psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Pesta kelulusan The Jakarta Post

IMG_3915

Tidak ada yang menyenangkan dengan perpisahan. Tapi tidak begitu adanya dengan perpisahan di The Jakarta Post. Selama bertahun-tahun, The Jakarta Post, khususnya divisi redaksi di lantai 2, mempertahankan tradisi perpisahan yang manis dan menyenangkan untuk para wartawan yang mengundurkan diri. Biasanya orang yang akan pergi didaulat untuk mengadakan hajat kecil-kecilan mengundang semua staff di lantai tersebut. Ada makanan, minuman, sedikit pidato kemudian diakhiri dengan makan-makanan, hahaha hihihi dan tentunya foto-foto dooong. Semuanya senang dan gembira. Ini mungkin dikarenakan bahwa sebenarnya ini sebenarnya bukan benar-benar perpisahan, karena banyak sekali yang sudah keluar pun akhirnya kembali dan bekerja untuk The Jakarta Post. Contohnya mas Endy, pemimpin redaksi kami, dia sempat keluar dan bekerja di beberapa kantor berita asing sebelum akhirnya kembali mengabdi ke The Jakarta Post.

Tahun ini kebetulan banyak sekali saya menghadiri hajatan kecil-kecilan sejenis. Lagi-lagi semuanya tanpa ada tangis dan haru. Hingga tibanya saya yang harus mengucapkan selamat tinggal ke kantor yang sudah menjadi tempat saya bekerja selama 12 tahun.

Tidak terasa sudah 12 tahun lebih dua bulan saya mengabdi ke salah satu koran ternama negeri ini. Sebenarnya, jika dihitung-hitung, saya hanya “ngantor” 10 tahun, karena dua tahun saya habiskan untuk belajar S2 di Melbourne. Tapi tetap, masa jabatan saya di The Jakarta Post ini cukup rekor, dibandingkan sebelum-sebelumnya. Sebelum bekerja di The Jakarta Post, setelah lulus saya sudah pindah-pindah kerja beberapa kali. Yang pertama di Majalah Kawanku, yang hanya bertahan tiga bulan dan setelah itu Trans TV, yang hanya bertahan empat bulan saudara-saudara.

Bekerja di The Jakarta Post itu menyenangkan sekaliiiii..itu mungkin kenapa saya betah sekali. Saya ketemu mentor-mentor yang hebat dan juga teman-teman yang banyak diantaranya jadi sahabat sampai sekarang. The Jakarta Post lebih dari sekadar kantor buat saya, dia adalah sekolah tempat saya belajar banyak hal baru. Ini kemudian kenapa ketika orang resign dari The Jakarta Post mereka bilang “Saya sudah lulus dari JP”

Sebelum benar-benar memutuskan untuk lulus dari JP, saya sudah menimbang-nimbang berat keputusan saya itu karena memang tidak mudah meninggalkan tempat yang saya anggap seperti taman bermain saya sendiri. Dari wartawan yang ecek-ecek dan belum bener nulis bahasa Inggris sampai kemudian bisa menulis kolom dan laporan investigasi yang diapresiasi banyak orang adalah proses yang menyenangkan yang saya bisa alami dan saya bersyukur dan berterima kasih buat senior-senior yang tak lelah membantu saya.

IMG_3906

Saya tidak sendiri di pesta kelulusan saya. Ada dua orang lainnya yang lulus dari JP. Karena itu pesta hajatan kelulusan pun begitu meriah ada nasi liwet yang dipesan teh Lina, sekretaris kantor. Tapi sialnya, pesta ini begitu beda. Ada sedih disana yang sebenarnya saya tidak duga akan alami. Setelah mas Endy, pemimpin redaksi The Jakarta Post memberikan sepatah kata perpisahan, saya pun didaulat untuk berpidato. Sangat singkat, tapi saya tak kuasa menahan haru untuk mengucapkan selamat tinggal pada rumah kedua saya. Keadaan diperparah dengan pidatonya Bagus, rekan saya yang juga lulus. Sebelum menyelesaikan kalimat pertamanya, beberapa orang sudah mulai menangis. Aaarrghhh…tisu pun dibagikan, sementara orang-orang berpelukan. Hari itu, untungnya saya membawa Pagi yang tahu benar kantor The Jakarta Post. Saya peluk dia ketika sedih datang di saat itu. Saya sering sekali membawa Pagi ke kantor. Tak heran, jika adalah salah satu orang yang berkeberatan saya pergi meninggalkan The Jakarta Post. Bagi Pagi, The Jakarta Post adalah rumah lainnya dimana dia bisa bermain sembari merecoki pekerjaan om, tante, pakde dan budenya.

IMG_3911

Kembali ke pesta kelulusan, keadaan mulai cair ketika mas Arif, rekan saya yang lain, menyampaikan kesan pesannya. Dan setelah itu, pesta kelulusan pun berjalan normal sebagaimana mestinya, makan-makan, minum-minum dan foto-foto.

Yang sangat special saya tidak hanya mendapatkan satu pesta kelulusan tapi dua. Esoknya. adik-adik angkatan di bawah saya juga mengadakan pesta perpisahan yang tak kalah hangat di Taman Suropati. Saya pun datang lengkap bersama Kelik, Pagi dan Nyala. Kami bermain, bercanda, makan-makan dan minum-minum juga (ada Sangria), bernyanyi-nyanyi, sedikit pidato (tentu kali ini tanpa nangis doong).

Terimakasih The Jakarta Post untuk 12 tahun yang menyenangkan ini…

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Pesta kelulusan The Jakarta Post”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: