berkontur dan bisa melihat landscape kota Dunedin. Ada playgroundnya juga. Pagi sempat bermain disana bersama teman-teman barunya.

Setelah itu kami menuju pusat kota. Plazanya lucu berbentuk segi delapan, makanya disebut Octagon. Di sekelilingnya banyak sekali bangunan-bangunan tua, gereja dan juga restoran-restoran yang nampaknya seru. Tapi melihat tidak ada anak kecil, kami malah melipir ke restoran Jepang. Emang gak bisa jauh-jauh dari Asia kalau soal makanan.

20141129_174532_HDR

20141129_173635_HDR20141129_173844_HDR20141129_175853_HDR20141129_182108_HDRIMG_20141129_173503IMG_20141129_173521IMG_20141129_174811IMG_20141129_175933IMG_20141129_183055-EFFECTS

Dari plaza Octagon, kami berjalan lurus saja untuk mengunjungi stasiun Dunedin yang arsitekturnya ciamik sekali. Tidak hanya bangunannya, detil interiornya pun cantik termasuk lantainya.

 

20141129_183209_HDR20141129_184107_HDR20141129_183729_HDR

 

Setelah puas berjalan-jalan di pusat kota, kami pun berniat mencari penginapan. Kali ini, tujuan kami adalah tempat menginap murah di luar kota Dunedin.  Setelah muter-muter, ternyata oh ternyata tempat itu adalah tempat pacuan kuda. Kami gak yakin awalnya, apakah bisa menginap disana. Tapi tidak beberapa lama ada beberapa campervan datang. Ya sudah lah. Seru juga nginep di pacuan kuda dan kami hanya bayar $8 permalam. Yippi.

IMG_20141130_082222

Advertisements

No Responses to “Dari Lake Manapouri ke Dunedin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: