psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Misi hijau di rumahsenyumpagi

IMG-20190322-WA0002

Selepas misi Keka Kondo selesai, saya ingin sekali mempercantik taman di depan rumah.

Aah saya sempat berkonsultasi dengan teman yang taman di rumahnya keceh beraat, karena kepikiran mencari konsultan taman gituuu…Tapi setelah ngobrol sepertinya saya tidak membutuhkannya karena waktu membangun rumah kami, Keliek sudah mempertimbangkan sedemikian rupa termasuk sumur resapan. Aah emang canggih arsitek kami ituu…hehehe.

Jadi yang saya butuhkan adalah tukang taman yang tahu tentang tanaman dan bisa ditawar tentunya. Saya sempat tanya sana-sini, akhirnya mentok ke tukang taman langganan rumah, yang hanya datang sebulan sekali.

Setelah saya ajak ngobrol dan memberi tahu apa yang saya inginkan dan butuhkan. Dia pun memberikan masukan dan tentunya perkiraan biayanya. Saya pun langsung setuju karena harganya memang jauh di bawah yang saya bayangkan.

WhatsApp Image 2019-08-25 at 7.53.12 PMWhatsApp Image 2019-08-25 at 7.53.12 PM (1)

 

Saya juga meminta dirinya untuk membangun taman kecil di belakang rumah. Satu area dekat daerah jemuran. Ini merupakan proyek tebus dosa setelah bertahun-tahun lalu kami memutuskan menebang pohon mangga yang sudah tumbuh besar di belakang. Kala itu itu keputusan diambil karena pohonnya doyong dan kami takut jatuh. Tapi setelah dipikir-pikir, saya sangat menyesal. Oleh karena itu, saya minta daerah jemuran ditanami rumput hijau pohon mangga dan juga pohon belimbing yang tumbuh di sekitar rumah.

Dengan budget yang gak bikin kantong jebol, rumahsenyumpagi jadi lebih cantik dan asri karena semakin banyak hehijauan di sekitar rumah.

Jujur saya, saya tidak begitu baik dengan tanaman. Berkebun bukan hal favorit saya. Memandangnya okay tapi mengerjakannya mmm…apalagi merawatnya yang memang butuh konsistensi luar biasa. Saya tidak sejago bapak saya yang meskipun tidak memiliki tanah kosong di rumahnya, tapi lantai duanya penuh dengan tamanan-tanaman kecil dalam pot termasuk pohon buah-buahan.

Tapi bersyukur sekali tampaknya tanah di sekitar kampung bulak ini subur sekali yah. Pohon mangga dan pohong belimbing yang saya tanam di belakang rumah itu benar-benar dari biji yang jatuh ke tanah baik di sengaja maupun tidak. Pohon mangga itu tahu-tahu tumbuh di samping rumah. Dan pohon belimbing itu tumbuh dari biji belimbing yang ditanam oleh Bude, orang yang membantu mengurusi rumah kami.

IMG_20190714_073931

Tapi Bude mungkin seperti bapak saya yang tangannya dingin ketika memegang tanaman, Semua yang dia taruh di tanah langsung tumbuh. Repotnya dia jarang bilang ke saya. Jadi tahu-tahu ada bibit pohon alpukat lalu daun ubi, kemangi , an masih banyak lainnya. Dari Bude, saya pun menyediakan satu plot tanah untuk tanaman bumbu, ada cabe, jahe, lengkuas, kunci.

Selain menata hehijauan di luar rumah, saya  pun berniat mempercantik interior rumah yang ala kadarnya dengan tanaman.

Hah. Ini membawa saya dan keliek ke hobi baru: pergi ke tukang tanaman. And yes we loveee it. Kami bisa berjam-jam di sana, memilih tanaman yang lucu-lucu lalu menentukan potnya sambil tentu menawar harganya dooong.

IMG_20190526_152331

Di Sawangan sendiri banyak sekali tukang tanaman, tapi favorit kami di daerah dekat menuju Parung yang letaknya bersebelahan dengan mall yang sedang dibangun.  Di sana, ada beberapa tukang tanaman yang beroperasi, kita tinggal pilih yang mana yang paling cocok. Pengalaman ini benar-benar baru buat saya. Apa yang saya Keliek lakukan mengingatkan saya pada pasangan paruh baya yang suka beli tanaman. Iya, saya resmi jadi emak-emak yang gak santai kalau lihat tanaman bagus.

Setelah browsing-browsing sini, kami pun memilih tanaman-tanaman dalam rumah seperti monstera dan palem bali. Tidak hanya itu, Keliek punya ide untuk mengubah space tepat di kamar utama menjadi taman kering dan menanam pohon ketapang kencana di tengah-tengah. Kami sengaja memilih yang sudah jadi dan tinggi. Repot juga membawanya karena ukurannya cukup masif: 2.5 meter. Tapi setelah kami menanamnya di depan kamar, aaah semua perjuangan terbayarkan.

Satu pekerjaan rumah yang besar setelah membawa tanaman-tanaman itu adalah merawatnya. Untungnya saya dibantu oleh Bude, dia cukup rajin menyiram tanaman setiap hari. Yang saya lakukan adalah menyemprot tanaman-tanaman yang ada di atas rak buku.

Satu tips yang saya baca dalam merawat tanaman adalah dengan memperlakukan tanaman ini sebagai teman. Sayangi mereka dengan ajak mereka ngobrol. Okay, ini memang terdengar aneh. Tapi saya mencobanya dan hal ini berhasil. Hal yang pertama kali saya lakukan adalah memberi tanaman-tanaman itu nama dan untuk ini saya ajak Pagi dan Nyala untuk menciptakan nama-nama bagi mereka. Kami punya loba dan lobi (Monstera ), Spiky (untuk Palem Bali), Sira dan Siri (Daun Siri) lalu ada Aurora (Lipstik Aurora), Tala dan Tali (daun Talas), dan tentu saja Bloom (Ketapang Kencana).  Jadi ketika mereka tampak ada masalah, saya biasanya langsung menghampiri mereka, ngajak ngobrol, dan mengelus-elus mereka. Aneh yah? Tapi ini berhasil, setidaknya dua kali dalam catatan saya.

IMG_20190511_150730

Waktu itu Spiky tampak kebanyakan air, karena Bude terlalu rajin menyiramnya dan tampaknya di bagian tengahnya busuk. Saya pun berusaha menyingkirkan batang-batang yang busuk. Butuh beberapa hari hingga Spiky segar kembali. Lalu tanaman sirih kami Siri tidak sesegar saudaranya Sira. Siri tampak selalu loyo meski airnya selalu diganti. Hingga suatu ketika saya ajak ngobrol dia dan mengganti airnya sekian kali dan walaaa…dua hari kemudian dia pun segar kembali.

Mmm…misteri alam!

Di musim kemarau ini, saya punya PR berat karena tanaman jadi tampak lebih cepat layu, termasuk Bloom yang tidak sesegar sebelumnya. Makanya senang sekali hati ini ketika kemarin sempat turun hujan meski cuma sebentar.

Saya jadi ingat adegan di film Totoro ketika Satsuki dan Mei melakukan tarian khusus buat biji yang mereka tanam agar tumbuh jadi pohon. Perlukah kami melakukannya juga?

WhatsApp Image 2019-08-25 at 7.53.11 PM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No Responses to “Misi hijau di rumahsenyumpagi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: