psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Menaklukkan jarak Cinangka – Blok M

 

Tanggal 15 November lalu resmi saya bekerja di kantor baru. Kalau dari google map, lokasinya sih lebih dekat tiga kilometer dari rumah saya yang ada di Kampung Bulak, Cinangka. Namun tantangannya adalah saya harus berjuang menempuh perjalanan tersebut sebelum dan sesudah jam kerja bersama ribuan orang lainnya. Dan selama lebih kurang dua minggu bekerja di sana, ini bukanlah hal yang mudah.

Saya sudah mencoba mengantisipasi tantangan ini jauh sebelum saya masuk. Saya mencoba berangkat pagi sampai ke tengah kota untuk melihat kondisi lalu lintas di jam-jam padat. Iya, selama bertahun-tahun bekerja, saya sudah lama tidak updet dengan kondisi lalu lintas pagi ini karena kantor yang lama, jam kerjanya cukup fleksibel. Dan percobaan pertama ternyata gagal total, karena saya gagal menemukan go-car. Entah kenapa, hari itu ketika ingin memesan tidak ada satupun yang menyahut permintaan saya diantar ke pusat kota. Well, besoknya untung saja dapat. Kesimpulan saya dari percobaan itu, lalu lintasnya tidak seburuk yang saya duga. Saya bisa mencapai pusat kota sekitar satu jam. Tapi belajar dari pengalaman, lalu lintas Jakarta itu tidak ada yang bisa menebak, jadi dengan kalkulasi sedemikian rupa untuk mengantisipasi kondisi terburuk, saya harus persiapkan waktu dua jam untuk di perjalanan. Artinya saya harus berangkat jam 7 supaya bisa sampai di kantor jam 9. Saya sempat kuatir sebelumnya kalau saya harus berangkat pagi sekali karena banyak ibu-ibu bekerja di dekat rumah saya yang berangkat dari subuh. Fiuuuh, syukurlah. Menurut saya berangkat jam 7 cukup ideal, karena setidaknya saya masih bisa olahraga di pagi hari dan berangkat sambil mengantar Pagi ke sekolah.

Menjelang hari perdana masuk kerja setelah menimbang ini-itu dan ngobrol sana-sini, akhirnya saya dan suami sepakat mencari supir karena itung-itungannya lebih matematis dan praktis jika kami menyewa supir yang bisa mengantar saya setiap hari. Untung saja, kami bisa segera mendapatkannya. Mas Anggi, kami memanggilnya. Dia masih saudara tetangga dan tinggal tidak jauh dari rumah. Tugas mas Anggi hanya mengantar saya lalu balik ke rumah dan menjemput saya ketika sore. Jadi semacam supir paruh waktu. Terkadang dia juga mengantar Pagi balet. Sejauh ini kehadirannya cukup membantu saya menghadapi ruwetnya lalu lintas pagi hari dan deg-degan menunggu orderan go-car yang belum tentu dapat.

Hari pertama pun tiba. Jalanan lumayan macet waktu itu setidaknya lebih macet dari percobaan saya pertama kali karena ternyata ada perampokan bersenjata di minimarket di jalan Pondok Cabe. Ada-ada saja kan? memang lalu lintas Jakarta tak terduga. Setelah melewati macet sana dan sini, akhirnya saya sampai di kantor jam 8.30. Fiuuuh…Di hari-hari berikutnya cukup lancar ternyata, kecuali hari Senin yang sedikit istimewa. Saya berangkat jam 7 kurang dan jam 8 lebih dikit pasti sudah sampai Blok M. Pulangnya saja yang bikin males. Sejauh ini, rekor tercepat adalah 1 jam 20 menit dan terlamanya adalah Kamis kemarin menjelang long weekend. Saya menghabiskan waktu sekitar 2 jam 15 menit di jalan karena terjebak macet di daerah Fatmawati. Saya tiba di rumah jam 7.45 ketika itu padahal pulang dari kantor 5.30. tapi melihat timeline sosial media, saya tidak sendiri ternyata. Banyak yang mengeluh tentang kemacetan Jakarta yang super waktu itu. Teman saya bahkan ada yang sampai rumah jam 11 malam.

Trik andalan saya untuk mengatasi kemacetan adalah aplikasi waze. Sejauh ini sih manjur untuk menghindari titik-titik kemacetan tentu ditambah dengan insting-insting tertentu. Tapi manusia bisa berusaha, tapi lalu lintas Jakarta tetap berkehendak lain. Nampaknya tidak ada yang lebih hebat dari pesan suami saya, dia selalu bilang, “udah pasrah saja tinggal tidur dan taraaa…bangun-bangun sudah sampai rumah/kantor”. Sayangnya saya belum bisa menuruti anjurannya. Saya selalu senewen sendiri kalau ketemu macet apalagi kalau mau pulang karena tidak sabar bertemu anak-anak di rumah. Saya berharap dengan berjalannya waktu, saya mulai bisa pasrah yah karena memang tidak ada yang bisa menebak lalu lintas Jakarta. Dari semuanya ini sepertinya saya dipaksa berlatih mengelola sabar dan emosi saya di waktu-waktu seperti ini. Sebuah pesan whatsapp dari Fajar pun mengingatkan pentingnya mengelola rasa syukur kita yang menurut saya bisa dijadikan amunisi menghadapi hal-hal yang menyebalkan di jalan. Tapi yah saya masih harus terus berlatih dan berlatih supaya makin mahir.

Sebenarnya ada cara lain untuk mengatasi jarak ini yaitu saya pindah ke pusat kota. Sebenarnya pihak kantor sudah memberi fasilitas itu, tapi setelah menimbang-nimbang untuk saat ini saya lebih memilih tidak. Saya terlalu nyaman dengan rumah saya dan kampungnya. Berat juga meninggalkannya udara segar pagi hari, pohon-pohon rindang, tukang sayur favorit, mas-mas jualan yang seliwerin depan rumah dan tak lupa tetangga yang ramai. Tidak tega juga rasanya memaksa anak-anak ikut pindah bersama saya, sementara disini mereka bisa bermain dengan leluasa dengan tetangga-tetangga di halaman depan rumah atau bersepeda di masjid dekat rumah. Pagi sudah menolak untuk pindah sekolah karena dia merasa nyaman dengan sekolahnya disini. Baiklah jika begitu. Biasanya kalau saya sedang lari pagi sebelum berangkat kantor, saya berusaha mengingatkan diri saya dan merekam semua  pemandangan yang ada di sekitar saya — sedetil apapun – bunyi burung, tanah basah, pohon-pohon, sinar matahari yang hangat — bahwa untuk kemewahan inilah saya memilih untuk menaklukan lalu lintas ke Jakarta setiap harinya.

 

Advertisements

No Responses to “Menaklukkan jarak Cinangka – Blok M”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: