psychopatika
the not so ordinary life of a young-at-heart mother of two and wordsmith

Hong Kong bukan hanya Disneyland, TKW, dan kota ekonomi

PANO_20190704_144035

Liburan sekolah bulan Juli lalu, kami semua jalan-jalan ke Hong Kong.  Sama dengan orang tua yang punya anak kecil, misi utama saya dan Keliek ngajak anak-anak jalan-jalan ke Disneyland. Ndolani anak-anak, begitu bahasa Jawanya.

Saya perlu waktu enam hari  untuk  belajar bahwa Hong Kong lebih dari sekadar Disney.  Sebenarnya tergoda untuk tinggal lebih sebentar, toh kan hanya ke Disney dan lumayan menghemat juga dong untuk penginapan…tapi kok gak yakin dengan kondisi badan yang semakin menua kalau setiap hari digeber jalan-jalan non-stop, sama dua anak yang satu pecicilannya  gak habis-habis, yang satu lagi lagi doyan banget tantrum ketika itu.

Tapi bersyukur sekali kami memutuskan melancong agak lama, karena kami, terlebih saya bisa belajar lebih banyak tentang Hong Kong, yang ketika itu sedang mengalami gejolak politik yang sedang seru karena protes publik melawan pemerintah setempat. Kami sempat was-was ketika itu. Tapi beruntung sekali ketika itu protesnya masih belum seheboh seperti yang diberitakan kemarin ini. Meski beberapa minggu sebelumnya pendemo diberitakan menyerang gedung parlemen.

Sebenarnya ada satu peristiwa protes yang lumayan ricuh di daerah depan pelabuhan Victoria, tapi saat itu kami sedang berada di tempat lain. Atau ketika mereka sedang protes di pusat-pusat perbelanjaan di bawah hotel kami, kami sudah duduk manis di dalam hotel karena kelelahan.

Selama protes berlangsung, tidak ada satu gangguan yang kami rasakan sebagai turis ketika itu. Meski tidak pernah bertemu secara langsung,  kami sempat melewati dinding penuh stiky notes warna-warna yang ditulis oleh para pendemo dalam huruf Cina di beberapa jalan masuk ke kereta. Okay juga ini konsepnya, mirip seperti instalasi seni dan banyak sekali orang, yang mungkin kebanyakan turis, mengambil foto dan tentu saja bakal menyebarnya di media sosial dong.  What a good campaign!

Kembali ke Hong Kong.

Selain dinamika  dan sejarah politiknya yang seru (yang terakhir, saya sempat pelajari sekilas dari museum sejarahnya), Hong Kong menawarkan begitu banyak keseruan. Ini beberapa catatan saya selama enam hari di sana:

  1. Modern, kumuh, berantakan, tapi tetap menawan mata

IMG_20190703_194141

Bingung yah. Hong Kong adalah kota di antara Jakarta dan Singapura. Kacaunya tidak sepertinya Jakarta. Tapi rapi dan teraturnya belum semaniak Singapura. Ini bisa terlihat di banyak gedung-gedung bertingkat yang saya anggap semacam jenis “hibrida” di sekitar daerah Kowloon, tempat hotel kami berada. Jadi di sebuah gedung bertingkat, lantai paling bawah bisa saja pusat perbelanjaan modern dengan banyak turis lalu lalang, tapi begitu mata ini menatap ke atas, bangunan yang sama berubah bentuk menjadi rumah susun Tanah Abang. Tapi entah kenapa tetep ajah cantik, apalagi lihatnya di The Peak, dataran paling tinggi di Hong Kong.

Tapi yang buat saya penasaran, apakah perilaku masyarakatnya juga sama dengan gedung-gedung jenis hibrida ini?

 

2, Makanannya amboii.

Kami tidak banyak eksplor makanan. Tapi sejauh lidah ini jalan-jalan ke sepanjang restoran dekat hotel, cocoklah lah di lidah dan nagih, apalagi jajanan pinggir jalannya apalagi bakpau b*b*nya….sluurrp.

Sayangnya, kami ketika itu dalam perjalanan yang super ngirit yah, karena Hong Kong itu mahal yah saudara-saudara, apalagi untuk penginapannya. Jadi saya pun berinisiatif membawa rice cooker mini doong lengkap dengan beras dan sambel tentunya. Meski pada akhirnya, agenda jajan tetap jalan terus yaah. Tapi mayan lah ngirit buat beli bakpau bab*…#teteup

IMG_20190706_125813

Mungkin lain kali ketika kami kembali lagi, agenda jajannya perlu dimaksimalkan tampaknya. Kami belum mencoba jajanan angkiran pinggir jalan mereka yang kayaknya seru sekali.

Kota yang “indah” dan juga makanan yang sedap cukuplah membuat impresi positif tentang Hong Kong buat turis yang sebenarnya tidak berharap begitu banyak. Tapi selama di sana, banyangan saya tentang Hong Kong sebagai salah satu pusat perekonomian di Asia selain Singapura dan juga tempat banyak TKW-TKW asal Indonesia mencari nafkah bubrah dengan sempurna. Apa mungkin karena saya tinggal di pulau yang salah? Tapi kedua kesan itu tidak terafirmasi  dalam kunjungan saya ketika itu.

IMG_20190704_143046-EFFECTS

 

 

 

 

No Responses to “Hong Kong bukan hanya Disneyland, TKW, dan kota ekonomi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: