psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Happy forty, Keliek

IMG_20180707_072711

Salah satu jagoan dalam kehidupan saya berulang tahun yang ke-40. Seorang suami, ayah dan teman. Whoooa, apa rasanya menjadi 40 tahun. Tua sekali rasanya. Dia pun mengakuinya. Untuk menghiburnya, saya bilang bahwa sudah banyak temannya yang menginjak 40 tahun. So, no drama, please

Semakin kita tua, perayaan ulang tahun jadi kurang menjadi semakin tidak menyenangkan. Ulang tahun menjadi suatu pengingat bahwa waktu seseorang di dunia ini berkurang satu tahun lagi. Saya dulu tidak memahami pemikiran seorang kakak kelas di kampus yang tidak suka dengan ulang tahun, berbeda dengan saya yang bahagia maksimal. Lama-lama,  saya semakin paham apa yang dia maksud. Usia semakin bertambah, waktu semakit sementara mimpi belum banyak yang tercapai, sementara ada keinginan untuk terus bersama-sama dengan orang-orang yang tersayang. Ada ketakutan dan kekhawatiran di sana.

Tapi mari kita buang rasa takut itu, di usia yang ke-40 ini, banyak sekali yang dirimu rayakan. Salah satunya adalah satu mimpi yang tercapai yaitu menjadi visual effect artist di sebuah film laga yang cukup ternama (tidak mau sebut nama, tidak mau repot nanti kena pasal non disclosure agreement sayah). Bahkan di proyek ini, dirimu tidak hanya sebagai artist tapi juga sebagai koordinatornya. Tugasmu mengkoordinasi tugas pesulap-pesulap audio visual untuk menghasilkan gambar yang ciamik di layar. Istri mana sih yang tidak bangga?

Saya ingat sekali salah satu proyek perdana buat karirmu sebagai visual effect artist adalah di film indie Bejo Van Derlaak buatan Fourcolours Films, film yang juga mempertemukan kita di lapangan. Saya bantu-bantu make up artist dan dirimu bantu bikin efek bom di proses editing. Pengalaman yang menyenangkan

 

Prestasi lainnya yang kamu ukir dalam karirmu sebagai visual effect artist adalah film Ambilkan Bulan. Kamu bahkan memenangkan penghargaan Piala Maya untuk film dengan efek terbaik tahun 2012, tetap sebelum kita berangkat ke Australia.

Yang saya bisa belajar darimu adalah bagaimana dirimu sangat gigih memegang dan memelihara mimpi-mimpimu. Peduli setan dengan orang lain. Orang yang saya kenal paling lembut ini, ternyata untuk urusan mimpi dia tidak mau ditawar-tawar. Ketika dia tahu apa yang dia ingin, dia akan berusaha mewujudkan. Pelan-pelan, sedikit-sedikit namun pasti.

Hal lain yang saya belajar darimu adalah bagaimana bekerja dengan menggunakan hati. Saya tahu benar  pekerjaan di film ini tidak mudah. Meeting sana, meeting sini, ketemu tim ini, ketemu tim itu, supervisi sana, supervisi sini. Sibuknya melebihi senior officer ASEAN (eh). Ah, tapi selama hatimu di sana, seperti tidak akan apa-apa.

Selamat ulang tahun ke-40, Keliek Wicaksono. Selamat terus berkarya dengan hatimu.

 

 

 

 

Advertisements

No Responses to “Happy forty, Keliek”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: