psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Bye 2016, welcome 2017

Hari terakhir di tahun 2016. Tahun yang tidak mudah bagi saya. Begitu banyak kehilangan dan kesedihan.

Esok sudah hari baru, semoga saja harapan dan semangat baru bisa membuat tahun 2017 menjadi tahun yang lebih baik.

Di catatan terakhir tahun ini, izinkan saya mencatat hal-hal kecil yang mungkin remeh temeh yang tak disangka membuat beberapa hari menjelang akhir tahun ini jadi lebih hidup.

Akhirnya setelah sekian lama, saya menonton juga film bagus. It is really great to end this year with a very good movie. Setelah Rudderless, saya belum menemukan film yang bagus lagi. Ya susah juga dengan jadwal kerjaan dan rumah tangga yang membuat saya praktis jarang nonton film.

Hingga minggu kemarin saya menonton Captain Fantastic.

captain-fantastic-1021x580

Dari posternya saya pikir gayanya mirip film-film Wes Anderson, tapi saya salah besar. Film ini cukup membumi dan realistis dengan tema keluarga yang diangkatnya. Film ini bercerita tentang seorang ayah yang berjuang membesarkan enam orangnya dengan cara yang tidak biasa. Mereka hidup di hutan. Anak-anak belajar lewat latihan fisik ala militer setiap hari, diskusi menjelang makan malam, mereka juga membaca buku, bermain musik dan juga berburu.

Keluarga ini seperti tinggal dalam gelembung realita sendiri dan jauh dari pola pengasukan mainstream yang lain. Hingga suatu ketika mereka mendengar kabar ibunya yang sakit dan dirawat di kota akhirnya meninggal, si ayah akhirnya membawa anak-anaknya ke dunia luar untuk menjalanan misi melaksanakan pesan terakhir si ibu.

Film ini dikemas secara lucu dan menggemaskan dari awal sampai akhir. Saya sangat menikmatinya. Celetukan-celetukan lugu sang anak yang tidak pernah terpapar kebudayaan populer begitu menghibur.

Yang paling membekas adalah upacara penghormatan terakhir buat si ibunda. Saya dulu pernah berpikir mungkin pemakaman memang ditujukan buat orang yang masih hidup seperti yang disampaikan di film The Fault in Our Stars, tapi film ini meruntuhkan teori itu, pemakaman memang dibuat untuk orang terkasih yang telah meninggalkan kita.

Selain film, saya juga senang sekali akhirnya bisa menutup tahun dengan ini dengan novel yang luar bisa. Lelaki Harimau yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Saya mengenal Eka dulu lewat Cantik Itu Luka yang menurut saya proyek yang cukup ambisius.

lelaki-harimau

Lelaki Harimau ini jauh lebih sederhana. Premisnya jelas terpampang dimuka dan Eka dengan setia mengungkap satu demi satu alurnya dengan cukup apik dan rapi hingga sampai kalimat terakhir.

Film dan buku yang bagus di akhir tahun cukup menghibur diri ini setelah tahun yang cukup berantakan.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Bye 2016, welcome 2017”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: