psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Fakir fellowship

Marco Polo / Breuninger / Stuttgart (29.09.18)

photo by DAAD/Markus Guhl

Ada teman yang tanya, kalau fellowship itu ngapain ajah yah?

Mmm…iyah saya memang doyan banget pergi untuk fellowship. Bisa dibilang saya adalah fakir fellowship. Dikit-dikit fellowship, dikit-dikit fellowship.

Buat orang yang mikir seribu kali buat beli baju Rp 500,000-an, ikut fellowship itu semacam tiket emas buat jalan-jalan gratis -ehm menimba ilmu-maksudnya. Saya merasa dapat rezeki nomplok begitu dapat fellowship. Sudah dibayarin semuanya, dapat ilmu baru, dapat kesempatan jalan-jalan dan teman-teman baru dari berbagai belahan dunia.

Fellowship saya yang pertama adalah ke Jerman selama 6 minggu tahun 2008. Senang sekali waktu itu ketemu banyak teman baru dari Vietnam, Filipina, Ghana, India dan masih banyak lainnya. Kerjaan saya ngobrol-ngobrol ngalur sampai malam kalau gak jalan-jalan dan nonton konser. Seruuu.

Sehabis itu saya kecanduan. Puji Tuhan saya mendapat beberapa kali fellowship lainnya. Paling sering ke Jerman dan pernah sekali ke Inggris.

Yang paling tidak ternilai adalah kesempatan bertemu dengan teman-teman baik dari negara lain selama tinggal di negara orang. Dari beberapa fellowship yang pernah saya ikuti, tak jarang saya mendapat teman dekat baru yang sampai sekarang masih sering berhubungan. Ada Mane dari Armenia lalu Reena dan Anjali yang  dari India, Ngoc dari Vietnam, Marcela dari Argentina dan Nermie dari Mesir.

Anjali, Ngoc dan Marcela saya temui pada fellowship saya yang terakhir tahun lalu ke Jerman. Kami hanya pergi seminggu tapi kami lumayan dekat. Tak tak diduga dan disangka, pada sebuah acara lain di Jerman yang saya ikuti  saya bertemu dengan Becky, teman dari Ghana yang  saya temui lewat fellowship pertama saya tahun 2018. Senangnyaaaa bukan main. Dan herannya kami masih bisa mengenali satu sama lain, meski sudah terpaut 10 tahun.

Tahun kemarin saya juga bertemu dengan teman saya dan Becky, Luong yang tinggal di Vietnam, ketika saya jalan-jalan ke Vietnam. Teman-teman inilah yang menjadi prioritas ketika ingin menentukan agenda jalan-jalan dengan keluarga.

Salah satu cita-cita saya adalah ingin sekali mengunjungi teman-teman saya yang tinggal di negara lain. Semoga bisa yah. Ada Reena di India, Mane di Armenia atau mungkin Elina di Finlandia, Marcela di Argentina dan bahkan seorang teman lainnya, Ale, di Peru.

Saat saya menulis ini, saya sedang mengikuti sebuah fellowship lainnya di Belanda. Saya punya 13 teman baru dari berbagai negara. Ada yang dari Perancis, Moroko, Romania, Albania, Bolivia, Uganda dan Nigeria dan masih banyak lainnya. Tapi mungkin karena sudah menua, saya tidak begitu suka ngumpul-ngumpul dan lebih suka tidur di kamar karena udara yang dingin. Rasanya tak sabar ingin cepat pulang.

 

 

Advertisements

No Responses to “Fakir fellowship”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: