psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Tahun penuh buku-buku

Sebenarnya bukan resolusi saya untuk membaca lebih banyak buku tahun ini. Tapi mungkin karena di akhir tahun kemarin saya melahap beberapa buku karya Eka Kurniawan. Jadinya malah keterusan.

Semua bermula dari niatan saya untuk mengurangi waktu saya di sosial media. Saya pikir ketimbang sibuk wira-wiri ngelihat akun orang, mending melakukan hal yang lebih produktif. Dipikir-pikir, lumayan juga waktu yang dihabiskan melihat status dan kehidupan orang lain lewat sosial media. Sepuluh menit saja, jika kita melakukannya enam kali, sudah sejam waktu terbuang. Dengan semangat ingin lebih produktif, saya menghapus akun facebook saya di hp. Jadi saya hanya bisa mengaksesnya ketika membuka komputer/laptop. Saya belum cukup berani menghapus akun facebook saya, karena banyak sekali kontak teman-teman di luar Indonesia yang ada disana.

Dengan adanya waktu luang, saya pun mencoba mengisinya dengan membaca. Lumayan, sampai bulan ke-dua di tahun ini, saya sudah menghabiskan tiga buku, termasuk satu buku klasik milik Ayn Rand yang tebalnya 700 halaman.

Saya biasanya membaca buku ketika berangkat kerja. Ketika banyak orang sibuk menatap layar hp mereka, nampaknya saya sendiri yang repot membuka dari satu halaman ke halaman lain di kereta yang penuh sesak. Saya juga membaca ketika ingin tidur. Bener deh, buku memang pengantar tidur yang jitu. Namun ketika saya merasa sampai pada bagian seru, kacau juga sih, karena saya tidak bisa tidur sampai buku habis.

Yang seru lainnya adalah saya sekarang punya book club. Saya diajak teman di the jakarta post Ogi yang kebetulan rumah tantenya dekat dengan saya. Terkadang, dia nebeng bareng mobil saya ketika ingin menginap di Cinangka. Ide book club ini berasal dari dia. Dia sebelumnya punya juga book club bareng teman-temannya, saya pun diajaknya. Tapi karena lokasi yang kurang strategis, saya sedikit enggan.

Nah untuk book club yang ini, saya semangat ikutan karena anggotanya semuanya tinggal di Cinangka. Anggotanya saya, Ogi dan mbak Debra Yatim (ya ampun, ternyata saya tetanggaan sama mbak Debra).

Pertemuan perdana kami, minggu kemarin dan bertempat di rumah saya. Di lantai 2, kami masing-masing bercerita tentang buku yang baru kami lahap. Saya berbagi tentang apa yang saya dapat dari novel Ayn Rand, the fountainhead, mbak Debra dari novel Elizabeth Gilbert, the Signature of All Things dan Ogi dari Hanya Yanagihara, A little life. Mbak Debra sebenarnya bukan hanya satu buku, tapi banyak sekali termasuk buku terbaru harry potter (yay!)

Dari diskusi kami, mungkin saya yang paling cemen. Mereka membaca begitu banyak buku yang judul dan penulisnya pun baru saya dengar pertama kali. Aah…jadi semangat belajar membaca buku lagi. Mbak Debra itu adalah salah satu pelatih di kelas creative writing di The Jakarta Post sedangkan Ogi itu dalam proses menulis novel pertamanya. Mendengarkan mereka ngobrol mengingatkan saya pada mimpi saya yang lain jadi penulis buku. Semoga book club ini menjadi suatu awal yang baik. Dan senang sekali mendengarkan kata-kata Cinangka  disebut berkali-kali tanpa ada nada sindiran :))

Untuk foto menyusul yah, karena saking serunya, saya sampai lupa mengabadikan momen perdana Cinangka book club.

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Tahun penuh buku-buku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: