psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Antara Seta dan Osaka ada Kyoto

Kami menetap di rumah teman di Seta dari Selasa Sore sampai Selasa Pagi minggu depannya. Jadi Seta menjadi semacam tempat pemberhentian acara melancong kami. Dari Seta kami pergi ke Osaka, dari Seta kami pergi ke Himeji Castle yang kabarnya kastil paling megah di Jepang, dari Seta, kami juga jalan-jalan ke Kyoto.

Seta adalah kota kecil yang seru. Banyak perumahan modern khas Jepang. Kami tinggal di daerah pemukiman yang mirip dihuni Nobita dkk. Aah jalan-jalan ke Jepang itu membuat imaji masa kecil saya menjadi nyata. Kami sempat menghabiskan satu hari menyelusuri Seta. Kami naik sepeda ke taman terdekat, main di gorong-gorong air sampai berburu barang bekas dan sushi murah. Seruu deh pokoknya. Jadi liburan ke Jepang gak harus mahal-malah menurut saya, melihat dan mencecap kehidupan sehari-hari orang Jepang menurut saya adalah pengalaman berharga. Tentu semuanya ini tidak terlepas dari panduan mbak Shinta dan mas Bayu, tuan rumah kami yang selalu memberikan info seru buat acara jalan-jalan kami.

  1. Osaka Aquarium

Hari pertama, kami berkunjung ke Osaka Aquarium yang katanya salah satu yang terbesar di dunia. Kami kesana sebenarnya untuk Nyala yang gandrung sama ikan. Dia begitu semangat setiap kali melihat ikan. Yah dari pada menghabiskan tiket mahal di Disney Sea, Osaka Aquarium merupakan alternatif lainnya yang gak kalah kece. Koleksinya lumayan banyak lhoo. Di setiap ruangan, kita bisa menjumpai meja yang diatasnya disediakan stempel dan ca. Jadi setelah melihat-lihat setiap pengunjung bisa mendapatkan cap sesuai dengan tema ruangan. Misalnya ketika masuk ke koleksi hiu, stempelnya berupa hiu. Pencarian stempel bisa jadi permainan seru buat anak-anak. Dan belakangan saya tahu, hampir di setiap tempat wisata di Jepang, pasti disediakan  stempel dan cap yang seolah-olah berfungsi sebagai penanda  bahwa kita pernah kesana. Seru sekali yah…

IMG_20170517_141252_HDR

IMG_20170517_160133

 

Setelah puas bermain di akuarium, kami berencana mencari makan, eh tapi malah nyasar. Tapi pada akhirnya kami menemukan restoran ramen yang enak bangeeeet dan murah.

2. Osaka kids plaza

Hari kedua, kami menuju  Kids Plaza Osaka, semacam taman bermain. tapi uniknya ini berada di dalam gedung. Jadi satu gedung itu isinya taman bermain saja. Cakep dan megah. Saya baru tahu bahwa Jepang tidak seperti negara maju lainnya yang menyediakan taman bermain gratis buat penduduknya. Taman bermain yang bagus di Jepang berarti kita harus membayar. Salah satunya adalah Osaka Kids Plaza ini. Tapi menurut saya pribadi harga yang ditawarkan setimpal dengan kepuasan yang didapat anak-anak.

IMG_20170518_142227

IMG_20170518_162457

3. Hari berikutnya kami ke kastil Himeji. Letaknya lumayan jauh jadi kami harus kesana naik Shinkansen lagi.

IMG_20170519_114932_HDR

Sebenarnya bisa saja kami ke Kastil Osaka, tapi katanya Himeji lebih legendaris. Akhirnya kami pergi kesana. Sampai di stasiun Himeji, kami sudah disambut dengan banyak atribut yang dikhususkan untuk para wisatawan. Uniknya letak stasiunnya langsung berhadapan dengan kastil Himeji. Melihat trotoar lebar dan nyaman, kami pun memutuskan untuk berjalan kaki ke arah kastil. Waah, hari itu lumayan panas. Sebelum sampai di pintu masuk.

Kami pun memutuskan beristirahat, menghabiskan bekal sementara Nyala dan Pagi sibuk kejar-kejaran dengan burung-burung. Sampai di lokasinya, terjadi halaman kastil ini luas sekali saudara-saudara. Setelah puas potret sana, potret sini, kami menuju bangunan utama.

IMG_20170519_143848

Dan untuk menuju puncak, kami harus naik beberapa anak tangga. Saya yang harus menggendong Nyala cukup ngos-ngosan begitu sampai di atas. Sebenarnya di atas hanya ada kuil kecil tempat orang berdoa dan jendela-jendela yang dipakai pengunjung melihat kota dari ketinggian. Pulang dari sana, kami menemukan toko yang menjual kimono super murah. Aah kami pun kalap.

 

4. Esoknya, kami bersama keluarga mas Bayu dan mbak Shinta pergi ke Nara, kota tua yang banyak taman berisi kijang-kijang yang dilepas. Hari itu hari Sabtu dan kota Nara penuh sekaliii. Saya sendiri kurang bisa menikmatinya. Apalagi udara panas. Kami pergi ke beberapa kuil, tapi padatnya pengunjung membuat saya kurang bisa puas melihat-lihat. Kami pun memutuskan untuk langsung kembali ke Kyoto. Nah perjalanan dari Nara ke Kyoto nih yang seru. Kami menyasarkan diri ke gang-gang kecil penuh dengan toko-toko lucu. Sampai di Kyoto stasiun, kami langsung naik ke mall di atasnya untuk makan. Menuju kesana, kami melihat tangga dengan lampu warna-warni lampu yang bisa dimainkan. Seruuu…restorannya canggih banget, ngantri plus pesannya harus pake mesin.

IMG_20170520_131026_HDR

 

IMG_20170520_140309_HDR

IMG_20170520_184742_HDR

 

5. Hari minggu, kami memutuskan istirahat di rumah saja, menyusuri Seta dan sekitarnya. Kami naik sepeda ke taman terdekat. Jepang juga salah satu kota sepeda, jadi tidak ada salahnya merasakan naik sepeda.

IMG_20170521_103738

Setelah itu kami main air di selokan dekat rumah. Beda dengan di Indonesia, selokannnya bersih dan apik.

IMG_20170521_154707 (1)Sorenya, kami diajak makan sushi murah. Lagi-lagi restorannya serba canggih, kami pesan lewat sebuah mesin di setiap meja dan voila…tak berapa lama makanan pun tiba.

IMG_20170521_204950Setelah itu kami diajak toko second hand store di Seta. Yak ampuuun langsung kalap mendadak. Haduh haduh, koleksi banyak banget dan bagus-bagus. Aaah..ini bisa agenda tambahan nih selama di Jepang: berburu barang bekas. Ditelusuri ternyata keberadaan toko-toko ini didukung oleh kebiasaaan masyarakat Jepang yang selalu memberi yang terbaik buat orang lain. Sepatu-sepatu adidas stan smith aja ada yang masih lumayan kinclong..widiih.

6. Di hari terakhir kami di Kyoto, agenda kami adalah pergi ke tempat-tempat para turis. Agenda kami hari itu lumayan padat: Fushimi Inari, Gion Kyoto, semacam kota tuanya dan Nishiki Market. Dan karena lokasinya berdekatan, kami menyelesaikan semuanya lumayan cepat, padahal kami berangkat gak pagi-pagi amat. Akhirnya kami memutuskan mampir ke Arashiyama Bamboo Forest juga. Tips dari saya kalau mau datang ke tempat-tempat turis ini sebaiknya datang pagi sekali atau sore sekali karena akan lebih sepi dan kesempatan foto-foto jadi lebih banyak tanpa perlu ada photo bomb dimana-mana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

3 Responses to “Antara Seta dan Osaka ada Kyoto”

  1. Ga ke Arashiyama mbak? Favorit! Hihi

  2. Oh ternyata mampir Arashiyama, kelewat ga kebaca tadi 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: