psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Tanggung jawab yang terbengkalai

Sebentar lagi tanggal 2 Mei dan seperti yang sudah-sudah seharusnya saya dan anak-anak di kampung bulak merayakan ulang tahun taman bermain dan belajar rumahsenyumpagi.

Tapi tahun ini, tidak akan ada kemeriahan itu.

Sudah beberapa bulan belakangan ini, saya meniadakan kelas di rumah saya. Saya selalu repot dengan urusan keluarga sendiri. Ternyata, jadi ibu dua anak tidak mudah saudara-saudara apalagi yang kecil masih butuh perhatian banyak. Jadi, daripada kelas tidak optimal, saya dengan sedih memutuskan untuk tidak mengajar dulu.

Sebenarnya saya ingin memulai kembali kelas mingguan saya, tapi saya ragu apakah saya bisa. Dan bukan itu saja, saya juga mempertanyakan komitmen anak-anak sendiri, yang sejauh ini masih suka datang dan pergi sesuka hati.

Mengingat hal ini, saya menjadi sedih. Apalagi kemarin saya baru diingatkan oleh ibu-ibu yang datang kerumah menanyakan kelas saya. Saya pun dengan sungkan menjawab bahwa saya masih repot mengurus anak.

Dalam hati kecil saya, saya bertekad akan memulai lagi, namun mungkin saya harus memiliki pendekatan baru yang tidak merepotkan saya tapi tetap bisa efektif. Aah, semoga bisa segera ketemu.

13353_10206015669498137_5182127039430203365_n

Advertisements

No Responses to “Tanggung jawab yang terbengkalai”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: