psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Merayakan Pagi

Senyum Pagi ulang tahun ke-6 tanggal 24 Juli. Beberapa tahun kemarin si sulung selalu minta dirayakan, apalagi semenjak masuk TK dan dia menghadiri begitu banyak perayaan ulang tahun di sekolahnya. 

Terakhir kali kami mengadakan pesta ulang tahun Pagi secara meriah waktu dia berumur satu tahun, sebelum kami hijrah ke Melbourne. Setelah itu paling pesta kecil-kecilan entah dengan keluarga atau dengan teman-teman day care-nya di Melbourne. Sebenarnya ingin sih mengadakan pesta ulang tahun lagi untuknya, tapi waktunya tak pernah pas sampai akhirnya kemarin itu.

Sebenarnya waktunya juga enggak benar-benar pas, karena Pagi baru saja masuk SD. Jadi bingung mau mengundang yang mana. Setelah ngobrol dengan anaknya, kami sepakat mengundang teman-teman TK nya saja karena dia belum begitu kenal dengan teman-teman SD barunya.

Lalu penentuan tema. Saya mengajukan gimana kalau temanya main di kampuny, jadi semua hal-hal yang berbau kampung kita siapkan, mulai dari kuenya, dekorasinya, kostumnya sampai good bags nya.

Menyenangkan sih meski juga deg-degan karena kami mengerjakannya lumayan mepet semua. Mulai dari memesan tumpeng, kue jajanan pasar, snack jadul dan makanan besek. Belum lagi memesan janur untuk dekorasi dan goody bags yang isinya mainan jadul semua dari perahu otok-otok, kitiran sama gambaran. Seruuu…

Kami pun bikin semacam photo booth di dinding depan rumah buat para tamu berfoto. Pagi dan ayahnya pun bikin beberapa aksesoris untuk dipakai tamu yang ingin berpose.

Kostumnya pun gak kalah seru. Kami semua berpakaian ala-ala kampung, pake kain dan kebaya juga.

Sewaktu hari H, sebelum pesta dimulai, saya lumayan stress karena dekorasi belum selesai tapi keroncongan bapak saya yang di rumah saya juga belum selesai. Aiish lega rasanya begitu semua selesai dan tempat rapi begitu tamu sudah mulai berdatangan.

Acara lancar, hampir semua tamu datang, bahkan ada yang datang sampai jam 9 malam coba. Semua berkat bantuan saudara dan teman-teman tersayang. Rizka buat kado kue ulang tahunnya yang keceeh (bikin kursus baking deh Rizkaaa) dan juga pesanan kue basahnya yang top. Belum kesediaannya juga jadi MC dadakan bersama Nida yang perjuangannya melewati lembah dan mendaki gunung hingga bisa sampai ke kampung bulak. Aah..terimakasih kalian.

Lalu ada bibi ebi yang bawa hiasan pompom dari singapura sebagai sentuhan terakhir dekorasi ulang tahun.

Dan tentunya buat teman-teman Pagi dan juga Ayah dan kekanya yang menyempatkan datang dan berbagi kebahagiaan atas bertambah umurnya kesayangan kami Senyum Pagi.

Kekurangannya adalah kami tidak punya foto berempat yang okay karena mondar mandir kesana kemari. Tapi yah sudahlah, meski tanpa foto, semoga tetap jadi memori yang berkesan buat semuanya.

Sementara itu refleksi saya sebagai ibu dari Pagi: Pagi sudah besar, sudah mulai kritis dan suka bertanya banyak hal. Pribadi yang sangat menyenangkan bisa berteman dengan siapa saja dan ramah kepada siapapun. Walaupun terkadang masih malu-malu, tapi tidak pernah bertahan lama. Dalam hitungan menit, dia pasti segera berbaur dan menikmati sekelilingnya. I love youuuu, Pagii…maafkan Keka yang masih sering marah-marah ya nak. Ingat selalu, Keka selalu sayang padamu.

Advertisements

No Responses to “Merayakan Pagi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: