psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Berkemah di antara 1.000 pulau

IMG_20180929_154752

Akhir September lalu, saya dan genk Ingat65 mengadakan acara piknik. Sebenarnya acaranya ditujukan kepada para penulis. Ada beberapa yang berminat. Tapi begitu hari H, yang ikut yah kita-kita saja plus saya bersama suami dan anak-anak.

Kami memang berniat ikut karena sudah lama sekali tidak main ke pantai. Intinya kami sakaw pantai. Yang seru adalah kami bakal berkemah di sana. Jadinya kami membawa tenda kami yang kami terakhir pakai di Australia ituuu.

Yang paling seru adalah malam sebelum kami berangkat, gempa di Palu terjadi. Duh, saya langsung mengkeret berniat membatalkan semuanya. Tapi teman-teman yang lain kok santai. Begitu tanya pak Keliek, dia pun tetap mau berangkat. Ya sudahlah berdoa saja semua baik-baik.

Perjalanan kali ini memang berbeda ketika kami pergi ke pulau Macan beberapa waktu yang lalu. Kalau dulu berangkat lewat pelabuhan Marina Ancol, kali ini kami berangkat lewat pelabuhan Muara Angke. Semenjak jam setengah 7 kami di sana, kapal baru berangkat jam 9. Dan entah kenapa perjalanan begitu lama sampai ke Pulau Dolphin tujuan kami. Beberapa kali saya sempat mau muntah, tapi saya paksakan saja untuk tidur. Untungnya anak-anak tidak apa-apa. Sepertinya mereka lebih tahan banding ketimbang saya.

Sebelum kami menuju ke pulau Dolphin, kami singgah dulu ke pulau Harapan. Beristirahat, makan siang dan bertemu dengan penyewa kapal untuk pergi ke pulau Dolphin.

Sebenaranya perjalanan kali tidak repot, karena semua sudah diurus oleh Nida. Kami tinggal bayar dan bayar diri saja. Saya sebelumnya tidak pernah dengar Pulau Dolphin, tapi Nida yang penggemar pantai ini bilang pulaunya bagus. Ya sudahlah.

IMG_20180929_151740

Tapi sepertinya banyak sekali orang yang menawarkan jasa trip ke pulau-pulau sekitar di pulauHarapan. Kami juga bertemu dengan sekelompok Yogi yang hendak berkemah tapi di pulau lain.

Jadi paket perjalanan kami juga termasuk island hopping ke beberapa tempat snorkling yang caem sebelum ke pulau Dolphin. Saya yang sedang menstruasi pun hanya bisa gigit jari di atas kapal. Tapi senang melihat Pagi belajar snorkling.

IMG_20180929_142436

Saya berharap sih tidak banyak orang yang berkemah di pulau Dolphin. tapi harapan saya pupus, begitu sampai sana, yang jaraknya sekitar 30 menit dari pulau Harapan, sudah banyak orang-orang di sana. Katanya sih mereka hanya berkunjung saja dan tidak berkemah. . Tapi saya sudah melihat beberapa kemah berdiri di sana-sini.

IMG_20180930_060322

IMG_20180929_152830

Untungnya kami masih kebagian tempat, di pantai bagian belakang. Pulaunya sendiri cantik. Ada dua pantai yang bisa buat main, dan berenang-berenang cantik.

Kamar mandi hanya ada dua di sana dan cukup antre juga menunggunya. Untuk pipis bayar 2,000 untuk mandi Rp 5,000, jadi siap-siap bawa receh yang banyak. Oya pastikan untuk mandi minta air tawar, jangan air laut.

Setelah beberes kemah dan bermain di pantai, kami pun menyiapkan makan malam. Untung bawa Keliek. Dia memang bisa banget diandalkan. Dia juga yang punya ide bawa bricket buat masak. Dibanding kelompok kemah yang lain, kami yang paling tidak serius. Kelompok lain bawa cabe, tomat, panci, dan penggorengan, kami yah bahan makan yang hampir jadi sajah plus snack yang berkelimpahan Untungnya di sana ada warung indomie penyelamat yang bisa dihampiri> tapi toh kami tidak pergi ke sana juga.

Malam itu kami buat api unggun dan ngobrol santai di bawah bintang-bintang sambil nyemil marsmallow gosong dan jagung dan ubi bakar (banyak juga yah). Tidur pun nyenyak, cuma begitu bangun punggung kok pegal-pegal yah. Sepertinya harus beli kasur angin lain kali.

IMG_20180930_060503

Pagi sebelum memulai aktivitas saya sempat yoga, sementara anak-anak sudah nyemplung air bersama-sama tante-tantenya. dari pagi sampai menjelang siang, mereka belum belum bosan juga. Apalagi si Nyala. Senangnya bukan main. Pagi pun sudah bisa main snorkling sendiri. Senangnya bukan main dia.

Tapi saatnya pulang karena kapal sudah menjemput. Setelah membereskan semuanya kami pun berlayar kembali ke pulau Harapan sebelum naik kapal ke Jakarta.

Untuk semuanya kami hanya perlu bayar Rp 265,000 per orang. Sementara anak-anak bisa lebih murah dari itu. Beda banget kan sama yang di pulau Macan hahaha. Untuk liburan keluarga, berkemah di pulau seribu ini cukup seru dan murah bukan? Sepertinya kami bakal sering-sering deh.

Advertisements

No Responses to “Berkemah di antara 1.000 pulau”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: